Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Rumah Tradisional Indonesia Kurang Diminati Masyarakat

Apa alasan rumah tradisional Indonesia kurang diminati masyarakat sekarang? Untuk memberikan alasannya, tentu harus melibatkan beberapa faktor. Faktor ekonomi yang membuat banyak orang meninggalkan rumah tradisional indonesia patut menjadi perhatikan sebagai alasannya.

Sumber:kompas.com

 

Perlu penjelasan lebih detail mengapa rumah tradisional Indonesia kurang diminati.

Bahan Baku Rumah Tradisional Indonesia Lama Diproduksi Yang Berpotensi Mahal

Rata-rata rumah tradisional Indonesia terbuat dari kayu.

Banyak masyarakat yang mulai meninggalkan rumah yang terbuat dari kayu. Di samping persoalan kurang diminat, harga kayu bisa lebih mahal dari batu-bata karena faktor kesulitan dalam pemenuhan permintaan kayu. Apalagi, semakin banyak penduduk, kebutuhan kayu harus diperhemat penggunaanya.

Rumah modern indonesia lebih banyak menggunakan batu bata yakni batu hasil produksi para pelaku usaha. Pembuatannya tidak melalui proses panjang seperti kayu. Bahkan, pembuatannya cukup dipinggir sungai yang memiliki tanah berkualitas terbaik untuk membuat batu-bata.

Memang, tanah memiliki keterbatasan yang tidak bisa diperbaharui. Tetapi, proses pembuatannya untuk rumah tidak membutuhkan waktu lama.

Tidak Bisa untuk Pengembangan Bangunan

Sebagain rumah memang ada yang harus mengalami renovasi. Di dalam dunia properti rumah, renovasi memang sudah menjadi hal yang biasa dilakukan sekalipun hanya hobi. Karena objeknya sendiri bisa untuk dilakukan renovasi seperti renovasi ruangan, jumlah ruangan, jumlah lantai dan desain interiornya.

Berbeda dengan rumah tradisional Indonesia, bentuknya tidak bisa untuk dilakukan renovasi. Kalaupun bisa melakukan renovasi, sebatas bagian pewarnaan atau hal yang tidak merubah bangunan rumah. Karena dari atap sampai bawah, tidak ada yang bisa diupayakan untuk renovasi. Kalau ada kebutuhan ruangan baru, pemilik rumah membuat bangunan di sampingnya.

Sebagian Rumah Tradisional Indonesia Hanya Warisan Leluhur

Beberapa rumah adat di Indonesia memang hanya bekas rumah warisan leluhur. Dari zaman leluhur memang tidak memperbolehkan masyarakat umum membuat banguan rumah tradisional khas daerahnya. Bangunan rumah tradisional memang diperuntukkan untuk orang-orang tertentu seperti keluarga kerajaan, tokoh adat dan yang lainnya.

Walaupun pada akhirnya masyarakat umum diperbolehkan memiliki rumah tradisional, tetapi orang yang memiliki keahlian membangun rumah tradisional sudah tidak ada. Hal ini yang mungkin menyulitkan pembangunan rumah. Padahal, setiap orang memiliki kebutuhan soal rumah.

Bermunculan Inovasi Desain Rumah yang Lebih Menggoda di Masa Sekarang

Rumah tradisional Indonesia tentu memiliki cerita awal mengenai desain rumah sebelum terkenal. Setelah itu, desain rumahnya menjadi tradisi untuk pembangunan rumah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Beberapa desain bangunan memiliki adat atau aturannya yang harus dilakukan secara turun-temurun. Sebagai contoh, rumah adat tradisional Bali yang yang memiliki nilai filosofi sendiri dalam desain rumah.

Tentunya, desain rumah tradisional hanya persoalan pengetahuan zaman dahulu yang bisa jadi tergantikan dengan pengetahuan desain rumah yang modern.

Sekarang ini, banyak inovasi desain rumah yang lebih menggoda yang mampu mengalahkan desain rumah tradisional. Karena itu, wajar, banyak orang yang meninggalkan rumah tradisional indonesia. Atau, menjadikan rumah tradisional Indonesia sebagai penggabungan desain.

Desain rumah tradisional atau rumah adat Bali sendiri berkolaborasi dengan desain modern sehingga menghasilkan inovasi yang lebih disukai dengan tetap mempertahankan rumah tradisional Bali.

Tidak Bisa Dijadikan Properti Komersil yang Menguntungkan

Di Bali sendiri, banyak bangunan khas rumah adat tradisional Bali yang sudah menjelma lebih modern. Ini yang diminati banyak wisatawan. Tentunya, bangunan ini jauh lebih potensial dalam proyek properti komersial.

Kalau misalkan rumah adat tradisional Bali tidak menjelma menjadi kemasan yang modern, kemungkinan banyak orang yang tidak menginginkan bertempat tinggal di rumah yang masih murni tradisional.

Apalagi, rumah tradisional kebanyakan terbuat dari kayu. Tentunya, rumah seperti ini tidak bisa dimaksimalkan untuk properti komersial. Properti komersial sekarang ini sudah lebih ke bangunan bersemen seperti sekarang ini. Di samping lebih kuat, nilai profesional sebuah properti komersial jauh lebih maksimal.

Posting Komentar untuk "Alasan Rumah Tradisional Indonesia Kurang Diminati Masyarakat"