Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cegah Kerugian Rumah Kontrakan dari Penyewa Buruk

Ada sebuah berita bahwa pemilik rumah kontrakan trauma mengkontrakan rumah akibat penyewa meninggalkan banyak sampai dan kotoran. Ini sudah menjadi resiko. Tetapi, bagaimana bila penyewa membuat rugi kontrakan anda? Anda perlu cegah kerugian rumah kontrakan dari penyewa buruk.

Sumber:hipwee.com

 
Kapan rumah kontrakan bisa dianggap merugikan? Tentunya, yang merugikan disini adalah kerugian yang bersifat materi seperti kaca jendela retak, kursi terkena noda yang sulit dibersihkan dan tentunya sulit membayar kontrakan.

Investasi selalu ada resiko termasuk resiko investasi dalam bidang properti. Namun jangan sampai tidak mengatasinya bila tidak mau mendapatkan kerugian.

1. Mengetahui Identitas, Latarbelakang dan Tujuan Mengontrak

Pengontrak rumah adalah pendatang yang harus diketahui identitasnya. Ini untuk keamanan lingkungan sekitar kontrakan.

Jangan sampai pemilik rumah kontrakan hanya mendapatkan keuntungan. Sedangkan mereka selalu mendapatkan kerugian akibat kedatangan penyewa yang memiliki latar belakang yang tidak jelas.

Tetapi biasanya, kegiatan melaporkan ke pihak RT hanya berlaku di wilayah kota. Kebanyakan rumah kontrakan juga ada di wilayah ini.

Sekalipun tidak melaporkan, pihak pemilik rumah kontrakan wajib mengetahui identitas, latar belakang dan juga tujuan menyewa rumah. Karena ini sudah menjadi kewajiban setiap warga.

Beberapa yang perlu diketahui secara bukti fisik:

  • Menyerahkan foto
  • Menyerahkan photokopi KTP
  • Menyerahkan kartu keluarga
  • Menyerahkan slip gaji


Dengan mengetahui hal di atas, anda sudah bisa menentukan apakah peminat memang berpotensi menguntungkan atau merugikan ketika menempati rumah kontrakan. Anda bisa melihat slip gaji.

Setelah itu, bisa menanyakan tujuan mengontrak rumah. Latar belakang penyontrak rumah yang benar akan terlihat dari tujuannya, apakah karena ingin menempati rumah atau berpindah rumah.

2. Memberlakukan Pembayaran Rumah Kontrakan Per Tahun

Rumah kontrakan bukan rumah indekos. Jadi, anda harus membedakan pembayarannya. Rumah indekos bisa disewa harian atau bulanan. Berbeda dengan rumah kontrakan. Ada baiknya, anda menetapkan harga per tahun. Biasanya, peminat rumah kontrakan memang karena butuh hunian dalam waktu lama.

Tujuan memberlakukan pembiayaan per tahun untuk rumah kontrakan adalah untuk menemukan penyewa yang menguntungkan. Keuntungannya, anda sudah mendapatkan uang besar di pembayaran pertama.

Anda pun tidak perlu banyak merenovasi rumah kontrakan di setiap mereka berpindah rumah. Semakin sering merenovasi justru bentuk kerugian yang tidak disadari.

Penyewa buruk akan menghindari sistem pembayaran per tahun. Mereka tidak bisa bermain dalam cicilan kontrakan yang biasa ada di pembayaran bulanan.

3. Membuat Surat Perjanjian

Membuat surat perjanjian adalah upaya untuk mengamankan properti. Walaupun tidak sampai rumah dijual orang lain, tetapi pengamannya tidak sekedar berganti hal milik. Bisa saja, properti anda rusak yang membuat anda harus membayar ganti rugi yang besar.

Ketika ada surat perjanjian, kerusakan atau kekotoran properti menjadi tanggungjawab si pengontrak.

Berbeda bila tidak ada surat perjanjian, si pengontrak bisa tidak hati-hati menggunakan propertinya. Kerusakan properti pun sulit dituntut secara hukum. Pemilik rumah bisa mengalami kerugian bila banyak kerusakan.

Perjanjian rumah kontrakan pun pernah menjadi peraturan pemerintah No.44 pada tahun 1994.

Untuk contoh pembuatan perjanjian rumah kontrakan, bisa mencari di internet.

4. Perhitungan Biaya Sewa dengan Tepat

Bila ingin cegah kerugian rumah kontrakan, tidak selalu berfokus pada penyewa. Penentuan harga pun bisa menentukan untung-ruginya.

Besaran harga rumah kontrakan biasanya hanya 5 persen dari total harga. Misalnya, rumah anda seharga 500 juta. bisa menentukan harga sewa sebesar 25%. Bila seperti ini, anda akan mendapatkan pengembalian modal selama 20 tahun.

Walaupun lama, anda sudah bisa mendapatkan pemasukan tahunan.

Posting Komentar untuk " Cegah Kerugian Rumah Kontrakan dari Penyewa Buruk"