Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Alasan Tertipu Investasi Bodong Developer Properti

Banyak yang sudah mengalami penipuan investasi atau biasa disebut investasi bodong dalam bidang properti. Jadi, investasi bodong tidak hanya terjadi pada investasi non fisik seperti reksadana dan sejenisnya. Maka dari itu, anda perlu hati-hati dalam berinvestasi. Anda perlu tahu, alasan tertipu investasi bodong developer properti.

Alasan Tertipu Investasi Bodong Developer Properti
Sumber:express.co.uk
 

Sebagai sampel seperti yang dilansir Tempo, kasus investasi bodong dalam bidang properti pernah dialami penyanyi, sebut saja Momo Geisha. Momo tertipu developer investasi bodong dari Surabaya yang menawarkan sebuah investasi villa di Nusa, Bali.

Penawaran investasi properti di Bali terjadi pada tahun 2015. Namun sampai 2021, wujud nyata investasi properti di Bali tidak memuaskan hati Momo karena bangunanya berbentuk semi apartemen namun tidak selesai dibangun. 5 tahun berjalan seharusnya sudah selesai dibangun. Ternyata status tanah pengembang masih dalam sengketa.

Dari kasus di atas, apa alasan seseorang tertipu investasi bodong yang menawarkan pembangunan villa di Bali?

1. Tidak Berniat Menjadi Investor

Seseorang kalau sudah kaya yang bukan berasal dari bisnis biasanya memiliki sikap “tidak mau urus”. Padahal, untuk berinvestasi, sekalipun kecil, harus memiliki sikap investor. 

Dengan memiliki sikap investor, biasanya akan memiliki program investasi atau rencana investasi. Investor handal memiliki rencana investasi jangka panjang.

Banyak kalangan dari pekerja kantoran atau pekerja mandiri semacam penyanyi mencoba berinvestasi. Hal ini tidak menjadi masalah. Hanya saja, harus memiliki sikap investor agar tidak tertipu investasi bodong yang pernah dialami artis.

2. Lebih Banyak Mempercayakan Tanpa Disertai Data

Kasus seperti Momo Geisha memang lebih banyak mempercayakan pada seseorang, katakanlah developer properti, namun tidak disertai data.

Ketika ingin membangun investasi properti berupa villa, setidaknya sudah tahu bahwa tanah sudah milik Momo dengan bukti sudah membayar DP, katakanlah. Sebelumnya ada proses balik nama dari tanah milik si developer. 

Namun ternyata, si pengembang masih dalam sengketa dari pemilik tanah sebelumnya karena masalah pembayaran yang tidak lancar.

Untuk mengecek tanah dalam sengketa atau lainnya, seharusnya bisa mengandalkan BPN (Badan Pertahanan Nasional). Apa yang dilakukan Momo sepertinya tidak melakukan langkah ini, terlepas tahu atau tidaknya caranya.

3. Mengabaikan Pengecekan Perkembangan Properti

Momo mengaku bahwa selama 2015 sampai tahun 2021 belum pernah mengecek perkembangan investasi villa-nya di Nusa, Bali. Alasan awalnya tentu karena tidak memiliki waktu. 

Karena sudah bertahun-tahun, ia sampai lupa kalau dirinya sedang merencanakan investasi berbentuk villa di Nusa, Bali. Ternyata, yang dibangun adalah semi apartemen mangkrak.

Kasus yang dialami Momo sampai tertipu investasi bodong adalah karena memberli bangunan inden, dalam hal ini rumah villa inden di Nusa, Bali. 

Bila berbentuk rumah villa inden, harus ada perjanjian seperti pembangunannya bagaimana, jangka waktunya sampai kapan dan pembeli harus sering mengecek perkembangannya.

Developer terpercaya biasanya memberikan jaminan pembangunan sampai 1-2 tahun tahun. Hal ini untuk memberikan jaminan kegiatannya yang bukan investasi bodong.

4. Tidak Melihat Tingkat Kepercayaan Developer Properti Secara Detail

Melihat pengembang bisa dipercaya atau tidak sebenarnya mudah. Anda bisa melihat portofolio-nya. Bila sudah sering membangun vila, bisa melihat bangunan villa-nya. Juga, melihat isi perjanjiannya investasinya agar tidak tertipu investasi bodong. 

Lalu, libatkan pihak ketiga yang mengurusi masalah tanah dan bangunan yang ditawarkan pengembang/developer seperti pejabat desa/kelurahan, BPN dan lainnya. Bisa mengggunakan jasa PPAT.

Apapaun nama developer, tetap saja mereka tidak pernah lepas dari kesalahan sekalipun kesalahan yang tidak disengaja atau tidak ada niat untuk memberikan investasi bodong. Anda tetap harus tetap meneliti tingkat kepercayaan developer dalam menawarkan produk investasi.

5. Lebih Terbius Keuntungan Melimpah Investasi Properti di Bali

Tentu saja, mereka yang tertarik ditawari investasi bodong karena hanya melihat potensi keuntungannya. Apalagi, daerah yang sebagai tempat investasi bodong adalah Bali, wilayah yang disebut sebagai top wisata Indonesia. 

Dengan mengincar orang jauh, developer bisa melancarkan aksi investasi bodongnya. Tentunya, pembeli akan malas memantau perkembangnya.

Kalau sudah tahu alasan tertipu investasi bodong dalam hal properti, anda perlu waspada dengan mengurangi alasan-alasan yang membuatnya tertipu.

Posting Komentar untuk "5 Alasan Tertipu Investasi Bodong Developer Properti"