Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Alasan Penjualan Properti di Bali Laku Selama Pandemi

Sebelum membahas alasan penjualan properti di Bali tetap laku selama pandemi, tentunya, harus menjelaskan contoh keberhasilan developer dalam penjualan properti selama pandemi. Tetapi, walaupun tanpa contoh, masih bisa membahas sesuai pandangan strategis penjualan properti.

Sumber:tribunnews.com



Contoh yang bisa digunakan sebagai keberhasilan penjualan properti di Bali saat pandemi adalah developer Teratai Grup. Seperti yang dilansir di laman Beritasatu, Teratai Grup memang berfokus membangun properti kawasan di Bali. Di saat pandemi, Teratai Grup berhasil menjual 85% dari 55 unit kavling yang di kawasan Canggu, Bali. Menariknya, 85% properti terjual sebelum launching.

Walaupun kejadian keberhasilan pada tahun September 2021, namun bisa sebagai pembahasan bagaimana alasan penjualan properti di Bali naik 85% selama pandemi. Tentunya, alasannya bersifat umum untuk contoh penjualan properti dimanapun.

1. Ditangani Developer Terpercaya

Saran terbaik membeli rumah adalah melalui developer properti terpercaya, apalagi soal tanah kavling. Salah satu ciri developer terpercaya adalah bernaung dalam legalitas perusahaan. Hal ini yang membuat developer properti bisa menangani dengan baik demi menjaga reputasi perusahaan.

Bila ada developer terpercaya, ini menjadi kesempatan mereka membeli properti walaupun dalam bentuk rumah inden atau kavling tanah. Khususnya, penjualan tanah kavling yang dilakukan Teratai Grup.

Jadi, apa alasan penjualan properti di Bali naik pesat padahal masa pandemi? Tidak lain, salah satunya adalah developer terpercaya.

2. Penjualan Properti untuk Kebutuhan Hunian Jangka Panjang

Sekalipun masa pandemi, tidak sampai menghalangi mereka menginginkan tempat tinggal atau lahan untuk tempat tinggal.

Tentunya, maksud kebutuhan tempat tinggal adalah tempat tinggal jangka panjang. Inilah yang menjadi alasan mengapa penjualan properti tetap stabil atau bahkan meningkat.

Berbeda bila pengembang alias developer properti membangun hotel, indekos atau kondotel di tempat wisata, sekalipun Bali. Di masa pandemi, penjualan propertinya justru melemah. Alasanya, minus penyewa properti dari kalangan wisatawan.

3. Menawarkan Unit dalam Bentuk Kavling

Yang menjadi penjualan properti lebih laku tentunya karena penjualan tanah kavling. Banyak yang menginginkan pembelian tanah daripada rumah. Karena berbentuk tanah, tentunya, pembangunan rumahnya bergantung selera si pembeli. Inilah yang membuat penjualan properti laku di masa pandemi yang dilakukan Teratai Grup di kawasan Canggu, Bali.

4. Pulau Bali Masih Menjadi Incaran Konsumen Lokal dan Luar Daerah

Pada dasarnya, penjualan properti yang ditangani developer terpercaya, apalagi penjualan dalam tanah kavling, banyak peminatnya. Apalagi penjualan properti di Bali. Banyak orang, baik penduduk Bali ataupun luar Bali, yang mengincar properti di Bali. Walaupun masa pandemi, penjualan properti masih tetap laku.

Pembelian properti di Bali mungkin akan merubah properti menjadi aset yang menghasilkan pasif income. Tentunya, harapan ini ketika masa pandemi berakhir. Sekalipun tidak pasti kapan berakhirnya, ini tidak menjadi persoalan serius, apalagi Bali sudah berada pada level 3 PPKM.

5. Kavling Berada di Komplek yang Selalu Dijaga Lingkungannya

Properti yang laku terjual di masa pandemi lokasinya berada di Canggu. Tentunya, lokasi properti di Canggu memang selalu dijaga lingkungannya. Inilah alasan mengapa penjualan properti di bali terbilang bagus atau laku saat pandemi.

Canggu sendiri memiliki daya tarik wisata yang mampu memikat wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawan lokal atau turis. Wajar bila Canggu dianggap tempat wisata yang memiliki jumlah wisatawan terbanyak, seperti yang dilansir Beritasatu.

Jadi, bila ingin menjual properti, perhatikan terlebih dahulu lokasi atau lingkungan di area dimana properti berada. Ini yang memunculkan ketertarikan konsumen membeli properti.

Posting Komentar untuk "5 Alasan Penjualan Properti di Bali Laku Selama Pandemi"