Tips Hukum dalam Membeli Tanah Bangunan

Untuk pemula yang baru akan membeli tanah dan atau bangunan, berikut ini Tips Hukum dalam Membeli Tanah Bangunan , agar tidak terjadi kegagalan atau kerugian yang besar kepada anda dalam proses pembelian properti di Bali

Untuk menghindari kegagalan dalam transaksi jual-beli tanah, ada beberapa hal yang secara hukum perlu diperhatikan, antara lain: status hak atas tanahnya, sertifikat tanah, luas tanah dalam surat ukur, pemilik tanah dan penjual, dan pembuatan PPJB untuk melindungi pembayaran harga tanah.

Tips Hukum dalam Membeli Tanah Bangunan 

Yuk tonton Video dibawah ini :

Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Tanah dan Bangunan ini berisi draf perjanjian untuk mengikat calon penjual dan calon pembeli Tanah dan Bangunan, yang untuk pada saatnya nanti melakukan penjualan Tanah dan Bangunan tersebut serta pelunasan harganya berdasarkan Akta Jual Beli (AJB). Draf perjanjian ini di dalamnya mengatur tentang:


  • Pengikatan Jual Beli
  • Hak dan Kewajiban Calon Penjual dan Calon Pembeli
  • Deskripsi Tanah dan Bangunan
  • Harga Tanah dan Bangunan dan Cara Pembayaran Serta Biaya Lainnya
  • Denda Keterlambatan Pembayaran
  • Larangan
  • Pernyataan dan Jaminan Calon Penjual
  • Pengakhiran Perjanjian
  • Force Majeure
  • Adendum
  • Penyelesaian Perjanjian
Nah untuk lebih jelasnya dalam hal ini , Draf Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dapat anda dapatkan di Kantor Notaris terdekat .

Sumber : legalakses.com

Jika anda memiliki masukan atau saran, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini ya : 

Belum ada Komentar untuk "Tips Hukum dalam Membeli Tanah Bangunan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel