Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Alasan Harus Punya Rumah Sendiri

Apakah anda bahagia tinggal di apartemen walaupun hasil membeli? Sepertinya, anda kurang bahagia. Anda sebenarnya menginginkan punya rumah sendiri seperti pada umumnya orang memiliki rumah. Bila tinggal di apartemen, apalagi rumah kontrakan, seperti belum dianggap memiliki rumah sendiri. Dari sini menimbulkan alasan harus memiliki rumah sendiri.

Sumber:mortgagemaster.com

Jadi, punya rumah sendiri bisa didefinisikan memiliki rumah yang hak sepenuhnya milik sendiri, dari mulai tanah, bangunan sampai dengan membayar pajak. Membeli apartemen, rumah kontrakan, dan juga rumah susun, belum 100% milik sendiri.

Lalu apa alasan harus punya rumah sendiri? Dalam hal ini adalah memiliki rumah tapak seperti pada umumnya rumah.

1. Harga Rumah Terus Mengalami Kenaikan

Faktor keterbatasan dalam membangun rumah bisa jadi yang membuat harga rumah selalu naik.

Di lokasi padat penduduk harga jual tanahnya jauh lebih mahal daripada di lokasi yang sepi penduduk.

Bahan bangunan yang tidak dapat diperbaharui memiliki faktor keterbatasannya seperti semen, batu, pasir, tanah dan yang lainnya. Bisa jadi, ini yang membuat bahan bangunan selalu naik. Bahan bangunan naik, harga jual rumah juga naik.

Jadi, menyegerakan harus punya rumah sendiri memang tuntutan bukan sekedar keinginan.

2. Menghuni Rumah Sambil Membangun Investasi Properti

Ketika punya rumah, itu artinya, anda punya tanah dan punya gedung. Ini sudah menjadi produk investasi.

Banyak para investor properti akan memanfaatkan propertinya untuk penyewaan. Bahkan, ada rumah yang dibiarkan tidak terpakai hanya untuk membangun investasi properti. Tentunya ini upaya berinvestasi.

Bagi kebanyakan orang walaupun bukan investor properti, memiliki rumah untuk dihuni sendiri sudah menjadi bagian membangun investasi properti, asalkan kondisi bangunanya utuh.

Jadi, kalau anda tidak membuat rumah dari sekarang, punya rumah dari sekarang, maka keuntungan investasinya belum terwujud. Justru anda punya properti di saat harga jualnya sudah naik. Seandanya anda sudah memiliki rumah sebelum beberapa tahun tahun sebelumnya, kenaikan harganya menjadi keuntungan investasi.

3. Rumah Bisa untuk Jaminan Hutang di Bank

Memiliki rumah yang sudah memiliki sertifikat tentunya bisa digunakan sebagai jaminan hutang di bank. Walaupun seharusnya bukan jaminan berupa rumah kalau mau meminjam di bank, tetapi setidaknya bahwa rumah memiliki manfaat untuk jaminan.

Rumah tapak atau pembelian apartemen memang memiliki kesamaan dalam hal memanfaatkan seritifikat untuk jaminan hutang di bank.

Perbedaannya, rumah tapak tidak dikenakan biaya perpanjangan sertifikat. Rumah tapak hanya dikenai pajak tahunan. Sedangkan apartemen per 20-30 tahun harus memperpanjangnya walaupun biaya perpanjangnya tidak besar.

4. Menghindari Konflik di Rumah Mertua

Tidak semua mertua menerima keadaaan anak wanitanya yang seakan terlantar, tidak memiliki rumah. Tentunya, sebagai menantu pria harus bertanggungjawab menyediakan rumah dengan modal apa adanya agar anaknya tidak seperti terlantar

Bagi mertua yang kaya-raya, bisa dengan mudah menerima. Mertua bisa menyediakan lahan untuk membuatkan mereka rumah. Sedangkan, bagi mertua yang kesulitan keuangan akan memiliki permasalahan keadaan dengan menantu. Apalagi, menantu yang memiliki masalah dalam keuangan dan ketidaksesuayan sifat.

Karena itu, sebagai menantu harus segera punya rumah ketika sudah memiliki anak kedua. Punya rumah kecil jauh lebih baik daripada menumpang di rumah mertua.

Tetapi, jangan memilih jalan mengkontrak rumah. Punya rumah kontrakan bukan solusi yang menghemat keuangan. Apalagi, kepunyaannya hanya sekedar hak guna bukan hak milik.

5. Merasa Bangga Memiliki Rumah Sendiri Walaupun Hasil KPR

Punya rumah sendiri memiliki rasa kebanggaan tersendiri walaupun menempuh jalan KPR. Karena untuk memiliki rumah kecil saja, bisa menghabiskan ratusan juta. Apakah harus mengumpulkan uang sebanyak itu hanya untuk menghuni rumah kecil? Tentu tidak. Lebih baik mengajukan KPR daripada harus mempertahankan gengsi dengan mengumpulkan banyak uang untuk membeli tunai.

Bila tidak sanggup membeli rumah baru, bisa membeli rumah bekas. Anda bisa membeli rumah dari orang yang membutuhkan uang namun bisa dengan sistem cicilan. Bisa membeli rumah bekas dengan pengajuan KPR. Tentunya, rumah yang dibeli memiliki dokumen penting sebagai syarat KPR diterima.

Kebanyakan orang bisa punya rumah sendiri dengan sistem cicilan, baik cicilan pada proses pembangunan atau cicilan pembayaran. Sistem cicilan pada proses pembangunan biasanya fokus pondasi dulu, lalu bertahap membangun yang lain sampai jadi. Sistem cicilan pembayaran seperti membeli rumah dengan KPR.

Jadi, anda masih tetap menjadi orang yang bangga memiliki rumah sendiri tanpa perlu minder karena masih menyicip pembayaran.

6. Persoalan Lokasi Strategis Rumah

Membuat rumah sendiri bukan persoalan memiliki uang saja. Membuat rumah juga harus memikirkan lokasi. Banyak orang yang memang kesulitan membuat rumah karena faktor lokasi. Biasanya, mereka belum memiliki tanah. Lokasi rumah akan menentukan kehidupan jangka panjang. Bagaimana lokasi rumah berurusan dengan pekerjaan, sekolah anak, dan lainnya. Ini perlu diperhatikan.

Ketika ada keberuntungan mendapatkan lokasi stategis, dalam arti lokasi yang cocok untuk dimiliki, maka disinilah alasan mengapa harus punya rumah segera untuk dimiki sendiri. Belum tentu anda menemukan lokasi yang cocok.

Posting Komentar untuk " 5 Alasan Harus Punya Rumah Sendiri"