Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menilai Properti di Jakarta Setelah Pemindahan Ibu Kota

Properti di Jakarta bisa menjadi properti yang harus dipertahankan nilai jualnya sekalipun bukan sebagai ibu kota Indonesia lagi. Tentunya, ini berkaitan dalam pemanfaatan properti di Jakarta. Tetapi, bagaimana bila membangun properti baru di Jakarta? Di sini akan menilai properti di Jakarta setelah pemindahan ibu kota negara Indonesia.

Sumber:sindonews.com

 

Mempertahankan Pusat Bisnis untuk Mengamankan Properti

Konon, menurut informasi yang ada, pemindahan ibu kota negara Indonesia di daerah provinsi Kalimantan Timur, tidak mempengaruhi nilai properti yang ada di Jakarta. Peminat properti bisa jadi masih stabil.

Di samping sebagai pusat pemerintahan, Ibu Kota Negara, Jakarta juga sebagai pusat bisnis. Bila Jakarta tidak lagi sebagai ibu kota Indonesia, pusat bisnis masih melekat di Jakarta. Kecuali, pusat bisnis ikut berpindah ke Kalimantan Timur, properti di Jakarta bisa mengalami penurunan nilai. Ini yang menjadi pertimbangan kalau properti di Jakarta tetap aman.

Lebih Kepada Menjaga Pertahanan Nilai Properti

Perkembangan properti berkaitan erat dengan perkembangan penduduk yang disertai perkembangan ekonominya. Adanya banyak properti di Jakarta sampai dijadikan puat bisnis, dikarenakan efek dari perkembangan jumlah penduduk.

Bagaimana bila sudah tidak lagi menjadi kota incaran para pendatang? Sesuai mindset masyarakat Indonesia, pekerjaan di Ibu Kota Negara dianggap memiliki derajat tinggi. Lain soal bila Jakarta bukan lagi sebagai Ibu Kota Negara. Dengan mindset mereka, Kalimantan Timur akan menjadi pusat incaran para pencari pekerjaan sesuai mindset mereka.

Perubahan perpindahan penduduk akibat mindset inilah yang lambat laun bisa mempengaruhi nilai properti di Jakarta. Setidaknya, membutuhkan waktu 10 tahun untuk penentuan perubahan properti. Para perantau di masa depan pun siap memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi kebutuhan properti.

Untuk itu, pemilik properti Jakarta perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan untuk 10 tahun mendatang. Mempertahankan nilai properti di Jakarta yang harus dipikirkan secara matang.

Properti di Jakarta Masih Dibutuhkan Masyarakat Pulau Jawa

Jalur lalu-lintas dari dan ke Jakarta memang sudah mengakar kuat puluhan tahun sejak era sukarno sampai sekarang. Banyak masyarakat di pulau jawa yang mengincar pekerjaan dan hidup di Jakarta. Nampaknya, ini yang membuat nilai properti tidak akan turun selagi Jakarta masih tetap ada sebagai pusat bisnis.

Mengapa orang yang berada di pulau Jawa susah untuk mengincar kawasan Kalimantan Timur?

  • Masalah transportasi dari dan ke Jakarta yang lebih ringan
  • Mindset orang tua di pulau jawa persoalan keistimewaan Jakarta masih terbawa sampai kepada keturuannya.
  • Jakarta diapit berapa kota kelas besar seperti Bandung, Surabaya, Jogyakarta bahkan sampai ke Bali.
  • Karakter sebagai pusat bisnis dan properti memang sulit di rubah.


Produk Properti Jakarta Sudah Matang Mandiri

Properti di Jakarta seperti sudah tidak perlu lagi upaya pengenalan. Banyak gedung-gedung properti ternama. Tentunya, ini menjadi nilai jual sendiri untuk Jakarta. Ibarat bisnis, properti di Jakarta sudah matang memainkan keuntungan.

Kemandirian properti Jakarta yang justru nilai plus tersendiri. Ketika status Ibu Kota Negara terhapus untuk Jakarta, hal ini tidak sampai menghapus kematangan properti memainkan keuntungan.

Pemerintah Ikut Serta Mengamankan Properti di Jakarta

Pemerintah tidak mau kehilangan pemasukan dari pajak-pajak properti yang ada di Jakarta. Maka dari itu, sepatutnya pemerinya ikut serta mengamankan properti di Jakarta dengan beberapa langkah matang sebelum Jakarta berubah menjadi provini biasa.

Bisa jadi, wilayah yang pernah menjadi prioritas pusat pemerintahan memiliki hak istimewa seperti Aceh dan Jogja yang disebut “daerah istimewa”.

Posting Komentar untuk "Menilai Properti di Jakarta Setelah Pemindahan Ibu Kota"