Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Solusi Rusunami untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Di perkotaan, solusi rusunami untuk masyarakat berpenghasilan rendah perlu menjadi perhatian pengembang dan juga masyarakat. Bisa jadi, mereka yang hidup tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya memiliki biaya untuk hunian tetapi sulit mencari lahannya. Dengan adanya rusunami, sekalipun untuk kalangan berpenghasilan rendah, mereka tidak perlu lagi mikir mencari lahan yang tepat untuk hunian.

Sumber: Lamudi.com

 


Lahan perkotaan memang bisa semakin sempit untuk perumahan bila berfokus pada rumah tapak. Bayangkan, 1000 orang membutuhkan lahan atau tanah, maka akan ada rumah tipe minimalis 1000 kali banyaknya. Berapa luas tanah yang dibutuhkan? Walaupun pada dasarnya, banyak masyarakat lebih tertarik membeli rumah tapak daripada membeli rusunami.

Permasalahan Rusunami Yang Perlu Dipahami

Bila sudah membeli rusunami, tentunya anda harus siap menghadapi permasalahan sepanjang waktu yang ada di rusunami.

1. Sertifikat Hak Milik

Rusunami menurut pengembang bisa dikatakan apartemen bersubsidi. Karena, bangunan rusunami lumayan bersaing dengan apartemen. Hal ini yang membuat banyak orang tertarik untuk membeli apartemen bersubsidi alias rusunami.

Masalahnya, sertifikat hak milik hanya pada Hak Guna Bangunan. Sama seperti ketika anda membeli apartemen, hanya sekedar mendapat hak untuk memiliki bangunan. Tetapi, urusan tanah, menjadi hak pengembang.

Bahkan hak milik di rusunami, konon tidak bisa dipindahtangankan seperti halnya apartemen. Mungkin membutuhkan prosedur yang berbeda. Bisa jadi karena faktor orang  yang mendapat hak membeli rusunami.

2. Kurang privasi

Lalu lalang orang, bahkan yang bukan pemilik rusunami menjadi hal yang mengganggu. Karena rusunami seperti bangunan gedung yang masing-masing orang memiliki ruangannya sendiri di dalam gedung.

Berbeda dengan rumah, orang lain tidak bisa seenaknya masuk walaupun ke pintu pagar.

3. Lahan parkir terbatas

Baik apartemen atau apartemen bersubsidi alias rusunami, memang mengalami permasalahan parkir. Apalagi, lahan parkir yang bisa jadi ada keterbatasan sehingga bisa mengganggu penempatan kendaraan. Tempat parkir yang ada di rusunami bukan parkiran kendaraan di dalam garasi di rumah pribadi. Tetapi, bila memang siap resiko masalah parkiran, terpenting keamanan bisa terjamin.

4. Kenaikan IPL yang tidak dibarengi peningkatan kualitas

Ada biaya pengelolaan lingkungan atau disebut IPL dalam rumah rusunami. Hal ini biasa saja, termasuk di dalam rumah tapak. Hanya saja, karena rusunami termasuk properti bersama yang perlu dirawat, biaya atau iuran pengelolaannya selalu ada kenaikan setiap tahunnya. Kalau di rumah tapak, perawatannya suka-suka pemilik rumah saja sebesar apa.

Kalau aturannya memang harus ada kenaikan IPL, sudah seharusnya dipatuhi. Masalahnya, ada kasus, kenaikan iuran IPL tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan.

Syarat dalam Membeli Rusunami

Karena rusunami adalah program pemerintah lewat kementrian PURR, otomatis ada syarat-syarat dalam membeli apartemen bersubsidi alias rusunami. Masalah ini yang menjadi perbedaan juga dengan apartemen biasa.

  • WNI
  • Usia minimal 21 atau sudah menikah
  • Belum memiliki rumah
  • Penghasilan harus dibawah 7 juta (bisa saja berubah atau tiap kota berbeda)
  • Sudah bekerja minimal 1 tahun
  • NPWP


Cara Membeli Rusunami

Memilih rusunami tidak seperti memilih rusunawa. Karena rusunami prosesnya pembelian bukan penyewaan. Perlu proses bagaimana seharusnya dalam beli properti, apalagi sistem kredit.

  • Memilih rusunami
  • Mengajukan KPA, Kredit Pemilikan Apartemen dari bank yang memang sudah bekejasama dengan pengembang
  • Jika diterima, bisa melakukan transaks kredit bersama notaris dan perwakilan bank.
  • Menunggu selama 10 hari
  • Siapkan dana tambahan untuk biaya provisi, administrasi dan notaris


Demikianlah pembahasan solusi rusunami untuk mereka yang memiliki penghasilan rendah.

Posting Komentar untuk "Solusi Rusunami untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah"