Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Tanah yang Tidak Cocok untuk Membangun Rumah

Tanah adalah bagian dasar yang bisa mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau bagian dasarnya mempengaruhi bangunan, semisal ada pergeseran tanah, tentu bisa berpotensi merusak bangunan rumah. Hal ini berkaitan dengan jenis tanah. Ada jenis tanah yang tidak cocok untuk membangun rumah dan ada yang cocok.

jenis rumah
Sumber:kindpng.com

 

Tentunya, anda memilih jenis tanah yang cocok untuk membangun rumah. Tanah yang cocok untuk membangun rumah adalah tanah yang kebalikan dari beberapa jenis tanah atau karakter tanah yang akan dijelaskan di bawah.

1. Jenis Tanah Dekat Sungai atau Danau

Jenis tanah dekat sungai adalah jenis tanah berair yang tidak cocok untuk membangun rumah apalagi membangun rumah dua atau tiga lantai. Jenis tanah seperti ini karena tanah selalu mendapatkan tampungan air. Kadar serapan air memang tidak semakin melebar, ada batasannya sendiri, apalagi kalau mengalami musim kemarau.

Ketika musim kemarau, air serapannya akan berkurang. Ketika musim hujan, tanah bisa menyerap banyak air.

Kalaupun ingin memaksa membangun rumah dekat sungai atau danau, pastikan memberikan jarak agak jauh. Rumah bisa diberikan pondasi ceker ayam yang lebih dalam, apalagi untuk jenis rumah bertingkat.

Pastkan juga melihat potensi kelongsoran tanah. Tanah yang perlu dihindari untuk membangun rumah adalah tanah yang berpotensi longsor.

2. Jenis Tanah Bekas Tempat Sampah

Biasanya ada tanah yang difungsikan sebagai penampungan sampah.  Digunakan sebagai penampung sampai karena sebagian tanah dikeruk untuk kebutuhan rumah. Ada lubang besar sebagai tampungan sampah. Bisa saja, pengerukan tanah karena sengaja untuk membuat lubang tampungan sampah.

Karena tempatnya sudah tidak terpakai untuk penampung sampah, sampah bisa jadi langsung dikubur kembali dengan tanah yang baru.

Nah, tanah bekas tampungan sampah seperti itu tidak cocok untuk membangun rumah walaupun diberi tanah baru.

Perlu upaya pembersihan kembali agar sisa sampah benar-benar sudah tidak ada. Caranya, bisa mengeruk sampai ke dasar tanah. Lalu memberikan tanah baru untuk diendapkan. Walaupun cara ini membutuhkan alat pengerukan sampah.

Butuh waktu pengendapan tanah baru agar mengeras sebelum dimanfaatkan untuk membangun rumah.

3. Jenis Tanah Basah

Jenis tanah basah adalah tanah yang sering mendapatkan air selain dari sungai. Tanah ini untuk sementara tidak cocok untuk tempat pembangunan rumah. Biasanya, selalu mendapat air dalam jumlah banyak. Tanah seperti ini biasanya tanah pertanian untuk pertanian padi atau perkebunan.

Tanah pertanian memang selalu mendapatkan air sepanjang ada penanaman, baik musim hujan atau kering. Kalaupun tanah bekas pertanian mau dibuat rumah, perlu upaya pengerasan terlebih dahulu, tanpa diolah-olah.

4. Jenis Tanah yang Lebih Rendah dari Jalan

Jenis tanah yang lebih rendah dari jalan sebenarnya masih dalam kategori tanah yang bisa layak untuk membangun rumah. Tentunya, bila tanahnya memenuhi syarat. Hanya saja, tanah yang lebih rendah dari jalan berpotensi menimbulkan masalah ketika musim hujan. Bisa jadi, ketika musim hujan, arae rumah tergenang air karena posisinya lebih rendah dari jalan.

Namun anda bisa memperhatikan keseharian jenis tanah ini ketika masuk musim hujan, apakah lokasi tanah aman dari genangan air atau tidak, apakah tanah terbawa air atau tidak.  

Aliran air dari ketinggian yang selalu membawa tanah seperti tanah merah tidak cocok untuk dibuat rumah kalau dibiarkan tanpa pelindung. Harus ada upaya agar aliran air tidak selalu membawa tanah.

Kalau tergenang, bagaimana pembuangan airnya? Ketika memenuhi syarat aman, jenis tanah yang ini masih bisa untuk membangun rumah. Kondisi ini seperti kondisi pada umumnya tanah yang terkena banjir.

Walaupun ada jenis tanah atau bisa dibilang karakter tanah yang tidak bisa atau tidak cocok untuk membangun rumah, tetap saja, teknik bangunan tertentu bisa membuat bangunan tetap aman dan kokoh bertahan lama.

Posting Komentar untuk "Jenis Tanah yang Tidak Cocok untuk Membangun Rumah"