Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bikin Rumah Kayu, Kelebihan dan Kekurangannya

Bikin rumah biasanya menggunakan bangunan bersemen. Bangunan bersemen yang berisi batu-bata, besi, batu dan juga pasir. Tetapi, bikin rumah kayu juga sebenarnya sudah menjadi trend tersendiri sebelum ada pabrik pengolahan semen. Ini mendandakan bahwa properti rumah bukan selalu rumah berbahan semen, tetapi juga berbahan kayu.

Sumber: suara.com
 


Apakah masih cocok bikin rumah kayu di era bangunan bersemen? Bila masalah cocok atau tidak, tentunya bikin rumah kayu masih cocok, bergantung dari selera masing-masing orang. Walaupun begitu, bangunan rumah kayu sudah banyak ditinggalkan banyak orang.

Lalu bagaimana kelebihan bikin rumah dari kayu bila memang mau bikin rumah dari kayu? Tentunya, membahas kelebihan perlu juga membahas kekurangan.

Beberapa Kelebihan Bikin Rumah Kayu

1. Melestarikan rumah tradisional

Banyak rumah tradisional yang terbuat dari kayu. Tentu, ini bisa membuat kesimpulan bahwa rumah tradisional memang identik rumah kayu atau sebagian besar menggunakan bahan kayu. Khususnya rumah idaman Bali yang bernuansa tradisional kuno, juga menggunakan kayu. Rumah idaman Bali khas warisan leluhur memang masih bertahan dilestarikan sampai hari ini.

Bila anda menginginkan bikin rumah dari kayu khususnya rumah tradisional, tentu turut melestarikan rumah tradisional.

2. Proses pembangunan rumah kayu lebih cepat

Mengapa proses pembangunan lebih cepat? Alasannya jelas, karena proses pembangunannya hanya pemasangan kayu. Kayu yang dipasang berukuran panjang sehingga lebih mempecepat terpasangnya kayu.

Ketika bangunan sudah jadi, anda bisa memilih untuk mengecet atau tidak. Namun, agar lebih kesan alami, sebaiknya untuk tidak mengecat menjadi warna lain selain dari warna kayu. Sekalipun tidak mengecat, warna dari kayu cukup bisa menampilkan warna bangunan yang indah.

Namun, pembangunan rumah kayu yang bisa dibilang cepat dikarenakan ukuran bangunanya juga. Kebanyakan rumah kayu dibangun dengan ukuran yang tidak terlalu luas.

3. Membantu menghemat energi

Konon, rumah kayu memberikan nuansa yang sejuk. Apalagi, kayu memang bukan penghantar panas yang baik. Sepanas-panasnya kayu, tetap saja tidak panas. Karena itu, bikin rumah kayu bisa membuat suasana di dalam rumah tetap sejuk tanpa bantuan AC atau kipas angin.

4. Rumah kayu tidak mengalami keretakan dinding

Masalah yang sering dihadapi rumah bersemen adalah keretakan, bisa karena faktor alam atau pemasangan yang tidak benar. Tentunya, ini menjadi permasalahan properti yang lumayan serius.

Berbeda dengan rumah kayu. Rumah kayu tidak pernah mengalami permasalahan tembok bergeser. Bisa jadi karena faktor pemasangan yang benar. Jadi, bangunan rumah kayu jauh lebih aman dari keretakan tembok besinya. Hanya saja, perlu beberapa rumus kuat untuk membangun dan merekatkannya.

Beberapa Kekurangan Bikin Rumah Kayu

1. Tidak cocok untuk investasi jangka panjang

Mengapa bikin rumah malah ada yang tidak cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang? Untuk menjawabnya, tentu lebih diarahkan ke rumah kayu. Ya,rumah kayu memang tidak cocok untuk investasi properti jangka panjang. Alasanya, market untuk rumah kayu terbilang sedikit.

Bisa untuk investasi properti dengan didukung pemasukan dari hasil penyewaan di tempat wisata. Karena banyak rumah kayu yang sukses disewakan para wisatawan.

2. Rawan rayap pada kayu rumah

Sebenarnya, rumah kayu beresiko kedatangan rayap. Bila dibiarkan, justru bisa mempengaruhi kondisi bangunan di atas dan sampingnya. Perlu ada upaya pencegahan atas kedatangan rayap. Rayap jangan dibiarkan menghuni di dalam kayu. Untuk itu, semua rumah kayu perlu di beri cat pelapis anti rayap.

3. Membutuhkan tukang khusus untuk bikin rumah kayu

Karena semakin jarang orang yang membangun rumah kayu, semakin jarang juga orang yang memiliki keahlian membangun rumah kayu. Walaupun tukang sudah terbiasa membangun rumah bersemen, belum dianggap bisa dianggalkan untuk bikin rumah kayu.

Posting Komentar untuk "Bikin Rumah Kayu, Kelebihan dan Kekurangannya"