Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arsitektur Rumah Bali Modern yang Bisa ditiru

Arsitektur rumah Bali modern yang bisa ditiru memang cocok untuk rumah minimalis yang berada di perkotaan, yang biasanya rumah disertai pagar pembatasnya. Di dalam sekeliling rumah, ada lahan luas yang sebagai taman dan bangunan kecil sebagai pendukung keindahan rumah.

Sumber:pinterest.com

 

Arsitektur rumah Bali modern memang tidak murni rumah idaman tradisional Bali hasil warisan leluhur. Arsitektur rumah Bali modern lebih kepada kolaborasi antara rumah tradisional dengan setuhan arsitek modern. Di sini seorang arsitek perlu mengkreatifkan bagaimana rumah tradisional Bali tetap tidak hilang di dalam sentuhan modern.

Pembuatan Atap Limasan Tanpa Ornamen Khas Bali

Arsitektur rumah tradisional Bali biasa memakai atap limasan yaitu memiliki 4 bidang atap. Atap limasan juga sering dipakai untuk arsitektur rumah minimalis. Kebanyakan rumah tradisional Bali memang dengan arsitektur rumah minimalis.

Di rumah tradisional Bali, atap limasan terdapat ornamen murda dan ikut celudu. Ornamen ini yang bisa jadi memiliki nilai filosofi sendiri untuk masyarakat Bali. Tetapi, di dalam arsitektur rumah Bali modern, kedua ornamen itu dihapus.

Tentunya, kalaupun ornamen murda dan ikut celudu masih tetap ingin dipasang, tentu tidak menjadi masalah. Hanya saja, desain atap harus menyesuaikan ketika ingin dipasangkan ornamen murda dan ikut celudu. Jauh lebih simpel bila tidak dipasang kedua ornamen ini, apalagi untuk rumah Bali modern.

Keutungan menggunakan limasan untuk arsitektur rumah minimalis khususnya rumah Bali modern, tentu agar terliat megah. Kekurangan dari atap limasan yaitu potensi bocornya jauh lebih banyak karena memiliki 4 garis sambungan.

Leheran Penyambung Atap dan Badan Rumah

Menurut ajaran Tri Loka, rumah bisa disamakan seperti tubuh manusia. Atap ibarat kepala, sedangkan tembok ibarat badan. Nah, diantara atap dan tembok tentunya perlu penengah seperti seperti halnya antara kepala dan badan. Penengah ini disebut leheran. Ketika leheran di terapkan di rumah Bali modern, tetap seperti memegang teguh ajaran Tri Loka yang ada pada rumah idaman tradisional Bali.


Badan Bangunan Yang Berkarakter Khas Bali

1. Pemasangan ornamen khas Bali

Pengembang harus memperhatikan persoalan ormamen khas Bali yang ada pada badan bangunan rumah tradisional Bali. Karena ornamen inilah yang membuat karakter desain rumah tradisional Bali mencolok. Kalau misalkan arsitektur rumah Bali modern mengadopsi unsur rumah Bali tanpa melibatkan ornamen, hasil bangunanya tidak seperti rumah khas Bali.

Biasanya, di rumah tradisional Bali akan ditempatkan di tiang teras, pintu dan jendela. Jadi, ornamen tidak selalu ditempelkan di badan bangunan. Untuk aplikasi di rumah modern, ornameinnya bisa diselaraskan dengan tampilan rumah kekiniannya.

2. Pemasangan batu alam

Di samping ukiran, nuansa batu alam pun dihadirkan. Di dalam rumah tradisional Bali, batu alam yang sering dipakai adalah batu paras, batu-bata dan juga batu karang. Terpenting, untuk desain rumah mengandung unsur batu. Bisa diganti dengan batu alan andesit, serai atau palimanan.

3. Memberikan ventilasi udara

Dalam arsitektur rumah modern Bali, badan bangunan tetap memenuhi aspek penting yang ada di rumah idaman Bali, salah satunya adalah menyediakan ventilasi udara yang bagus. Seperti halnya manusia yang perlu bernafas, rumah pun perlu diberikan ventilasi sebagai simbol untuk bernafas.

Saka Penopang Atap di dalam Teras

Di dalam arsitektur rumah tradsional Bali, tiang memiliki kebutuhan yang penting untuk penopang atap teras. Umumnya, tiang terbuat dari kayu. Sedangkan bagian bawah yang sebagai penopang kayu terbuat dari batu.

Bagaimana penerapan tiang di arsitektur rumah Bali modern? Umumnya, rumah modern tidak lagi memakai kayu sebagai tiang. Tetapi memakai adukan semen. Kesan seperti rumah tradisional Bali akan hilang dalam pembuatan tiang rumah Bali modern, termasuk bentuk terasnya. Untuk itu, ada baiknya diberikan ornamen khas Bali dan naunsa batu alam.

Memiliki Pagar Pelindung dengan Pintu Khas Bali

Rumah tradisional Bali memang harus memenuhi aspek keluasan halaman samping rumah. Karena di dalamnya berisi beberapa bangunan. Lalu, halaman samping rumah dibatasi dengan pagar. Jalan untuk masuknya diberi nama Angkul-Angkul. Arsitektur rumah tradisional Bali yang seperti ini seharusnya penting dimasukkan ke dalam arsitektur rumah Bali modern.

Sepertinya, rumah tanpa pagar pembatas dengan pintu khasnya, kurang mendapatkan kekhasan rumah Bali. Apalagi, rumah tidak memiliki lahan yang luas. Ada juga pintu gerbang untuk lalu-lalang mobil sehingga sulit untuk dibuat Angkul-Angkul. Untuk mangatasi hal ini, terpenting ada bagian pintu kecil pagar yang bernuansa pintu khas Bali atau disebut angkul-angkul.

Posting Komentar untuk "Arsitektur Rumah Bali Modern yang Bisa ditiru"