Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Pindah Rumah dari Kota ke Desa di Masa Pensiun

Ada beberapa alasan pindah rumah dari kota ke desa di masa pensiun. Kota disini lebih ke kota Jakarta. Pindah rumah tidak sekedar faktor kesulitan keuangan, walaupun kebanyakan faktor masalah ini. Pindah rumah juga lebih kepada memanfaatkan properti yang lebih menguntungkan. Pada intinya, mereka juga rindu kampung halaman.

Sumber:grid.id



Ingin Memiliki Rumah Sendiri Setelah Lama Di Apartemen

Di wilayah strategis Jakarta, memiliki rumah sendiri konon jauh lebih mahal daripada menyewa apartemen. Padahal, kebanyakan orang menginginkan memiliki rumah sendiri.

Namun, ketika masa pensiun tiba, tinggal di apartemen bisa menjadi tempat yang membosankan. Pindah rumah di wilayah Jakarta pun disulitkan dengan harga yang mahal.

Solusi pindah rumah ke desa, ke kampung halaman sebagai solusi yang memang jauh lebih baik. Harga tanah di desa jauh lebih murah.

Berat Membayar Kontrakan di Saat Penghasilan Kecil

Bagi perantau yang tidak bisa menemukan keberhasilan di kota Jakarta, banyak yang menginginkan memiliki rumah di desa, di kampung halaman mereka untuk menyambut masa tuanya.

Mereka pun masih bisa bekerja, berjualan di kampung halaman. Bila masih tetap bisa bekerja, tetapi lebih menguntungkan di desa, pindah rumah menjadi solusi terbaik.

Kebanyakan dari perantau hanya mengangan-angan pindah rumah. Asalan tidak memiliki tanah di desa yang menjadi alasan sulit mewujudkan rumah di desa.

Memiliki Rumah Sampingan di Desa

Sebagian perantau di kota memang ada yang memiliki beberapa properti rumah, properti di jakarta dan juga properti di desa. Bisa jadi karena faktor kesuksesan merantau di kota, di Jakarta. Properti rumah di Jakarta masih dianggap rumah utama. Properti rumah di desa hanya sekedar rumah untuk kepentingan mudik atau liburan.

Ketika sudah memasuki masa pensiun, tidak memiliki aktifitas yang memuaskan kalau masih di kota, perantau biasanya memiliki keinginan untuk pindah rumah ke desa. Rumah di desan beralih fungsi menjadi rumah utama. Sedangkan rumah di kota dijual untuk kebutuhan masa pensiun.

Sudah Menjadi Bagian Rencana Investasi Properti

Membuat rumah bagi sebagian orang memang bisa dianggap bagian dari investasi yakni investasi dalam bidang properti. Ketika masuk masa pensiuan, rumah direncanakan akan dijadikan rumah sewa atau dijual. Karena itu, si pensiunan berencana pindah rumah ke desa untuk menikmati suasana properti baru.

Sebelum pindah rumah, si pensiunan membangun rumah terlebih dahulu di desa.

Berkeinginan Menghabiskan Masa Tua di Desa

Pensiunan biasanya memiliki biaya bulanan yang sedikit. Daripada tetap di kota dengan menghabiskan banyak biaya, lebih baik pindah rumah ke desa. Tentunya, ini sebagai mewujudkan keinginan yaitu menikmati masa tua di desa.

Bisa jadi, si pensiunan memiliki rumah di desa sehingga tidak membutuhkan banyak biaya untuk membuat rumah.

Kalaupun si pensiunan belum memiilki rumah, bisa diatasi biaya pembuatan rumahnya dengan menjual properti rumah yang di kota.

Ingin Terbebas Dari Banjir di Jakarta

Pensiunan biasanya sudah tidak memiliki anak kecil. Anak-anaknya sudah memiliki kehidupan masing-masing. Rumah hanya di tempati sepasang suami-istri. Tragisnya, rumah selalu dilanda banjir. Daripada kesulitan mengatasi banjir, lebih baik pindah rumah di desa.

Tentunya, pindah rumah ke desa karena selalu terkena banjir bukan faktor utama. Ini menjadi salah satu alasan. Faktor lainnnya bisa jadi karena tersedia rumah kosong di desa sehingga bisa pindah.

Intinya, banyak alasan orang berpindah rumah dari kota ke desa. Perpindahan rumah karena ada suasana rindu kampung, rindu suasana desa yang sebagai tempat tumbuh dewasanya.

Posting Komentar untuk " Alasan Pindah Rumah dari Kota ke Desa di Masa Pensiun"