Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri Investasi Properti yang Tidak Menguntungan

Berinvestasi dimanapun, investor menginginkan keuntungan. Begitu juga keuntungan dalam melakukan investasi properti. Tetapi, investor bisa berhadapan dengan kerugian di suatu saat. Karena itu, investor perlu mengetahui ciri investasi properti yang tidak menguntungkan

Sumber:prudentia.com
 

Bagaimana ciri investasi properti yang tidak menguntungkan?

Tidak Bisa Memutuskan Kapan Properti Harus Dijual

Investasi, khususnya investasi properti membutuhkan perencanaan. Kalau menginginkan keuntungan dari properti, sampai berapa tahun menunggu untuk dijual? Karena dengan menjual properti, investor akan mendapat keuntungan. Kalau tidak bisa memutuskan menjual properti, ini sama saja tidak mendapat keuntungan.

Kecuali properti komersial, tidak perlu adanya rencana penjualan properti. Setiap tahun, bahkan setiap hari, investor akan mendapatkan keuntungan dari segi bisnis propertinya.

Boros dalam Melakukan Renovasi dan Operasional Properti

Tanpa sadar, kegiatan renovasi properti bisa menghabiskan banyak biaya. Ketika properti dijual, harga jualnya tidak ditambah dengan biaya renovasinya. Padahal, harga jualnya beda tipis dengan harga awal properti. Apakah investor mendapat keuntungan dari menjual properti? Tentu tidak.

Ada baiknya, investor harus membeli properti yang berkualitas terbaik. Ini untuk menghindari aktifitas renovasi properti yang tidak perlu. Renovasi rumah diperlukan ketika properti akan dijual. Sebelum dijual, alangkah baiknya dibiarkan apa adanya.

Pemborosan berikutnya tentu adalah biaya operasional. Ketika properti ditinggal pemiliknya, siapakah yang menjaga properti? Apakah akan dibiarkan begitu saja tanpa penghuni? Tentu tidak. Kalau ada penjaganya, otomatis investor membutuhkan biaya untuk membayar penjaga.

Bagaimana total biaya 1 juta per bulan selama 10 tahun? Investor membutuhkan uang lebih dari 120.000.000. Padahal,hasil penjualan properti mendapat untung 120.000.000, misalnya. Apakah bisa dianggap keuntungan?

Tidak Menghitung Perkembangan Harga Properti

Investor properti sudah seharusnya memperhatikan perkembangan harga properti. Hal ini untuk menentukan harga sewa properti bila berupa properti komersial. Dengan mengikuti perkembangan properti, investor juga bisa menentukan perkembangan harga jualnya.

Sekarang ini informasi seputar properti makin mudah didapatkan. Investor bisa memilih informasi properti yang bisa dipercaya. Informasi properti juga bisa berkaitan dengan perkembangan daerah dimana properti berada, seperti perkembangan wisata, bisnis dan lainnya.

Bila investor tidak memperhatikan harga properti bisa jadi harga sewanya tidak ada kenaikan. Padahal biaya beban mengalami kenaikan. Keuntungannya semakin berkurang semakin meningginya biaya beban/liabilitas.

Membeli Properti Hanya untuk Mengoleksi Properti

Mengoleksi emas tanpa perencanaan tidak menjadi persoalan serius. Mengapa? Banyak tempat untuk menjual emas. Apalagi, penjualan emas murni dibutuhkan banyak produsen untuk diolah menjadi perhiasan emas.

Tetapi, mengoleksi properti tanpa perencanaan bisa menjadi persoalan serius. Dengan uang 1 miliar, investor bisa membeli properti di situs penjualan properti. Tetapi untuk menjualnya, hanya pembeli yang memiliki kepentingan dan uang 1 miliar lebih.

Investor properti harus memiliki perencanaan matang dalam mengoleksi properti. Ini pun masih memiliki potensi resiko yang besar.

Ada baiknya memang untuk tidak banyak mengoleksi properti. Lagi pula, harga jualnya juga mahal.

Kecuali, properti menghasilkan keuntungan pasif. Properti ini disebut properti komersial. Bisa jadi, semakin banyak properti, semakin bagus keuntungannya. Propeti komersil bisa menghasilkan uang jangka pendek.

Tidak Paham Bagaimana Menjual Properti

Investor properti memang harus pandai membeli dan menjual properti. Kelasnya sudah seperti agen atau broker. Kalau tidak, bermain di investasi properti hanya membuang uang.

Kecuali, investor hanya berniat berinvestasi tanpa memikirkan keuntungan, tidak perlu kemampuan layaknya agen atau properti. Resikonya, bisa saja investor kesulitan dalam menjual properti. Kalau sulit menjual properti, bisa tidak mendapatkan keuntungan. Keuntungannya masih harapan.

Memang, investor bisa mengandalkan agen properti untuk membantu menjualkan propertinya. Hanya saja, investor tidak paham agen atau broker yang harus dipilih. Karena investor sendiri tidak paham kemampuan agen.

Posting Komentar untuk "Ciri Investasi Properti yang Tidak Menguntungan"