Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seputar Membuat Sertipikat Tanah Warisan Tanpa Biaya Mahal

Bagaimana cara membuat sertipikat tanah warisan tanpa biaya mahal? Sebenarnya jawabannya simpel. Anda cukup meninggalkan perantara seperti notaris. Mengurus sendiri sertipikat tanah memang cara yang bisa meringankan biaya membuat sertipikat tanah.

Seputar Membuat Sertipikat Tanah Warisan Tanpa Biaya Mahal
Sumber: ajaib.co.id

 

Kalau mengandalkan notaris, tentunya memberlakukan tarif. Hal ini wajar karena tenaga dan waktu diserahkan kepada orang lain. Memang, kehadiran notaris dianggap penting dalam membuat sertipikat tanah.

Informasi “cara membuat sertipikat tanah notaris” sudah dilakukan sebagian oleh orang yang punya banyak waktu dan tenaga mengurus sertipikat tanah.

Masalah Mendapat Sertipikat Tanah untuk Warisan

Biasanya, orang tua akan meninggalkan tanah warisan. Tanah yang diwariskan ternyata hasil turun temurun sampai era dimana harus memiliki sertipikat tanah sebagai bukti legalitas kepemilikan.

Tanah warisan bisa disebut juga tanah adat. Pengertian tanah adat sendiri memiliki dua pengertian. Pengertian tanah adat pada tanah warisan adalah “Bekas Hak Milik Adat”. Proses pendapatan tanah ini tidak melalui jual beli tetapi dengan surat keterangan waris.

Tanah warisan bisa hanya 1 hak milik ahli waris dalam satu tanah atau memiliki beberapa hak milik ahli waris.

Bila memiliki beberapa pemilik hak waris, perlu adanya pemecahan tanah sebelum membuat sertipikat tanah. Pemecahan nama ini akan dicantumkan nama ahli waris pada surat keterangan tanah warisan. Pemecahan nama juga disertai pengukuran tanah. Nantinya, PBB diahlikan pada ahli waris.

Setelah mendapatkan surat keterangan waris, bisa langsung membuat sertipikat tanah. cara pembuatan sertipikat seperti ini bisa tanpa perlu notaris. Sehingga biaya pembuatan sertipikat tidak membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Biaya yang diperlukan bisa jadi hanya pada biaya pengukuran tanah. Bisa dikatakan ongkos lelah.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Membuat Sertipikat Tanah Warisan

Tanah warisan di sini adalah tanah warisan orang tua yang belum memiliki sertipikat tanah. Bila seperti ini, ahli waris tidak perlu menghadirkan sertipikat asli sebagai syarat dokumen untuk membuat sertipikat pemilik tanah yang baru yaitu ahli waris.

Karena pembagian tanah waris dibagi sesuai hukum agama atau adat, tidak berlandaskan hukum positif, maka tidak ada surat kuasa warisan. Intinya, kerelaan ahli waris, dengan bukti dibuatkan surat keterangan waris, sudah cukup untuk pembuatan sertipikat tanah.

Kurang lebih, berikut dokumen untuk membuat sertipikat tanah warisan yang belum memiliki sertipikat:

  • KTP ahli waris
  • KK ahli waris
  • Surat keterangan waris
  • Bukti pembayaran PBB

    
Dokumen itulah yang pernah diserahkan ke aparat desa ketika membuat sertipikat tanah di masa pemutihan. Sekarang, sertifikat sudah jadi tanpa perlu notaris dan biaya notarisnya.

Beberapa tahapan dalam membuat sertipikat tanah khususnya tanah warisan

  • Mengajukan permohonan untuk membuat sertifikat
  • Mengukur tanah ke lokasi
  • Mengesahkan alat ukur
  • Penelitian oleh petugas Panitia A
  • Pengumuman data yuridis di kelurahan dan BPN
  • Terbit SK Hak Atas Tanah
  • Pembayaran BPHTB
  • Pendaftaran SK Hak untuk diterbitkan sertifikat
  • Pengambilan Sertifikat


Masalah Yang Pernah Terjadi Pada Pengurusan Tanah Warisan

1. Pemecahan tanah warisan namun belum diukur

Kasus yang pernah terjadi yaitu pemecahan tanah tetapi tidak disertai pengukuran tanah. Hal ini memang niat awal aparat desa untuk mendapatkan uang dari kegiatan.

Bagaimana ahli waris mau membayar PBB kalau pemecahannya tidak disertai ukuran tanah hasil pembagian?

Tentunya, masalah ini akan berkaitan pada kesulitan membuat sertipikat tanah. Kalau mau membuat sertipikat, harus mengukur terlebih dahulu. Otomatis, biaya lelah keluar kembali.

2. Pembuatan sertipikat tanah namun PBB masih ditanggung pemilik awal

Katakanlah, si A membeli tanah warisan dari si B. Lalu si A membuat sertipikat tanah di masa pemutihan. Setelah setipikat tanah jadi, justru yang menanggung PBB adalah Si A. Kebetulan, si A bukan warga desa dimana tanah berada. Jelas, ini merugikan si B.

Dalam kasus ini, entah, apakah sebuah aturan atau sebuah kesalahan.

3. Salah satu ahli waris tidak lagi mendapat hak namun masih menanggung biaya PBB

Kasus lain adalah si A sudah tidak mendatkan hak waris tanah karena tanah sudah diberikan sebelum orang tuanya meninggal. Namun ternyata ia masih mendapatkan tanggungan PBB.

Jelas, secara hukum, si A bisa saja melegalkan untuk memiliki tanah karena PBB masih ditanggung si ahli waris yang sudah tidak ada hak warisnya.

Posting Komentar untuk "Seputar Membuat Sertipikat Tanah Warisan Tanpa Biaya Mahal"