Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membeli Tanah Kavling Agar Tidak Tertipu

Tanah kavling adalah tanah yang sudah dipetak-petakkan atau bahasa lainnya sudah dibagi-bagi dengan ukuran tertentu untuk kebutuhan pembangunan rumah atau bangunan yang dibutuhkan. Pembeli tanah kavling pun merasa bebas mengatur permodalan dan jenis bangunan rumah. Tetapi, anda harus teliti, perlu cara membeli tanah kavling agar tidak tertipu.

 Sumber:myvaastu.in

 

Pembeli tanah kavling tidak mesti menggunakan tanahnya untuk membangun rumah. Bisa saja membeli tanah kavling karena memang untuk investasi tanah dalam jangka panjang. Karena, investasi tanah memiliki kelebihan dalam hal keamanan, harga jualnya yang cenderung naik, dan tidak ada penurunan nilai propertinya.

Bagaimana cara membeli tanah kavling agar tidak tertipu? Berikut cara membelinya seperti yang dilansir di laman Lamudi dan Daihatsu agar bisa dijalan yang benar dan yang secara hukum.

Melihat Tanah Kavling yang Mau Dibeli

Dengan melihat, tanpa perwakilan orang lain, anda bisa yakin tahu bagaimana kondisi tanah kavling yang akan dibeli. Mengandalkan perwakilan orang lain juga bisa dengan mengandalkan vidio call untuk memperlihatkan tanah kavling. Pada intinya,anda bisa melihat tanah kavling, apakah berminat untuk membeli atau tidak.

Anda bisa menggambarkan bagaimana pembangunannya pada tanah kavling yang sudah akan dibeli. Perhatikan juga bagaimana kondisi jalannya ketika memiliki beberapa rumah. Intinya, membeli tanah kavling bisa disamakan seperti membeli rumah yaitu memantau detail-detailnya, seperti panjang-lebarnya, keras atau tidaknya tanah, dan hal lainnya sesuai kepentingan anda.

Periksa Surat-Surat Tanah Kavling

Memeriksa surat-surat tanah kavling sebelum membeli berarti anda sudah menuju langkah menyelamatkan uang anda. Anda menyelamatkan diri dari membeli tanah yang berpotensi penipuan. Membeli tanah kavling yang memiliki surat berarti anda membeli tanah yang asli.

Setidaknya, surat yang harus dimiliki adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan juga Hak Guna Bangunan (HGB). Anda bisa mencari tahu, siapa yang menjadi pemilik tanah, individual atau perusahaan properti.

Pastikan bahwa pemecahan tanah berasal dari tanah utuh. Asal muasalnya seperti ini. Nantinya, per pecahannya memiliki sertifikat yang akan dimiliki atau menjadi hak milik anda.

Mengecek Keabsahan Sertifikat Oleh PPAT

Anda ingin membeli tanah kavling, tetapi ragu atas keaslian sertifikat tanah. Bila begitu, bisa dengan cara mendatangi jasa PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk mengetahui apakah tanah kavling memiliki sertifikat yang asli atau paslu.

Pihak PPAT akan menyerahkannya ke BPN (Badan Pertahanan Nasional) untuk melihat apakah status sedang dijaminkan, sengketa atau bebas sengketa

Zaman sekarang, pemalusan ada dimana-mana, termasuk ada di sertifikat tanah. Bisa saja, pemilik tanahnya memang sengaja memalsukan tanah. Tentu dong, pemalsuannya ada beberapa sebab, bisa karena tanah sengketa atau bukan tanah miliknya.

Membuat Surat AJB (Akad Jual Beli)

Untuk membuat AJB oleh jasa PPAT, dibutuhkan surat-surat:

  • Surat Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan
  • Sertifikat tanah
  • Surat Izin Mendirikan Bangunan
  • Balik nama sertifikat tanah


Pastikan bahwa surat atau sertifikat tanah memang dalam keadaan tidak memiliki permasalan seperti sengketa atau lainnya.

Menyerahkan Berkas ke PBN

Di sini, PPAT akan bertanggungawab mengurus balik nama pada sertifikat. Pihak PPAT akan mengirimkannya ke BPN. Jadi, anda tinggal mengurus hal lain karena semua sudah di urus jasa PPAT.

Penyerahan berkas AJB yang ditanangi PPAT memiliki jangka waktu sekitar 7 hari kepada pihak BPN. Setelah itu, anda bisa menunggu selama seminggu untuk mendapatkan hasi akhir yakni hak milik tanah menjadi milik anda.

Posting Komentar untuk " Cara Membeli Tanah Kavling Agar Tidak Tertipu"