APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi

Dikutip dari Rumah.com, APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi . Sekjen DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (APERSI) Daniel Djumali mengatakan, Kementerian PUPR perlu menambah kuota tersebut.  Paslanya jika dibandingkan dengan realisasi program satu juta rumah pada 2018 telah mencapai 279.000 unit bagi MBR.

“Jadi, pemerintah (PUPR) perlu menambah kuota rumah subsidi menjadi paling sedikit 350.000 unit rumah subsidi/FLPP/SSB bagi MBR. Perhitungannya 279.000 unit ditambah 25% kenaikan target,” jelasnya Rabu (29/5/2019).

Pengembang mengusulkan untuk menambah kuota rumah subsidi dari alokasi tahun ini sebanyak 147.000 unit bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejalan dengan terbitnya PMK 81/2019.

APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi

Terbitnya PMK tersebut membuat konsumen rumah sederhana merasakan dampak pembebasan PPN PPH final 1%, mulai 4 Juni 2019. Harga patokan harga rumah subsidi FLPP/SSB diatur sesuai dengan Permenkeu 81/2019 tetapi untuk realisasi akad KPR subsidi di bank-bank pelaksana sesuai PMK tersebut masih menunggu Keputusan Menteri PUPR.
APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi
APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menegaskan bahwa PMK akan akan berlaku 15 hari kerja ke depan setelah ditetapkan pada tanggal 20 Mei 2019 lalu.

Selain itu, apersi juga mengharapkan dengan terbitnya aturan tersebut, para pengembang yang saat ini menunda, memperlambat, atau mengurangi pembangunan rumah subsidi, dapat meningkatkan pasokan rumah subsidi bagi MBR. Hal itu supaya mencapai target pemerintah membangun 1,25 juta rumah pada 2019.

Rumah Subsidi

Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan bahwa PMK yang baru memang bisa berkontribusi untuk mengurangi backlog. Namun, persoalan lain yang muncul adalah keterbatasan dana subsidi. Pasalnya aturan tersebut baru mulai berlaku pada pertengahan tahun ini.

Totok juga menilai masih aada satu poin yang belum sesuai dengan harapan asosiasi. Hal itu terkait dengan zonasi dan harga jual. Awalnya, REI meminta ada tiga daerah khusus yakni Yogyakarta, Bali, dan Papua yang daerah pegunungan tetapi dalam masih dijadikan satu sesuai dnegan aturan yang lama. Wilayah-wilayah pegunungan itu, kata dia membutuhkan waktu dan biaya pengiriman material yang lebih besar.

Selain itu, lanjut Totok, asosiasi juga mengusulkan insentif lain berupa asuransi KPR oleh pemerintah melalui Jamkrindo. Kondisi tersebut berkaca pada bencana gempa di NTB dan Palu tahun lalu yang memerlukan penanganan khusus.

Sejumlah perbankan hanya menangguhkan kredit jatuh tempo tetapi tidak ada kejelasan setelah jauth tempo relaksasi.

Sumber Tulisan : Rumah.com
https://www.dijualrumahtanahbali.com/2019/06/apersi-tambahan-kuota-rumah-subsidi.html

Belum ada Komentar untuk "APERSI Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel