Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mafia Properti di Bali Tertangkap

Mafia Properti di Bali Tertangkap, berita tertanggal 2019/10/23 21:27:01 WIB, Mafia Properti Bodong di Bali Ditangkap, Rugikan Korban Ratusan Juta penulis : Aditya Mardiastuti - detikNews

Jakarta - Polisi membongkar kasus mafia properti di Bali dengan modus menawarkan investasi proyek villa di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Kerugian akibat proyek bodong ini mencapai ratusan juta rupiah.

Mafia Properti di Bali Tertangkap

Mafia Properti di Bali Tertangkap

Kasus ini dilaporkan 27 Mei 2019 dengan nomor polisi LP/207/V/2019/SPKT. Antara tersangka Lukas Pattinasarany (44) dan korban Eka Harsana sempat mengikat akta jual beli pada 27 Juli 2017 lalu.

"Telah dilakukan pembayaran DP serta angsuran sebesar Rp 387,5 juta. Namun, sampai saat ini pembangunan villa belum dilaksanakan," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Kasus itu bermula pada Mei 2017, pelapor Eka Harsana dihubungi lead marketing perumahan Anaya Village Pecatu, Liliek Setianingsih Soetjipto untuk menghadiri undangan Sabtu (20/5/2017). Dari undangan itu pelapor diundang bertemu dengan Lukas Pattinasarany selaku pemilik PT Anaya Graha Abadi.

"Pelapor diberi brosur perumahan yang akan dibangun dengan harga perunit seharga Rp 1,125 miliar. Kemudian pelapor membeli dua unit villa dan telah membayar sebesar Rp 387,5 juta, kemudian pelapor dipangil oleh terlapor PT Anaya Graha Abadi milik Lukas Pattinasarany untuk penandatanganan perikatan jual beli di hadapan notaris I Wayan Suwitrayasa," jelasnya.

Properti di Bali

Sekitar setahun berselang, proyek pembangunan itu tak kunjung dibangun. Akhirnya Eka Harsana melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Pelapor pada 17 September 2018 mengecek lokasi pembuatan villa tersebut ternyata proyek pembuatan villa tidak berjalan dan belum ada bangunan alias fiktif. Atas kejadian tersebut pelapor Eka Harsana mengalami kerugian sebesar Rp 387,5 juta dan melaporkan ke Ditreskrimum Polda Bali," jelas Andi.

Barang bukti yang diamankan polisi yaitu PPJB pembelian atas nama Rustam dan Eka Harsana, kuitansi pembayaran unit villa, bukti transfer pembayaran unit villa, dan surat pelunasan unit villa. Andi mengatakan saat ini Lukas Pattinasarany sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"(Penetapan tersangka) Hari ini dan dilanjutkan penahanan," tutur Andi.

Atas perbuatannya Lukas Pattinasarany dijerat dengan pasal 378 KUHP.
(ams/jbr)

Sumber : https://news.detik.com/

Posting Komentar untuk "Mafia Properti di Bali Tertangkap"