Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tips Membeli Rumah Subsidi di Bali

Bagaimana tips membeli rumah subsidi di Bali? Tips awal-nya adalah anda berada pada golongan berpenghasilan kecil tiap bulannya. Ini yang menjadi tips dasar agar bisa membeli rumah subsidi. Karena ini, rumah subsidi sangati diminati orang yang berpenghasilan kecil setiap bulannya.

ilustrasi-rumah-subsidi
Sumber:bali.tribunnews.com
 

Bagi mereka yang berpenghasilan di bawah 8 juta, masih bisa mendapatkan KPR bersubsidi alias rumah bersubsidi, baik rumah tapak atau susun. Hanya saja, syarat berikutnya seperti tidak untuk kalangan lebih bawahnya yaitu memiliki surat pajak seperti NPWP dan PPh.

Konon, banyak golongan kecil terhambat masalah pengajuan KPR di bank walaupun entah di dalam hal apa terhambatnya. Tentunya,hal ini yang tidak diinginkan.

Anggap saja, anda sudah memiliki syarat untuk bisa membeli rumah subsidi yang sangat diminati. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa jadi penting untuk dijalankan:


1. Mengetahui Pengembang Untuk Bisa Dipercaya

Banyak pengembang atau developer yang ikut serta dalam proyek. Ya, kalau bukan para developer, siapa yang mau membangun rumah subsidi. Hanya saja, anda perlu hati-hati. Jangan sampai menemui developer yang hanya memanfaatkan uang mukanya saja, tetapi ternyata bodong.

Perhatikan tentang kapan selesai pembangunan rumah. Biasanya satu tahun. Tentunya, pengembang memiliki proyeksi rumah subsidi untuk kepastian pembangunan. Pemesan pun merasa percaya dengan hasil akhirnya.

2. Jangan Jauh Dari Tempat Kerja

Tujuan membeli rumah subdisi dikarenakan ada kendala biaya. Bila membeli rumah justru jauh dari tempat kerjanya, bisa menyebabkan pengeluaran menjadi besar. Alangkah baiknya dan memang harus, anda membelis rumah subsidi yang masih berada dekat dengan tempat anda bekerja.

Di wilayah Bali sendiri, banyak properti rumah subsdi di wilayah Tananan. Pastikan, bagaimana kondisi pekerjaan anda bila memutuskan mengambil rumah di Tabanan.

3. Siap Dalam Rencana Keuangan Membayar Jangka Panjang

Hal ini berurusan dengan biaya kredit yang cicicilanya bisa dalam waktu sangat lama. Untuk harga rumah di Bali sendiri harga rumah ada yang 148 juta. Dengan uang muka 1% dari total harga, bisa diangsur dengan 1 juta per bulan selama 20 tahun.

Dengan harga dan cicilan seperti itu, banyak warga Bali yang berminat. Paling banyak, warga dari Denpasar dan Badung yang berminat. Padahal, lokasi rumah subsidi ada di Tabanan.

Masalahnya, apakah siap membayar dengan cicilan selama itu? Bagi kalangan bawah yang pengasilanya di bawah 2 juta, tentunya harus mencicil selama itu.

4. Membeli Rumah Yang Dirancang Dengan Pondasi Kokoh

Lebih baik anda meninjau langsung bagaimana kondisi sebenarnya pembangunan rumah. Walaupun anda sudah melihat proyeksi bangunan, hal ini belum cukup. Bisa saja anda belum menemukan pengembang terpercaya pada rumah subsidi di lokasi yang anda inginkan.

Di lapangan, anda bisa,

  • memeriksa kedalaman pondasi,
  • memeriksa kondisi kekerasan tanah,
  • memeriksa besi yang dipakai pondasi dan tiang, dan
  • melihat batu-batuan sebagai pelengkap pondasi


5. Apakah Rumah Subsidi Ada Pengalihan Kepemilikan Properti?

Membeli rumah subsidi yang terbilang murah juga harus memikirkan kesempatan untuk menjual kembali. Apakah bisa ada pengalihan nama untuk kepemilikan properti? Hal ini penting diperhatikan, karena tidak semua orang bisa mensetap jangka panjang di suatu wilayah.

Kalaupun ada, kemungkinan perlu ada pelunasan secepatnya bila ingin mengalihkan kepemilikan properti..

6. Bagaimana Jarak Tempat Ibadah yang Berbeda Di Bali?

Mungkin, agama pembeli ada yang berbeda dengan mayoritas warga Bali sekalipun sama-sama orang Bali. Sekalipun berbeda, perlu juga memperhatikan lokasi tempat ibadah, seperti gereja dan masjid. Biasanya, ada hari khusus yang mengharuskan ke tempat ibadah tertentu.

7. Pastikan Kondisi Rumah Subsidi Aman dari Banjir

Pengembang sepertinya tidak mau rugi dengan menambah bangunan tembok untuk mencegah banjir masuk ke area perumahan. Jelas, mereka cuma berfokus memanfaaatkan tanah untuk bisnis properti rumah subsidi. Kalau rumah sudah dijual, mereka bisa saja lepas tangan.

Maka dari itu, anda bisa memilih lokasi yang dikenal tidak rawan banjir. Atau, setidaknya tahu proyeksi penghalau banjir.

Posting Komentar untuk "7 Tips Membeli Rumah Subsidi di Bali"