Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Rumah Adat di Indonesia Berdasarkan Suku

Rumah adat di Indonesia memang banyak. Kebanyakan karena faktor kesukuan yang memang tersebar banyak di Indonesia. Dari kesukuan ini, melahirkan adat-istiadat khususnya yang menangani masalah pembangunan rumah. Akhirnya, pembangunan rumah khas suku menjadi tradisi dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sumber:Wikpedia.com


1. Rumah Adat Suku Jawa, Joglo

Rumah adat jawa yang dimaksud adalah rumah yang sering digunakan masyarakat suku jawa yaitu tengah dan jawa timur, secara khusus wilayah jojga. Ciri khas rumah joglo adalah memiliki 4 tiang utama di bagian teras.

Rumanya  terdiri dari dua bagian: induk dan tambahan. Rumah induk berisi beberapa bagian sekitar 8, salah satunya pendopo.

2. Rumah Adat Suku Bali

Penamaan untuk rumah adat Bali sendiri sepertiya memang tidak ada bila berfokus pada keseluruhan bangunan rumahnya. Namun kalau dilihat sekilas dari segi bangunan rumah, mirip rumah joglo. Yang membedakan bisa saja dalam hal jumlah tiang utama, ornamen, corak dan juga makna filosofisnya.

Rumah adat Bali memang mencakup beberapa bangunan di dalam lingkungan pekarangan rumah yang dibatasi pagar. Di dalam lingkungan pekarangan rumah, ada beberapa jenis bangunan dengan penamaannya: bale manten, bale gede, dan lainnya.

3. Rumah Adat Suku Sunda, Rumah Panggung

Rumah adat sunda kebanyakan terletak di daerah jawa Barat. Karena daerah jawa barat sendiri sebenarnya daerah pasundan atau daerah sunda walaupun memakai nama “jawa barat”. Karena itu, rumah adatnya sendiri bisa jadi berbeda.

Rumah adat sunda atau jawa barat lebih kepada rumah panggung dengan tangga yang pendek. Rumah ini sekilas mirip rumah yang ada di Sumatra dan Kalimantan.

4. Rumah Adat Suku Minangkabau, Rumah Gadang

Salah satu rumah adat di Indonesia yang sering dijumpai adalah rumah adat suku minangkabau. Rumah ini disebut rumah gadang atau sebutan lainnya yaitu bagonjong atau baajuang. Namun tidak semua bisa membangun rumah gadang ini pada waktu itu. Mereka yang dibolehkan membangun rumah gadang hanya yang berstatus nageri.

5. Rumah Adat Suku Betawi, Kebaya

Betawi memiliki ciri khas rumah yang sama dengan sunda dan juga jawa yaitu rumah pangggung dan juga rumah joglo. Rumah khas lainnya yaitu rumah kebaya. Disebut kebaya karena dilihat dari atapnya yang menyerupai lipatan pelana bila dilihat dari samping.

Rumah betawi terdiri atas dua bagian. Bagian pertama ruang umum yang bisa dilihat setiap orang. Bagian kedua, bagian belakang yang sifatnya pribadi, hanya untuk orang terdekat.

6. Rumah Adat Suku Madura, Taneyan Lanjhang

Satu lagi yang tidak kalah penting bagian dari memperkaya rumah adat di Indonesia yaitu rumah adat khas suku Madura, Tanetan Lanjhang.

Rumah adat Tanetan Lanjhang  khas Madura bisa diartikan sebagai halaman depan rumah yang memanjang. Artinya, banyak anggota keluarga yang menghuni di area tersebut sampai membentuk halaman panjang.

Rumah adat Tanetan Lanjhang khas Madura berada pada pekarangan yang tidak berpagar. Tetapi pengunjung atau orang baru harus melewati jalan pintu yang sengaja disediakan untuk pintu masuk. Bahkan, rumahnya hanya memiliki 1 pintu saja.

7. Rumah Adat  NTB, Dalam Loka

Rumah adat NTB bernama Dalam Loka. Rumah ini digunakan oleh raja dan juga kepala adat. Lambat laun, rumah Dalam Loka bisa digunakan untuk masyarakat umum. Lebih tepatnya masyarakat suku Sumbawa, Sasak, Dompu dan juga Dongu yang melestarikan rumah adat ini.

Posting Komentar untuk "7 Rumah Adat di Indonesia Berdasarkan Suku"