Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pahami Apartemen Di Bali Sebelum Memilih Hunian

Bali menjadi tempat wisata paling populer. Hal ini yang menjadi asalan mengapa anda mau melakukan investasi properti apartemen di Bali. Banyak wisatawan yang membutuhkan tempat penginapan sementara ketika berlibur. Namun masalahnya, apakah apartemen menjadi bagian hunian yang ada di Bali? Anda perlu pahami apartemen di Bali sebelum memilih hunian ketika di Bali.

 

Walaupun apartemen di Bali bukan solusi untuk para wisatawan, tetapi setidaknya, kehadiran apartemen memang untuk menyediakan hunian warga Bali dan orang-orang yang merantau ke Bali. Hal ini ikut meramaikan pariwisata di Bali.

1. Tidak Ada Apartmen Di Bali

Pembahasan mengenai ada tidaknya apartemen di Bali, harus berdasarkan definisi apartemen itu sendiri. Seperti dalam KBBI, apartemen lebih diartikan sebagai tempat tinggal layaknya rumah namun berada pada lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah. Di sini bisa diartikan apartemen adalah berbentuk gedung yang menjulang tinggi.

Dengan pengertian apartemen, sebenarnya Bali tidak memiliki apartemen. Karena memang bangunannya tidak sampai lebih dari 15 meter atau 4 lantai. Istilah paling tepat adalah semi apartemen, karena memang kegunaan bangunanya ada yang untuk hunian keluarga.

Banyak penawaran apartemen di Bali melalui internet. Namun bila melihat foto, apartemennya tidak sampai lebih dari 4 lantai. Pemakaian kata “apartemen” kemungkinan untuk lebih familiar dan lebih mudah diucapkan.

Padahal, bangunan apartemen yang ditawarkan di internet disebut kondominium hotel alias kondotel. Jadi, bangunan atau gedung yang disewakan untuk tempat tinggal tetapi dengan sistem hotel.

2. Apartemen Tidak Selaras dengan Budaya Bali

Alasan budaya yang menjadi alasan pemerintah belum atau tidak mengizinkan apartemen di Bali. Alasan utama yang membuat pelarangan tetap berjalan adalah konsep Tri Hita Karana. Walaupun masyarakat Bali sendiri membutuhkan hunian di tengah lahan yang makin menyempit, konsep Tri Hita Karana tetap memberikan panduan.

Tri Hita Karana yang mengandung unsur yang membangun keseimbangan antara:

  • Manusia dengan Tuhan
  • Manusia dengan manusia
  • Manusia dengan alam


Menganggap penting Tri Hita Karana tentu dengan berkaca ke kota besar yang sudah memiliki banyak apartemen. Pemandanganya seakan hilang unsur budaya khas daerah-nya atau terhalangi gedung-gedung bertingkat. Anda bisa melihat gedung-gedung bertingkat di kota besar, bagaimana kondisinya terhadap lingkungan?

Lantas, bila banyak apartemen diterapapkan di Bali, apakah Bali akan selalu dengan ciri khas budayanya? Padahal, nilai jual Bali tentu karena faktor budaya khasnya. Inilah kiranya yang dipikirkan para tokoh adat, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum di Bali mengenai persoalan apartemen.

3. Memandang Perlu Keselamatan Penerbangan

Mengenai ketinggian pada bangunan, sehingga tidak bisa atau tidak boleh membangun apartemen, diatur dalam perda provinsi Bali No.3/2020 yakni soal rencana tata ruang wilayah Bali. Salah satu poinnya yaitu pada pasal 95 ayat 2 yang menyatakan bahwa ketinggian bangunan harus mementingkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Dari pasal dan ayat ini, menghasilkan aturan ketinggian sekitar 15 meter.

4. Berfokus Pada Hotel dan Kondotel dengan Aturan Sesuai Daerah

Bali hanya membangun hotel dan kondotel untuk kebutuhan hunian para warga Bali dan juga wisatawan.

Untuk pembangunan kondotel, peraturannya sesuai daerah masing-masing. Sebagai contoh di Badung,menerapkan aturan keluasan hunian sekitar 50 are di Kecamatan Kuta. Atau, 75 are di kecamatan Kuta Utara. Berbeda di Kecamatan Kuta Selatan yang bisa sampai 100 are. Ini menandakan bahwa membangun hunian daerah-daerah Bali memang harus mematuhi aturan.

Bila anda mau memilih apartemen di Bali, pastikan bahwa anda sudah mengetahui kondisi sebenarnya di Bali. Pastinya, apa yang dimaksud apartemen adalah kondotel atau bangunan semi apartemen.

Posting Komentar untuk "Pahami Apartemen Di Bali Sebelum Memilih Hunian"