Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Penyebab Penjualan Rumah Bekas Sulit Laku

Penjualan rumah bekas berbeda dengan penjualan rumah baru, sekalipun sama-sama sejenis rumah tapak. Masalahnya, penjualan rumah bekas sudah dipegang masing-masing individu. Ini yang menjadi penyebab penjualan rumah bekas sulit laku. Kalau penjualan rumah baru, masih dipegang pengembang, bahkan sedang bekerjasama dengab bank, sehingga potensi lakunya besar.

Sumber:newhomesource.com

 

Apa penyebab penjualan rumah bekas sulit laku alias sulit mendapatkan pembeli?

1. Harga Jual Rumah Mahal

Definisi mahal adalah penentuan harga penjualan rumah yang masih mengandalkan harga lama rumah. Seharusnya, nilai properti ada penyusutan. Memang, tanah tidak mengalami penyusutan. Tetapi, alangkah baiknya harga penjualan rumah tidak melebihi atau sama seperti harga rumah di awal terbanguna atau terbeli.

2. Salah Menentukan Market Penjualan Rumah

Orang yang menginginkan rumah mewah akan memilih pencarian dengan kata “rumah mewah”. Salah sasaran market bila anda menarget orang yang mencari “rumah minimalis sederhana” ketika menawarkan rumah mewah.

Ada banyak situs properti. Anda bisa memilih situs penjualan properti yang banyak melayani penjualan rumah mewah bila anda mau menjual rumah mewah.

3. Hanya Mengandalkan Media Iklan Properti

Usaha penjualan rumah adalah usaha menjemput bola. Anda jangan sampai hanya mengandalkan iklan di media online atau ofline yang biasa menangani iklan properti. Anda harus menjemput bola agar tidak mengalami kesulitan dalam penjualan rumah.

Lalu pengembangan cara menginfokannya bagaimana?

  • Menggunakan agen properti
  • Menginfokan ke relasi
  • Menginfokan ke tetangga komplek perumahan
  • Menginfokan ke sosial media


4. Tidak Menunjukkan Bukti Dokumen pada Penjualan Rumah

Ketika di awal penawaran penjual rumah tidak bisa menunjukkan surat rumah atau memang sengaja tidak ingin jujur soal ketiadaan dokumen rumah, seketika pembeli pun akan ragu untuk melanjutkan pembelian rumah.

Jangan sampai anda membeli rumah pada orang yang hanya mengaku sebagai pemilik rumah. bisa saja, di dalam rumah terdapat sengketa sehingga ada orang yang merasa berhak menjual rumah. Hal ini pernah terjadi yang mengakibatkan pengusiran. Padahal, si pembeli sudah resmi menyerahkan uang pembelian rumah.

Kapan anda menunjukkan dokumen rumah? Bergantung bagaimana cara menjualnya. Kalau sekarang banyak penjualan rumah secara online, bisa menunjukkan dokumen lewat media foto untuk dikirim.

5. Tidak Memaparkan dengan Jelas Kondisi Rumah dan Lingkungannya

Penjualan rumah secara online memang sangat penting membuat rincian penjelasan persoalan kondisi rumah dan lingkungan sekitar rumahnya. Untungnya, bila anda menggunakan situs penjualan properti, sudah disediakan kolom-kolom penjelasan agar bisa detail menjelaskan seputar rumahnya.

Tidak menjelaskan tidak detail bisa jadi karena dijual lewat media sosial atau iklan properti media ofline. Inilah yang membuat orang seperti ragu untuk melakukan langkah pembelian lebih lanjut.

Penting sekali dibuktikan dengan foto-foto di beberapa ruangan, termasuk kamar mandi.


6. Tidak Berada di Komplek Perumahan

Komplek perumahan dalam pembahasna ini adalah komplek yang menghimpun pembangunan rumah yang dilakukan pengembang properti. Kemudahan dalam penjualannya karena sudah memiliki dokumen penting rumah dengan lengkap, sudah mengetahui harga rumah awal dan tentunya memiliki developer yang bertanggungjawab pada hunian rumah.

Berbeda bila kondisi rumah di luar perumahan yakni anda membangun rumah sendiri. Anda bisa jadi tidak bisa menentukan harga jua dengan mudah. bisa jadi anda menawar dengan harga tinggi atau sebaliknya. Pembeli pun ragu untuk membeli rumah karena tidak ada kepastian soal penentuan harga.

Ada baiknya, bila rumah di luar komplek perumahan, bia mengandalkan agen properti.

Posting Komentar untuk " 6 Penyebab Penjualan Rumah Bekas Sulit Laku"