Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resiko Investasi di Bidang Properti

Sebelum membahas resiko investasi di bidan properti, perlu dijelaskan telebih dahulu apa yang dimaksud properti di pembahasan ini. Properti yang dimaksud adalah bangunan, gedung atau hunian. Sedangkan, tanah yang bisa jadi bagian properti tidak memasuk dalam pembahasan resiko investasi di bidang properti

resiko investasi
Sumber: Liputan6.com

 

Bangunan dan tanah memiliki karakter yang berbeda. Salah satu perbedaan adalah tanah tidak mudah rusak. Kalaupun rusak, hanya karena persoalan pemanfaatan tanahnya bukan karena hamparan tanahnya. Sedangkan bangunan bisa rusak apalagi dirusak dengan sengaja. Inilah yang menyebabkan ada perbedaan resiko dalam investasi properti.

Karena itu, pembahasan lebih lanjut berfokus pada resiko pada bangunan, gedung atau hunian.

1. Ketidakpastikan Kondisi Pasar Properti

Kondisi pasar properti yang seperti apa yang memiliki ketidakpastian?  Tentunya, tidak semua jenis properti memiliki karakter yang sama.

Bila membeli rumah di wilayah strategis perkotaan, pusat bisnis, tentunya akan bersaing dengan apartemen. Kondisi pasar di wilayah ini lebih dominan dalam pembangunan apartemen. Rumah bisa jadi sulit dijual. Konon, apartemen jauh lebih murah dari rumah karena memang tidak ada pembelian tanah. Tetapi, apakah menjamin investasi apartemen lebih menguntungkan di 10 tahun mendatang dijual?

Maka dari itu, sebelum melakukan investasi properti demi mendapatkan keuntungan di tahun berikutnya, perlu sebuah analisis mendalam. Perlu juga memperhatikan kepentingannya. Hal ini untuk menghindari atau melindungi harga jual karena ketidakpastian pasar.

2. Lokasi Properti Menurunkan Harga

Tidak semua lokasi yang buruk atau tidak bagus memiliki resiko investasi yang besar. Karena lokasi buruk, otomatis harga jual tanah atau properti pun rendah atau tidak mahal dari harga di lokasi lainnya. Hal ini sudah umum dalam jual-beli properti.

Apakah harga jual bisa mahal bila properti di lokasi yang sepi, di plosok? Tentu tidak.

Resiko investasi properti yang perlu dihindari adalah lokasi yang bisa menurunkan harga properti. Seorang developer membangun banyak properti di lokasi yang salah bisa menyebabkan sedikit peminat. Bila sedikit peminat, developer harus menurunkan harga properti demi terjualnya properti.

Tetapi, kalau sekedar investasi properti di lokasi yang salah, dengan harga murah, tidak sampai merugikan pembeli properti. Ketika properti dijual kembali, masih bisa ada kenaikan harga. Sedikit nilai resiko investasinya.

3. Tidak Berhasil Mendapat Penyewa Rumah

Bila membeli rumah untuk kegiatan menyewa atau mendapatkan pasif income, biaya liabilitas atau beban sudah dalam dianggap kerugian. Sehingga, resiko investasi properti sudah di depan mata. Semakin lama terjadi kekosongan properti, kerugiannya akan semakin banyak. Karena beban pajak, listrik dan lainnya terus berjalan.
 
Ada baiknya, bila ingin menjadikan investasi properti sebagai penghasilan pasif income dari penyewaan properti, harus melihat lokasi, seberapa banyak properti sewaan dan peminatnya di sebuah lokasi?

4. Mendapat Penyewa Yang Merugikan

Penyewa yang merusak properti sewaan ini bisa menjadi resiko investasi dalam bidang properti. Begitu juga penyewa yang memang menunggak tidak membayar berbulan-bulan, bisa menjadi resiko investasi properti.

Tetapi, kebanyakan resiko investasi memiliki jalan keluar untuk meminimalisir sebuah resiko. Ada baiknya, anda membuat surat perjanjian mengenai penjagaan atas properti dan juga aturan pembayaran.

5. Membeli Properti Yang Tidak Diketahui Keburukannya

Membeli properti yang rusak, bisa menjadi investasi properti yang lumayan bagus asalkan harga jualnya sesuai kondisi propertinya. Tetapi membeli properti yang kelihatan bagus, dengan harga jualnya yang mahal, padahal kondisi di dalam propertinya banyak kerusakan, ini menjadi sebuah keburukan dan kerugian dalam pembelian properti.

Membeli properti memang selalu menghadapi resiko kualitas properti. Biasanya, ini faktor kelalaian pembeli properti itu sendiri yang tidak mau menyediakan waktu untuk menengok sebelum terjadi kesepakatan. Atau, pembeli mengandalkan broker atau agen yang tidak bertanggungjawab atas pembelian propertinya. 


6. Susah Untuk Dijual

Bila anda mau murni berinvestasi di properti, artinya membeli untuk dijual kembali, ini sebuah resiko investasi yang besar. Menjual properti jauh lebih sulit dari menjual surat tanah, sertifikat perhiasan dan lainnya. Membeli properti harus memiliki konsep atau tujuan menghasilkan pasif income.

Posting Komentar untuk " Resiko Investasi di Bidang Properti"