Senin, 08 Oktober 2018

Cara mengurus Sertifikat tanah hilang, bagaimana ya?

Memang pusing jika sertifikat tanah yang merupakan salah satu aset kita susah dicari di lemari / atau di rak dan box file. Lupa apakah sudah di gadai di Bank, atau memang benar benar hilang,  he he he he


Dari pada anda pusing, Berikut ini ulasan dari Liputan6 

Pada Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dikatakan bahwa atas permohonan pemegang hak atas tanah, dapat diterbitkan sertifikat baru sebagai pengganti sertifikat yang hilang.

Permohonan sertifikat pengganti ini hanya dapat diajukan oleh pihak yang namanya tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah yang bersangkutan, atau pihak lain yang merupakan penerima hak berdasarkan akta PPAT.


Bagaimana jika yang atas nama sertifikat sudah wafat?

Dalam hal pemegang hak atas tanah sudah meninggal dunia, permohonan sertifikat pengganti dapat diajukan oleh ahli warisnya dengan menyerahkan surat tanda bukti sebagai ahli waris (Pasal 57 ayat (3) PP 24/1997).

(Untuk mengetahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli simak dalam Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!)

Cara mengurus Sertifikat tanah hilang

Surat tanda bukti sebagai ahli waris dapat berupa Akta Keterangan Hak Mewaris, atau Surat Penetapan Ahli Waris atau Surat Keterangan Ahli Waris (Penjelasan Pasal 42 ayat (1) PP 24/1997). Selain itu, perlu diperhatikan juga beberapa hal di bawah ini, seperti tercantum dalam Pasal 59 PP 24/1997 :


  • Permohonan penggantian sertifikat yang hilang harus disertai pernyataan di bawah sumpah dari yang bersangkutan, di hadapan Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk mengenai hilangnya sertifikat hak yang bersangkutan;
  • Sebelum dilakukan penerbitan sertifikat pengganti, dilakukan pengumuman 1 (satu) kali dalam salah satu surat kabar harian setempat atas biaya pemohon;
  • Pihak lain dapat mengajukan keberatan atas penerbitan sertifikat pengganti dalam jangka waktu 30 hari dihitung sejak hari pengumuman.

Badan Pertanahan Nasional dalam lamannya BPN, menjabarkan syarat dan jangka waktu proses permohonan sertifikat pengganti sebagai berikut:

Persyaratan permohonan sertifikat pengganti


  • Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
  • Surat Kuasa apabila dikuasakan
  • Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Fotocopy Akta Pendirian dan Pengesahan Badan Hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
  • Fotocopy sertifikat (jika ada)
  • Surat Pernyataan dibawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
  • Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat
Simak juga: Info Penting Seputar PBB Yang Harus Anda Ketahui

Waktu proses sertifikat pengganti


40 (empat puluh) hari

Formulir permohonan memuat:

Identitas diri
Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
Pernyataan tanah tidak sengketa dan tanpa perubahan fisik]
Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
Pengumuman di surat kabar
Biaya



Biaya pendaftaran untuk layanan ini adalah Rp50.000, dan tidak tercantum simulasi biaya untuk mengurus penggantian sertifikat ini.

Sumber : Liputan6.com
Photo : liputan6news

Kamis, 04 Oktober 2018

Tanah dijual di Bali

SUPER MURAH..



di jual tanah komersial full View sawah di jln pantai kedungu pas di sebrang CIPUTRA BEACH RESORT, tabanan , Bali .

- luas tanah 3037m2
- lebar depan 37 meteran
- akses jln 10 meter hotmix
- ITR PERUMAHAN
- SHM lengkap

# 150 meter dari pantai
# 4 menit ke tanah lot
# 15 menit ke pantai echo beach
# 45 menit ke bandara

SANGAT COCOK SEKALI UNTUK DI KAVLING ATAU KOMPLEK VILLA KOMERSIAL ATAU VILLA PRIBADI ATAU INVESTASI ATAU DI JUAL BELIKAN LAGI

harga 250jt/are

Property in bali agent : mas aan
Direct owner

NOTE: PASARAN NORMAL TANAH KOSONG AREA INI MENCAPAI 500JT /ARE ATAU KLO DI SEBRANG LOKASI INI DI PROJEK CIPUTRA HARGA JUAL TANAH NYA 900JT/ARE
AYOO DI TUTUP SAYA JUALKAN LAGI

Selasa, 02 Oktober 2018