Dampak Corona Terhadap Bisnis Properti Bali

Dunia sedang menangis, Indonesia dan beberapa negara lainnya sudah terkena penularan Virus Corona ( Covid - 19 ) , pasti ada Dampak Corona Terhadap Bisnis Properti Bali . Dunia tengah digunjang oleh penyebaran wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) yang penyebarannya sangat cepat antar manusia dan hingga saat ini tidak ada negara yang kebal terhadap pandemi ini.

Virus yang muncul pertama kali dari Kota Wuhan, Cina, ini juga tentunya berdampak pada sektor properti nasional terlebih dengan berbagai kebijakan yang berbeda-beda di setiap wilayah mulai lockdown hingga pembatasan interaksi antar manusia.

Dampak Corona Terhadap Bisnis Properti Bali

Kontraksi pasti ada, dampak pasti ada, tidak hanya pada bisnis properti , semua bisnis yang ada di muka bumi ini mengalami hal yang serupa, tapi kami melihat sektor properti ini merupakan sektor riil dan nyata yang menyentuh langsung ke pasar dengan kalangan MBR hingga menengah yang menjadi penopang karena besarnya kebutuhan kalangan ini akan hunian. Ada atau tidak adanya virus orang akan tetap cari hunian, hanya pada situasi ini menjadi lebih berhati-hati,

Antisipasi sangat penting karena masalah virus ini kita tidak tahu seberapa lama dan seberapa besar efeknya khususnya untuk perekonomian. Kita berharap tidak sampai terjadi lockdown karena itu antisipasi maupun keputusan pemerintah harus yang terbaik karena kita pelaku usaha pasti akan mengikuti keputusan pemerintah itu

Sebelum adanya pandemi Corona, kinerja sektor properti sebenarnya sudah mulai menunjukkan tren yang positif setelah beberapa tahun belakangan ini cenderung stagnan.

Namun, pandemi virus Corona menyebabkan kinerja sektor properti kembali meredup. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih dalam di sektor properti, pemerintah telah memberikan stimulus.

Presiden Jokowi pada Selasa (24/3/2020) mengumumkan bahwa salah satu stimulus yang diberikan pemerintah adalah menambah kuota rumah subsidi dengan menyiapkan anggaran Rp1,5 triliun.

Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan menyatakan sentimen virus Corona ini telah memperlambat ruang gerak transaksi jual beli properti dan mempengaruhi psikologis calon pembeli end user dan investor yang saat ini lebih memprioritaskan pada hal-hal yang lebih primer.

Antisipasi sangat penting karena masalah virus ini kita tidak tahu seberapa lama dan seberapa besar efeknya khususnya untuk perekonomian.

Kita berharap tidak sampai terjadi lockdown karena itu antisipasi maupun keputusan pemerintah harus yang terbaik karena kita pelaku usaha pasti akan mengikuti keputusan pemerintah itu


Kondisi Virus Disease Corona Covid 19 di Bali

Per tanggal 2 April 2020

Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Bali, yang juga bertindak selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra menyampaikan perkembangan terbaru virus covid-19 di hadapan awak media.

Tentang perkembangan kasus dapat dilaporkan bahwa pada sore hari ini ada tambahan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang terdiri dari 1 orang WNA dan 8 orang WNI. Total 166 orang.

Kemudian untuk hasil uji lab nya dapat saya laporkan bahwa hari ini tidak ada penambahan kasus yang positif dari jumlah komulatifnya masih tetap 25 orang sama dengan kemarin.

Sedangkan untuk yang negatif ada penambahan sebanyak 15 orang. kabar yang menggembirakan tetap kami informasikan kepada masyarakat bahwa hari ini ada 1 orang yang sembuh yakni warga negara Indonesia asal Bali . sehingga secara komulatif pasien yang sembuh adalah 11 orang terdiri dari 2 WNA dan 9 WNI.

Langkah Penanganan Corona di Bali

Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas juga menyampaikan update langkah penanganan Covid19, antara lain:Mulai

kemarin sore satgas juga melakukan tindakan yang lebih ketat lagi dalam menjaga pintu masuk kita. Di Bandara Ngurah Rai Satgas telah melakukan tindakan rapid test kepada para pekerja migran yang pulang dari luar negeri dari negara mana pun berasal, sudah membawa sertifikat sehat atau belum,

semuanya kita lakukan tindakan pemeriksaan menggunakan rapid test untuk memastikan yang masuk melalui pintu bandara Ngurah Rai, kawan-kawan kita, adik-adik kita, saudara kita semuanya dalam keadaan sehat.

kemudian pintu masuk kita di Gilimanuk mulai kemarin kita juga melakukan rapid test terutama sekali bagi mereka yang datang dari daerah-daerah terjangkit.

Diinformasikan juga bahwa mulai tanggal 22 Maret 2020 sampai sore ini tanggal 2 April 2020 jumlah pekerja migran yang kembali pulang sebanyak 3.481 orang, semuanya ini telah diperiksa kesehatannya, telah diberikan Surat Keterangan Sehat dan himbauan untuk karantina di rumah .

Telah dilakukan penambahan logistik dalam upaya penguatan penanganan covid-19. Hari ini kita mendapatkan tambahan suplai logistik yakni 7.500 APD dan 35.000 masker.

Para pemimpin agama, semuanya bersama-sama melaksanakan doa untuk mendoakan Bali agar selamat. Jadi kita menghadapi covid-19 di Bali dalam 2 dimensi, sekala dan niskala.

Ketua Satgas juga menanggapi pertanyaan dari rekan-rekan media yang mewakili pertanyaan dari masyarakat, antara lain:

Dampak Ekonomi Bali

Mengenai Dampak ekonomi, dimana Pemprov Bali tentunya telah mengatensi hal tersebut, seperti ketersediaan pangan masyarakat. Pangan saat ini dalam posisi aman. Demikian juga di pasar, kondisi harga juga terkendali. Kepala bulog juga melaporkan, persediaan beras cukup untuk antisipasi dampak dari merebaknya covid-19. Secara umum, cadangan beras bulog cukup , produksi dan ketersediaan pangan d pasar cukup, dengan harga terkendali. Potensi gangguan keamanan juga sudah dipetakan dengan baik oleh Kapolda dan jajarannya. Kami menyadari banyak yang kehilangan pekerjaan, berkurang pendapatannya akibat covid-19 ini. Jadi kita antisipasi juga dampak-dampaknya pada gangguan keamanan.

Mudik Hari raya

Terkait dengan mudik, dimana Kebijakan Pemprov Bali mengikuti arah Kebijakan Nasional. Instruksi gubernur yang saya sebutkan tadi nuansanya pembatasan tapi bukan pelarangan.

Terkait spanduk penolakan untuk menerima pekerja migran Bali di suatu daerah oleh oknum di masyarakat, saya jelaskan kepada masyarakat Bali para pekerja kapal pesiar ini adalah anak-anak kita semuanya.

Mereka adalah orang-orang yang mencari pekerjaan di luar karena kita tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup kepada mereka, kepada anak-anak kita seandainya saja pemerintah provinsi Bali Pemerintah kabupaten kota bisa menyediakan lapangan kerja yang cukup dengan penghasilan yang cukup Saya yakin anak-anak kita tidak akan pergi sampai bekerja jauh meninggalkan orang tuanya.

Mereka orang-orang yang ulet, pekerja tangguh. Mereka disebut oleh pemerintah sebagai pahlawan devisa, mereka juga adalah penopang ekonomi keluarga, mereka adalah orang yang juga mengambil inisiatif untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat Bali dengan bekerja diluar.

Saya ingin mengatakan ketika peristiwa ini terjadi, seharusnya kita dengan penuh kesadaran Nurani menyambut uluran tangan anak-anak kita yang pulang.

Saya tegaskan sesungguhnya tidak perlu pekerja migran ini ditakuti karena hasil tes yang kami lakukan selama ini baik yang dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai maupun di tempat karantina hampir semuanya negatif.


Sumber Artikel : Dampak Corona Terhadap Bisnis Properti Bali





Belum ada Komentar untuk "Dampak Corona Terhadap Bisnis Properti Bali"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel