Cara membangun Rumah Tahan Gempa

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat reruntuhan bangunan rumah, pemerintah bersama dengan membuat buku panduan mengenai “Persyaratan Pokok Rumah yang Lebih Aman”, Cara membangun Rumah Tahan Gempa.

Buku ini merupakan hasil kerjasama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Panduan ini sudah diterapkan di Yogyakarta, Padang, dan Bengkulu saat pembangunan dan rekonstruksi pasca gempa.

Iman yang merupakan salah satu penulis, mengemukakan harapannya agar poster atau buku saku ini bisa dipajang di setiap desa atau kelurahan, sehingga masyarakat yang ingin membangun rumah dapat mencontoh.

“Jadi ketika ada masyarakat yang ingin membangun tipe rumah tembok ada guide, mencampur semen satu ember pasirnya harus empat ember. Biasanya masyarakat berlebih mencampur pasir,” tutur Iman.


Cara membangun Rumah Tahan Gempa

Bahan Bangunan

a. Campuran beton: 1 ember semen, 2 ember pasir, 3 ember kerikil, dan setengah ember air.

Ukuran kerikil juga harus diperhatikan. Kerikil yang baik memiliki ukuran maksimum 2 milimeter, dengan gradasi yang baik.
Gunakan semen tipe 1.
Penambahan air juga dilakukan sedikit demi sedikit, serta disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak encer dan tidak terlalu kental).
b. Mortar : 1 ember semen, 4 ember pasir, dan air secukupnya

c. Fondasi: terbuat dari batu kerikil atau batu kali yang keras.

d. Kayu yang digunakan harus berkualitas baik, keras, berwarna gelap, tidak ada keretakan, dan lurus.

Struktur Utama


Panduan membangun rumah

Bahan Bangunan

a. Campuran beton: 1 ember semen, 2 ember pasir, 3 ember kerikil, dan setengah ember air.

Ukuran kerikil juga harus diperhatikan. Kerikil yang baik memiliki ukuran maksimum 2 milimeter, dengan gradasi yang baik.
Gunakan semen tipe 1.
Penambahan air juga dilakukan sedikit demi sedikit, serta disesuaikan agar beton dalam keadaan pulen (tidak encer dan tidak terlalu kental).
b. Mortar : 1 ember semen, 4 ember pasir, dan air secukupnya

c. Fondasi: terbuat dari batu kerikil atau batu kali yang keras.

d. Kayu yang digunakan harus berkualitas baik, keras, berwarna gelap, tidak ada keretakan, dan lurus.

Struktur Utama Rumah

Cara membangun Rumah Tahan Gempa
Cara membangun Rumah Tahan Gempa


a. Ukuran minimum fondasi: Jika keadaan tanah cukup keras, fondasi batu dapat dibuat dengan ukuran:

Lebar atas: minimal 30 sentimeter
Lebar bawah: minimal 60 sentimeter
Ketinggian: minimal 60 sentimeter
b. Balok pengikat/slof

Ukuran balok: 15 x 20 sentimeter
Tulangan utama: 10 milimeter
Tulangan begel: 8 milimeter
Jarak tulangan begel: 15 sentimeter
Tebal selimut beton: 15 sentimeter
c. Spesifikasi Kolom

Ukuran kolom: 15 x 15 sentimeter
Tulangan utama baja: 10 milimeter
Tulangan begel baja: 8 milimeter
Jarak antar begel: 15 sentimeter
Tebal selimut beton dari sisi terluar: 15 milimeter.
d. Balok Pengikat/Ring

Atap Rumah


Konstruksi atap Pembangunan Rumah Aman Gempa
a. Bingkai ampig: terbuat dari struktur beton bertulang, dengan ukuran 15 x 12 sentimeter.

b. Ampig terbuat dari susunan bata dengan komposisi adukan 1 semen : 4 pasir, dan diplester.

c. Pada bagian gunung gunung atau ampig terbuat dari pasangan bata yang diplester.

Tulangan utama: 10 milimeter
Begel: 8 milimeter
Tebal selimut beton 1 sentimeter
d. Bahan ringan seperti papan dan GRC (Glassfiber Reinforced Cement) dianjurkan untuk meminimalisir dampak jika ampig roboh.

Dinding Rumah


a. Diameter angkur: 10 milimeter, dipasang dengan panjang 40 sentimeter setiap 6 lapis bata.

b. Dinding dilester dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir dengan tebal 2 sentimeter.

c. Luas area tembok maksimum 9 meter persegi.
Sumber : kompastv

Belum ada Komentar untuk "Cara membangun Rumah Tahan Gempa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel