Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Rumah Inden, Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian rumah inden, kelebihan dan kekurangan untuk yang belum memahaminya. Sebagian orang mungkin belum paham pengenai rumah inden. Hal ini terkait produk yang ditawarkan yaitu rumah. Bisa jadi, mereka sudah mengenai istilah kata ‘inden’ walaupun untuk produk selain rumah. Atau, sebagian yang lain belum tahu sama sekali arti dari inden apalagi rumah inden. 

Berikut, akan dijelaskan pengertian rumah inden, kelebihan dan kelurangan

Sumber: studiobark.co.uk

 

A. Pengertian Rumah Inden dan Kepentingannya

Pengertian rumah inden adalah pembelian dengan cara pemesanan rumah yang masih dalam rancangan pembangunan.

Arti inden sendiri adalah pembelian produk dengan cara memesannya terlebih dahulu dengan membayar setengah harga atau DP sebagai bukti pembelian. Hal ini bersesuaian dengan rumah inden yang dilalui dengan membayar setengah harga terlebih dahulu.

Rumah inden lebih banyak menarget rumah tapak. Atau bahasa lainnya, rumah inden lebih banyak membangun sejenis rumah tapak. Pemilihan ini lebih kepada percepatan pembangunan secara serentak. Karena sistem  pembangunanya bisa dilakukan untuk semua unit dalam sekali waktu pengerjaan.

Pembangunan rumah inden pun bisa dipantau si pemesan rumah. Pemesanan model desain rumah bisa diminta si pemesan. Faktor ini yang menjadi alasan bahwa rumah inden lebih banyak membangun rumah tapak.

Berbeda dengan pembangunan apartemen atau rumah susun, pembangunanya bertahap untuk per unitnya. Pemilik juga tidak bisa melihat perkembangannya.

B. Kelebihan Rumah Inden

Mungkin pemesan menginginkan memiliki rumah inden atau memiliki rumah secara inden. Untuk itu, perlu mengetahui kelebihannya.

1. Bisa memesan desain dan denah rumah

Rumah inden statusnya masih tahap rancangan rumah, bisa berupa miniatur rumah atau gambar rumah. karena itu, pemesan bisa meminta perubahan desain atau denah rumah.  Hanya saja, bila mau memesannya, pembayaran rumah inden harus dengan uang cash bukan dengan KPR.

Kalau pemesan membeli rumah tapak yang sudah jadi, biasanya hanya menempati saja, suka atau tidak suka desainnya.

2. Perkembangan membangun rumah bisa dipantau

Membangun rumah inden seperti halnya membangun rumah sendiri dari nol. Hanya saja, permodalam dan legalitas rumah inden sudah diatur oleh pengembang. Pemesan hanya menunggu prosesnya saja. Artinya, ia bisa melihat perkembangan pembangunan rumah, apakah sesuai yang direncanakan atau tidak.

Maka dari itu, tempat membangun rumah inden seharusnya berada dekat dengan tempat tinggal si pemesan. Tujuannya agar si pemesan bisa memantau perkembangannya setiap waktu, seperti halnya membangun rumah sendiri yang dipantau setiap waktu para tukangnya.

3. Kondisi rumah masih baru

Kebanyakan pengembang memiliki kendala menjual rumah jadi atau rumah ready stock. Bila sebagian rumah belum terjual, bisa saja akan didiamkan dalam waktu lama tanpa penghuni sampai setengah atau satu tahun.

Berbeda dengan rumah inden, dari awal pembangunan, si pembeli seperti sudah punya rumah sendiri karena sudah ada hak pembelian yang sudah dilakukan. Pembeli hanya menunggu rumah terbangun dengan sempurna. Ketika pekerjaan selesai, rumah baru bisa langsung ditempati.

C. Kekurangan Rumah Inden

Kekurangan pun tidak luput dari rumah inden yang memiliki kelebihan. Tentunya, kekurangan rumah inden dijadikan tolak ukur, apakah si pemesan mau melanjutkan atau tidak punya rumah dengan cara inden.

1. Pilihan bank yang terbatas

Pengembang juga tidak mau merugi dengan membangun rumah inden. Untuk itu, pengembang bekerjasama dengan bank-bank tertentu. Ketika pengembang diterima kerjasamanya dengan bank, pemesan rumah inden bisa dengan mudah mengajukan KPR dalam pembelian rumah inden.

Ketika bank-bank belum bekerjasama dengan pengembang rumah inden, pihak pemesan rumah tidak bisa mengajukan KPR di bank. Bank tidak mau merugi karena ulah pengembang tidak bisa dipercaya dalam pembangunan rumah indennya.

2. Membutuhkan biaya tambahan

Dalam hal ini, kekurangan akibat dari memesan rumah inden.

Ketika memesan rumah inden, pembangunan rumahnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa 6 bulan atau 1 tahun lebih. Di masa penantian ini, pemesan membutuhkan biaya tambahan untuk mengontrak rumah. Padahal, pemesan pun harus mencicil pembayaran rumah inden.

Hal itu tidak menjadi kekurangan bila pemesan sendiri sudah menempati rumah, entah di rumah mertua, orang tua sendiri. Atau sebelumnya pemesan sudah membayar rumah kontrakan untuk 1 tahunan.

3. Bangunan rumah tidak sesuai rencana awal

Bisa jadi, karena faktor kesalahan, kesalahpahaman desain atau karena pengembang buruk, bangunan rumah yang sudah jadi tidak sesuai dengan apa yang direncanakan di awal. Tentunya, si pemesan rumah inden merasa kecewa. Kalaupun mau meminta pengembalian uang atau pengurangan, tentu tidak bisa.

Posting Komentar untuk "Pengertian Rumah Inden, Kelebihan dan Kekurangan"