Tips membeli rumah dari Developer agar tidak tertipu bro

Setiap orang pasti menginginkan memiliki Rumah sendiri dengan keluarga kecil dan tentu dari hasil jerih payah sendiri. Membeli Rumah adalah impian sebagian besar masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Tips membeli rumah dari Developer agar tidak tertipu bro wajib anda baca sebelum melakukan action pembelian rumah.

Pengembang atau developer memegang peranan penting dalam transaksi properti. Oleh karenanya, sangat penting bagi konsumen untuk lebih selektif saat menjatuhkan pilihan terhadap satu developer ketika hendak membeli properti khususnya rumah.

Apa itu Developer

Developer Property ( Pengembang ) adalah orang atau perusahan yang bergerak di bisnis property sebagai pengembang (pembangun dan pemasar property) baik itu berupa perumahan dalam skala besar maupun kecil.

Untuk menjadi developer property, saat ini pemerintah mewajibkan seseorang atau sekelompok orang menjalankan bisnis sebagai developer property dalam satu wadah dengan legalitas penuh seperti CV ataupun PT (perseroan terbatas).

Tips membeli rumah dari Developer
Tips membeli rumah dari Developer

Tips membeli rumah dari Developer

Berikut ini kami berikan beberapa tips jika anda membeli rumah dari Developer properti :

  1. Ketahui latar belakang developer / perusahaan pengembang nya
    Untuk mengetahui latar belakang dari developer tersebut dapat anda lakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan  :
    • Sejak kapan developer / perusahaan pengembang tersebut bergerak di bidang jual beli rumah ?
    • Lihat dengan jelas lingkungan lokasi yang mau dikembangakan ( cek lokasi ), apakah sudah ada pemetaan Jalan atau paling tidak bakal jalan sudah di urug dan dapat dilalui mobil. perumahan ini umumnya memiliki kawasan yang tertata apik dengan landscape and fasilitas pendukung yang memadai.
    • Yang paling penting adalah, Developer tersebut harus punya kantor. Jangan pernah melakukan transaksi di lokasi tanah, lakukan transaksi Booking Fee lebih baik di kantor developer tersebut. Dan jangan pernah lakukan transaksi dibawah tangan, selalu lakukan transaksi Notarial ( di kantor notaris )

  2. Cek Legalitas Developer tersebut
    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menge cek legalitas developer , dan tentu cek juga legalitas dari lokasi tanah yang akan dijadikan perumahan tersebut. 
    • Pastikan area tanah yang dibangun perumahan telah terbit sertifikat induknya. Sebagai konsumen, Anda berhak menanyakan dan melihat sendiri sertifikat itu. Jika sertifikatnya diagunkan ke bank untuk keperluan proyek tersebut, Anda bisa sedikit cerewet untuk melihat Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan. Sementara bila legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, sangat tinggi risikonya. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya. Developer yang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.
    • Cek apakah developer tersebut sudah terdaftar di REI ( Real estate Indonesia) ,Sangat penting mengecek status keanggota REI utnuk memberikan solusi jika ke depannya Anda menemukan masalah berhubungan dengan pengembang.
    • Coba Browsing di Internet terkait dengan Nama developer ( pengembang ) dan Nama Perumahan yang akan dikembangkan .
    • Perhatikan Bank mana yang diajak bekerja sama dengan Developer tersebut. Anda pasti sudah tahu bank bank mana saja yang tingkat kepercayaan publiknya tinggi. Jika Bank dengan popularitas tinggi sudah mau bekerja sama dengan developer tersebut, kenapa anda tidak.
    • IMB sangat penting guys, Undang-Undang 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mensyaratkan bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Tidak memiliki IMB maka: (1) bangunan bisa disegel oleh pihak berwenang; (2) bangunan tidak bisa di diajukan kredit ke bank; (3) Tidak bisa mengurus peningkatan status SHM.

  3. Perhatikan Sikap Marketing developer tersebut
    Setiap developer biasanya memiliki team marketing, jumlahnya tergantung dari proyek perumahan itu sendiri. Biasanya sikap marketing mencerminkan dari Developer / perusahaan perumahan tersebut. 
    • Perhatikan ketepatan waktu dan kesigapan menangani konsumen. Modal awal adalah ketepatan Waktu dalam janjian ketemuan.
    • Biasanya marketing memberikan sesuatu yang menimbulkan daya tarik pada saat melakukan komunikasi menunjukkan sebuah pengembang memiliki kredibilitas yang tinggi.
    • Tidak mengejar ngejar untuk melakukan Booking Fee
    • Pastikan pengembang tersebut memiliki Rumah Contoh dalam perumahan tersebut. Agar anda bisa melihat real jika blok rumah yang anda pesan sesuai dikemudian harinya
    • Perhatikan perjanjian AJB dan pasal pasal yang dibuat, ada developer yang sanggup mengembalikan Booking fee ( tidak hangus ) jika KPR tidak di approve oleh Bank. Bagaimana hak dan kewajiban developer jika terjadi wanprestasi / keterlambatan penyelesaian rumah. 
Tips membeli rumah dari Developer agar tidak tertipu bro
Tips membeli rumah dari Developer agar tidak tertipu bro

Selain 3 tips membeli rumah dari developer tersebut diatas , kami juga akan share tentang bagaimana proses pembelian rumah dengan menggunakan perusahaan pengembang ( developer ) dan menggunakan KPR rumah.

Proses Jual Beli Rumah

  1. Memilih Rumah dari Developer.
  2.  Membayar Booking Fee untuk memesan rumah.
  3. Mengajukan KPR dan mendapatkan persetujuan kredit dari bank. Tanpa KPR, rumah tidak bisa mulai dibangun oleh developer. Tentu saja, jika membayar dengan tunai, proses ini bisa dilewati.
  4.  Menandatangani Perjanjian Jual Beli (PPJB) dengan developer. PPJB ini penting untuk dibaca karena didalamnya termuat klausul mengenai janji developer soal kapan rumah jadi, proses balik nama sertifikat dan lain- lain. Sampai disini status rumah masih PPJB.
  5.  Rumah selesai. Biasanya setelah 6 bulan sd 1 tahun, proses pembangunan rampung dan rumah siap ditempati.
  6.  Proses pemecahan sertifikat HGB developer yang dilakukan setelah rumah jadi. Pemecahan harus dilakukan terlebih dahulu supaya sertifikat bisa dibalik nama ke pembeli
  7.  Dilakukan Akta Jual Beli (AJB) dengan notaris.
  8. Balik nama sertifikat HGB developer ke pembeli.
  9.  Meningkatkan  status menjadi Sertfikat Hak Milik (SHM)

KESIMPULAN : Ingat selalu berhati hati dalam melakukan pembelian rumah dari developer. Jika anda sudah membaca artikel kami diatas, Insyaallah , aman terkendali . Masukan dan saran nya bisa anda tulis pada kolom komentar dibawah ya

Belum ada Komentar untuk "Tips membeli rumah dari Developer agar tidak tertipu bro"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel