Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Hal Yang Akan Menjadi Tuntutan Untuk Sektor Perkantoran Di Masa Pandemi

       

 

Berbagai Hal Yang Akan Menjadi Tuntutan Untuk Sektor Perkantoran Di Masa Pandemi

          Seiring berjalannya pemulihan kota-kota di seluruh dunia terkait pandemi Covid-19, pusat-pusat bisnis atau kawasan CBD akan menciptakan ruang kerja yang lebih efisien dengan tetap menghasilkan produktifitas yang tinggi. Dimana, sisi lain produktifitas tersebut harus  mencerminkan standar kesehatan dan kesejahteraan yang tinggi Hal ini tercermin dari laporan terbaru JLL, sebuah perusahaan konsultan dan manajemen properti terkait benchmarking cities and real estate. Menurut Jeremy Kelly, Lead Director, Global Research JLL, ada berbagai matrik dan indikasi untuk mengukur pengalaman manusia yang semakin penting bagi keberlangsungan perusahaan maupun untuk sebuah kota. Maka disini akan kami bahas tentang Berbagai hal yang akan menjadi tuntutan untuk sektor perkantoran di Masa Pandemi

        “Protokol menjaga jarak tentunya akan berakhir pasca pandemi dan perusahaan akan semakin banyak menghadapi desakan untuk memikirkan kembali denah ruang kantor mereka. Survei global JLL menunjukan, 37 persen pekerja tetap mengharapkan lingkungan kerja yang berjarak di masa depan,” ujarnya. Laporan bencharmking cities and real estate tersebut juga menyebutkan, kebutuhan bisnis untuk memantau pemanfaatan ruang maupun kepadatan ruang kantor bisa membantu menentukan kebutuhan ruang kantor di masa depan.

        Selanjutnya saat nanti kita memasuki siklus pemulihan berikutnya, besar harapan untuk perkantoran di kawasan bisnis bisa kembali menjadi pusat sosial dan bisnis yang telah beradaptasi sehingga bisa mengakomodasi cara ataupun keinginan orang untuk bekerja dan hidup di masa depan. Di sisi lain, sebelum adanya pandemi sekalipun ada kecenderungan untuk mengurangi kepadatan tempat kerja dan karena itu harapan terhadap perkotaan terbagi menjadi tiga kelompok. Destinasi outsourching proses bisnis Manila dan Bengaluru, kebutuhan bisnis dan penggunaan ruang yang intensif telah mendorong kepadatan hingga serendah 7 m2 per orang. Kemudian mega-hub yang tengah berkembang seperti Jakarta dan Mumbai yang menyediakan bisnis untuk pasar nasional yang besar dan berkembang mengharapkan kepadatan 9-11 m2 per orang.

        “Perusahaan di Indonesia harus beradaptasi dengan perubahan cara kerja dan memiliki strategi untuk  mengakomodasi kebutuhan pasca pandemi mengingat ruang perkantoran akan tetap berperan sebagai pusat kolaborasi dan sosialisasi bagi para karyawannya,” katanya. Dalam pemulihan pasca pandemi, beberapa tahun ke dapan akan menjadi sangat penting ketika perusahaan dan kota menetapkan dan bekerja bersama menuju target keberlanjutan yang ambisius. Memahami bagaimana pemanfataan ruang dan matrik kepadatan okupansi bisa berdampak pada konsumsi energi dan air  serta limbah menjadi semakin penting.

        “Kepadatan okupansi yang lebih ketat biasanya juga beratri biaya dan konsumsi energi yang lebih rendah per orang. Skenario berkelanjutan di masa depan ini perlu menjadi pertimbangan terkait pertukaran antara kepadatan dan efisiensi yang akan diberlakukan,” imbuh Yunus.

 

Sumber : Rumah.com

 

 

 

Untuk saran dan masukan bisa mengisi Kolom Komentar di bawah Ngih Guys :)

Posting Komentar untuk "Berbagai Hal Yang Akan Menjadi Tuntutan Untuk Sektor Perkantoran Di Masa Pandemi"