Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dampak PPKM Darurat terhadap sektor properti

Seperti apa yang kami kutip dari Rumah.Com – Dampak PPKM Darurat terhadap sektor properti, PPKM darurat yang diterapkan pemerintah di Jawa dan Bali akan kembali memberikan kontraksi untuk sektor properti. 

Kalangan investor yang menjadikan properti sebagai instrumen investasi akan menunggu situasi yang lebih baik untuk kembali masuk ke pasar. Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah pada 3-20 Juli 2021 di wilayah Jawa-Bali untuk mengurangi penularan Covid-19 telah mengundang banyak reaksi dari  berbagai kalangan. 

Dampak PPKM Darurat terhadap sektor properti

Untuk sektor properti, penerapan PPKM darurat ini dipastian akan memberikan dampak yang besar. menurut Director Capital Market & Investment Services Colliers Indonesia Steve Atherton, meningkatnya infeksi virus Covid-19 telah meningkatkan juga ketidakpastian terkait pemulihan perekonomian dan juga pasar properti secara nasional dari sebelumnya kita sempat optimistis pandemi ini akan segera berakhir setelah dimulainya program vaksin.

Dampak PPKM Darurat terhadap sektor properti

“Kebijakan PPKM akan kembali memberikan dampak ketidakpastian yang lebih besar untuk periode yang lebih lama dan hal itu akan kembali berakibat memburuknya kinerja untuk beberapa sektor properti khususnya pariwisata dengan industri perhotelan, ritel, food and beverage (F&B), penyewaan kantor, hingga penjualan apartemen,” ujarnya.

Berbagai pembatasan aktivitas masyarakat melalui penerapan PPKM darurat akan kembali memperburuk tekanan pada profitabilitas dan kelangsungan bisnis properti. 

Akibatnya sektor properti akan kembali mengalami tekanan dan penurunan yang tajam pada tingkat penjualan maupun tingkat keterisian hotel, perkantoran, maupun ritel.

Kalangan investor yang mengandalkan pendapatan dari harga sewa (capital yield) maupun harga jual kembali (capital gain) akan terganggu karena pandemi ini. 

Akhirnya diskon maupun diturunkannya harga jual yang lebih besar lagi harus dilakukan karena penyerapan pasar yang lambat. Berbagai pembatasan ini juga akan membuat kalangan investor semakin berhati-hati dalam menentukan investasi propertinya

Bisnis properti menjadi sangat terlokalisasi karena pertemuan maupun kontak dengan orang lain sangat dibatasi dan ini membuat optimisme pasar kembali tertahan. “Investor tentunya akan sangat selektif untuk melakukan aksi bisnisnya terkait akusisi dan memilih aset produk yang paling aman. 

Untuk itu diperlukan proses yang lebih dalam terkait keuangan, melihat potensi pasar, dan itu semua bisa dilakukan dengan bantuan teknologi yang semakin berkembang sehingga berbagai potensi untuk sektor properti tetap bisa diraih,” beber Steve.

Sumber : Rumah.com

Saran dan masukan dari para Suhu properti sangat kami perlukan pada kolom komentar, bagaimana dampat pandemi covid 19 ini terhadap sektor properti yang anda geluti selama ini . 

Posting Komentar untuk "Dampak PPKM Darurat terhadap sektor properti"