Kamis, 21 Desember 2017

Tips Aman membeli Rumah

Memang ada saja konsumen property yang tertipu dengan janji manis developer perumahan, dan sebagian besar konsumen merasa puas dengan kinerja developer perumahan. Kenapa saya berani mengaatakan hal seperti itu, berikut ini sisi positif membeli Rumah dengan developer :


  1. Anda tidak perlu pusing - pusing untuk mencari lahan / tanah dengan fasilitas yang lengkap seperti jalannya sudah di Asphalt, ada selokan, ada listrik dan Air, dan lain sebagainya.
  2. Kawasan perumahan, biasanya ditata dengan menarik, landscaping yang luxury, dan fasilitas pendukung yang lengkap.
  3. Dan tentu dari segi finansial bisa di Cicil alias KPR ( kredit perumahan rakyat ) dengan bekerja sama pada bank negeri. Dan sekarang DP pun bisa dicicil , biasanya DP 30% dan sisanya 70% bisa dicicil di Bank

Pada kenyataan nya, ada dua tipe pembelian Rumah : 

  • Membeli Rumah dari Individu
  • Membeli Rumah dari Developer
Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing - masing. Dari kedua tipe pembelian rumah tersebut diatas, keduanya dapat melalui property agent ( Maklar ) , dan LOKASI sangat berpengaruh.

Anda bisa aja membeli rumah dari Individu dan bisa juga membeli rumah melalui developer, hal tersebut berada ditangan anda, tapi yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana anda membeli rumah agar bisa dengan Aman / atau tidak tertipu.

Berikut ini kiat kiat Tips aman membeli rumah : 


  1. Lebih teliti dengan developer pengembang perumahan.
    - Ijin Peruntukan Tanah: Ijin Lokasi, Aspek Penatagunaan Lahan, Site Plan yang telah disahkan, SIPPT (Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomor sertifikat tanah, surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB).
    - Prasarana sudah tersedia.
    - Kondisi tanah siap bangun.
    - Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer.
    - IMB Induk.
    Jika anda masih bingung, tanyakan kepada marketingnya, developer ini sudah pernah mengerjakan perumahan dimana saja? ... Check langsung ke perumahan yang dibangun sebelumnya tersebut, tanyakan kepada penghuninya tentang reputasi pengembang perumahan tersebut.
  2. Jangan bayar DP ( down-payment ) sebelum KPR disetujui oleh Bank
    Biasanya hal pertama yang dilakukan marketing perumahan / property agent adalah mengajak konsumen untuk site inspection ke lokasi perumahan, Jika disetujui lokasi , letak rumah dan lain sebagainya, lakukan Tanda jadi Rp. 500rb rupiah ( ingat jangan lakukan perjanjian dibawah tangan ) , selalu lakukan pembayaran tanda jadi di Kantor Developer tersebut.

    Fungsi tanda jadi ini adalah untuk booking tempat areal yang kita inginkan untuk dibangun Rumah. Karena sudah sangat tertarik dengan lokasi dan tata letak nya, agar tidak diambil oleh orang lain baiknya lakukan tanda Jadi terlebih dahulu.

    Setelah itu lakukan pengajuan KPR ke Bank yang diajak kerja sama oleh Developer perumahan tersebut. Jika di ACC oleh Bank, baru lakukan DP ke pihak developer.
  3. Jika anda membeli Rumah dari Individu, lakukan hal dibawah ini :

    - Cek lingkungan sekitarnya
    - Cek apakah ada fasilitas pendukungnya, seperti line telephone, dll.
    - Mudah tidaknya untuk Akses ke lokasi
    - Cek dengan seksama kondisi bangunan
    - Pastikan kewajiban tagihan bulanan telah diselesaikan oleh penjual
    - Cek saluran air luar dan dalam bangunan, serta saluran air selokan di jalan , apakah sering terjadi banjir ataukah tidak.
  4. Cek kelengkapan Surat - surat
    Sama halnya dengan item nomer 1, silahkan anda cek detail kelengkapan surat sertifikat dari masing masing block, terutama sertifikat dari block yang anda pilih.

    Bagaimana cara nya mengecek ?
    Caranya anda minta saja fotocopyan sertifikat block tersebut, dan lakukan pengecekan ke Kantor BPN yang ada di kota anda. cek apakah tanah tersebut bermasalah ataukan tidak.
  5. Jangan membayar termin berikutnya, jika tidak terjadi progress pembangunan pada block yang anda pilih.
    Cantumkan juga dalam surat perjanjian pembelian rumah untuk pembayaran per termin disesuaikan dengan progress pekerjaan pembangunan dilapangan.

    Hal ini adalah untuk menghindari kejadian dari konsumen property yang sudah membayar lunas tapi Rumah yang di blocking tidak kunjung ber atap, alias pembangunan ngadat.

    Cek juga kesesuaian material ( spesifikasi bangunan ) terhadap pembangunan dilapangan, agar tidak terjadi penurunan kualitas bahan bangunan.

    Tanyakan masa Retensi rumah tersebut, biasanya sih 3 bulan, nah selama waktu 3 bulan ini anda dapat melakukan penuntutan terhadap ketidak sesuaian bangunan dengan kesempurnaan, jika terjadi bocor / retak rambut, segera lapor dan tulis hitam diatas putih jangan hanya dengan lisan. Agar segera diperbaiki oleh developer.
  6. Segera lakukan AJB jika Rumah sudah selesai
    Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk AJB, AJB dapat dilakukan jika :
    - Bangunan rumah telah selesai dibangun dan siap dihuni.
    - Pembeli telah membayar lunas seluruh harga tanah dan bangunan rumah, beserta pajak dan biaya-biaya lainnya yang terkait dengan itu; dan
    - Permohonan Hak Guna Bangunan atas tanah sudah selesai diproses, dan sertifikat Hak Guna Bangunan terdaftar atas nama penjual.

    simpelnya seperti ini, jika rumah telah selesai, segera lakukan AJB di notaris.

    Intinya adalah segera lakukan clearance untuk surat - surat ( dokumentasi nya ) apakah itu sertifikat, dan atau IMB nya.
Tips Aman membeli Rumah
Baiklah, saya kira ke 6 hal tersebut diatas dapat mewakili tentang tips aman untuk membeli rumah. Membeli rumah harus berhati- hati , karena pembelian rumah tidak sama dengan pembelian mobil. Dan saya juga memohon masukan dari para master property, silahkan di ketik pada kolom komentar dibawah ini ya : 

Related Posts

Tips Aman membeli Rumah
4/ 5
Oleh