Apa Saja persyaratan KPR di Indonesia

Tentu sebagian besar orang ingin memiliki Rumah dari hasil Jerih payah nya sendiri, tanpa numpang dengan orang tua atau bahkan numpang di rumah mertua. KPR atau Kredit Pemilikan Rumah menjadi salah satu solusi bagi kamu yang ingin memiliki rumah idaman.

Pasalnya, banyak orang yang masih belum mampu membeli rumah secara tunai mengingat harga tanah yang terus naik. Menurut Bank Indonesia, kamu hanya perlu menyediakan uang muka sebesar 30 persen dari nilai rumah dan sisanya akan digenapi oleh bank melalui KPR. Apa Saja persyaratan KPR di Indonesia ? , Dibawah ini kami coba ulas dengan detail .

Apa Saja persyaratan KPR di Indonesia


Pengertian KPR

KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Dengan menggunakan KPR, nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan uang muka saja. Dengan system seperti ini, tidak diperlukan untuk mengumpulkan seluruh dana di awal.
Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, maka angsuran dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Selain mengumpulkan dokumen untuk syarat dan ketentuan KPR, kita tentunya perlu tahu mengenai biaya prosesnya. Pada umumnya fasilitas KPR, pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya; biaya appraisal, biaya notaris, provinsi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Salah satu permasalahan utama yang masih dihadapi oleh masyarakat di Indonesia adalah mengenai ketersediaan rumah, yaitu kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Upaya untuk menurunkan kesenjangan tersebut telah menjadi salah satu dari sembilan agenda utama Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Presiden telah mencanangkan “Program Nasional Satu Juta Rumah untuk Rakyat” pada tanggal 29 April 2015 dengan target satu juta unit rumah terbangun setiap tahunnya. 

Syarat Syarat KPR

Syarat minimal umur adalah 21 tahun, telah memiliki pekerjaan minimal 1 tahun, Adapun beberapa syarat umum yang wajib anda bawa ke Bank adalah sebagai berikut :

  1. Mengisi Form Aplikasi Kredit dari Bank
  2. Fotokopi KTP Pemohon
  3. Fotokopi KTP Suami/Istri
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Fotokopi Surat Nikah/Cerai
  6. Fotokopi NPWP/ SPT tahunan
  7. Fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap
  8. Asli Slip Gaji satu bulan terakhir/ Surat Keterangan Penghasilan
  9. Fotokopi Rekening Koran atau Tabungan 3 bulan terakhir
  10. Pas Foto Pemohon dan Pasangan (Apabila telah menikah)
  11. Fotokopi Surat Izin Praktek ( Jika memakai nama perusahaan )
  12. Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP ( Jika memakai nama perusahaan )
  13. Fotokopi Sertifikat Hak Guna Bangunan/Hak Milik atau Strata Title
  14. Fotokopi IMB

Kisaran Suku Bunga Bank untuk KPR

Masing masing bank memiliki suku bank yang berbeda, tergantung dari kebijakan bank masing - masing. Selain memperhatikan syarat - syarat pengajuan KPR diatas, anda juga harus bisa memilih Bank mana dengan suku bunga paling rendah yang anda akan pilih nantinya . Berikut ini kisaran Suku Bunga KPR

  • Fixed 2 tahun 8,88% Berlaku Untuk Plafond Rp 250 Jt s.d. Rp 1,5 Milyar untuk debitur fixed income
  • Fixed 3 tahun 8,88% Untuk Nasabah Prioritas Bank BTN atau menggunakan payroll/kolektif ASN/BUMN/TNI-POLRI
  • Fixed 2 tahun  9,49 Berlaku Untuk maksimal kredit di bawah Rp 250 Jt

Cara mendaftar KPR di Bank

  • Ajukan permohonan Kredit KPR ke Bank terdekat 
  • Isi formulir aplikasi permohonan dengan benar dan lengkap 
  • Lengkapi seluruh berkas permohonan Kredit KPR dan serahkan kepada Petugas Loan Service yang ada pada Kantor Cabang.
  • Apabila telah mendapatkan persetujuan kredit, segera persiapkan biaya pra realisasi kredit pada rekening tabungan pemohon.
  • Penandatanganan perjanjian kredit dan akta jual beli , Proses pengajuan KPR yang terakhir adalah tanda tangan akad kredit. Proses ini dilakukan di hadapan notaris di waktu yang sudah ditetapkan. Ada beberapa pihak yang harus hadir saat tanda tangan akad kredit, antara lain: Pihak pembeli (suami dan istri), Wakil dari bank, Pihak penjual, Notaris. Semua pihak tersebut tidak bisa diwakilkan karena harus menunjukkan identitas aslinya ke notaris.

Bank Appraisal

Setelah lolos BI Checking dan berhasil mendapatkan pinjaman dari bank. Tahap selanjutnya adalah proses appraisal untuk menentukan harga dari rumah yang akan kamu beli. Tapi hal itu hanya berlaku buat kamu yang membeli rumah bekas atau rumah baru tapi  developer-nya tidak bekerjasama dengan bank.

Dan pihak bank umumnya akan mengutus petugas untuk menentukan harganya. Untuk proses  appraisal ini pun gak gratis. Calon pembeli rumah harus membayar jasa petugas appraisal yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank.

Lain halnya jika mengajukan KPR ke bank syariah yang tidak memungut bayaran jasa appraisal.

Namun jika kamu membeli rumah lewat developer yang sudah bekerja sama dengan bank, tahapan appraisal ini tidak dipungut biaya. Pasalnya, bank sudah setuju dengan harga rumah tersebut dan tak perlu lagi menilai harga rumah yang jadi obyek jaminan kredit.


Sumber Tulisan kami  ( Apa Saja persyaratan KPR di Indonesia ) :

  1. Moneysmart - Pengajuan KPR? Begini Tahapan dari Awal Hingga Kredit Disetujui Bank
  2. BTN Web - Solusi Miliki Rumah Idaman
  3. Rumah123 - Persyaratan KPR
  4. DijualRumahTanahBali.com - Berita Properti

Belum ada Komentar untuk "Apa Saja persyaratan KPR di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel