Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aturan Kepemilikan Properti Warga Negara Asing di Bali

Bali dikenal memiliki banyak wisatawan asing. Bila wisatawan asing berkunjung ke Bali, mereka tidak berlibur beberapa hari lalu pulang kembali. Tidak jarang, beberapa wisatawan asing berinisiatif memiliki properti hunian di Bali. Lalu bagaimana aturan kepemilikan properti Warga Negara Asing di Bali, Indonesia?

Kepemilikan Properti Untuk Warga Negara Asing di Bali
Sumber:balimono.com
 

Memang, Warga Negara Asing alias WNA tidak gampang bahkan bisa jadi tidak bisa dalam kepemilikan properti di Indonesia khususnya di Bali. Hal ini untuk mengamankan kepemilikan properti warga Bali itu sendiri. Warga Bali bisa kehilangan banyak kesempatan pemasukan dan kebutuhan tanah bila banyak Warga Negara Asing dimudahkan kepemilikan properti, khususnya tanah.

Tetapi, apakah memakai atau menyewa properti di Bali sebagai salah satu alternatif kepemilikan properti bisa jadi solusi untuk warga negara asing?

Dua Hak Warga Negara Asing atas Kepemilikan Properti di Bali, Indonesia

Pemerintah Indonesia melindungi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya warga yang ada di Bali. Hal ini menjadi sangat penting karena berurusan dengan pertahanan negara lewat tanah-air. Dari laman Kompas dijelaskan bahwa, secara garis besar pemerintah Indonesia hanya memberikan dua hak atas kepemilikan properti: yaitu Hak Pakai dan Hak Sewa Bangunan.

1. Hak Pakai Properti

Hak pakai tentunya hanya menyangkut properti. Tanah atas bangunan tetap milik negara atau orang yang membangun properti. Tujuannya adalah memberi ruang bagi investasi asing di Indonesia untuk kepentingan keuntungan di Bali dan masyarakat Indonesia secara umum.

Secara umum status hak pakai berlaku untuk WNA dengan beberapa persyaratannya. Tetapi, ini tidak menyangkut hak milik tanah. Sama halnya bagi WNI yang membeli apartemen yang tidak memiliki atas hak tanah.

2. Hak Sewa Bangunan

Warga Negara Asing diberikan hak atas kepemilikan properti dengan pemberian Hak Sewa Bangunan. Ini berkaitan untuk tempat tinggal atau hunian. Seperti yang dilansir Hukumonline, orang asing bisa sebagai pemegang hak sewa atas tanah apabila untuk kebutuhan bangunan. Bisa jadi, ada motif menanam modal atau berinvestasi.

Pada intinya, WNA yang dimaksud dalam hak kepemilikan properti atau sewa adalah WNA yang bukan bertujuan hanya untuk berwisata seperti di Bali. Hal ini pun tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomer 103 Tahun 2015. Kurang lebih isinya seperti ini.

  • Warga Negara Asing bisa punya hunian, tempat tinggal di atas tanah Hak Pakai.
  • Mendapatkan rumah tunggal dan juga satuan rumah susun hasil membeli unit baru
  • Warga Negara Asing diberikan hak kepemilikan properti bila memiliki izin tinggal di Indonesia yang memang diatur undang-undang.
  • Kepemilikan properti yang dimaksud bisa juga untuk diwariskan.


Kenapa Banyak Warga Negara Asing Yang Punya Vila di Bali?

Banyak Warga Negara Asing yang terkesan memiliki villa di Bali. Apakah benar? Kalaupun memang banyak warga asing yang memiliki villa, ini hanya bersifat kepemilikan properti yang sifatnya Hak Pakai, bukan dalam segi pemilik lahan. Hal ini pernah disampaikan oleh Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional, pada tahun 2018, di laman Detik.

Kasus di atas bisa dimaklumi karena tidak ada yang ilegal ketika Warga Negara Asing memanfaatkan properti.

Berbeda dengan kasus Warga Negara Asing yang seolah memiliki hak kepemilikan tanah dan bangunan jalur kerjasama dengan penduduk asli Bali atau penduduk Indonesia umumnya. Hal ini masih belum bisa dipastikan, apakah sudah terjadi atau belum di wilayah Bali. Faktanya, banyak Warga Negara Asing yang memang mengincari properti di Bali.

Bisa jadi, warga asing hanya sekedar pemodal untuk mendapatkan properti di Bali. Sedangkan pihak warga Bali menyetujui kerjasamanya. Cara seperti ini dianggap ilegal. Kekuatan hukum untuk properti WNA pun tidak ada. Bila terjadi permasalahan hak milik tanah dan bangunan, justru yang menjadi pemenang adalah Warga Negara Indonesia.

Posting Komentar untuk "Aturan Kepemilikan Properti Warga Negara Asing di Bali"