Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rumah Adat Bali Warisan Leluhur yang Mentradisi

Rumah adat Bali adalah rumah yang dibuat berdasarkan aturan tertentu orang Bali yang memang sudah menjadi kebiasaan sejak zaman dahulu dari leluhur. Bisa dikatakan, rumah adat Bali adalah rumah tradisional. Rumah adat Bali warisan leluhur yang mentradisi inilah yang menciptakan ke-bali-annya dalam hal bangunan.

Sumber:pinhome.com

 


Rumah adat Bali warisan leleluhur sudah pasti mentradisi sampai sekarang. Karena rumah adat Bali diartikan dengan rumah tradisional Bali. Pengertian tradisional berangkat dari kata tradisi, yang artinya adat kebiasaan turun-temurun. Ada aturan-aturan yang harus dijalankan dalam membuat rumah Bali sampai sekarang.

Karena rumah adat Bali itu seperti komplek perumahan yang dibatasi pagar sehingga harus harus di jelaskan per bagiannya. Berikut beberapa bagian hal yang berkaitan dengan rumah adat Bali, rumah tradisional warisan leluhur:

1. Angkul-Angkul

Angkul-angkul adalah pintu masuk. Bisa dikatakan menyerupai gapura. Keunikan angkul-angkul karena dibagian atapnya memiliki bangunan yang unik, mirip gapura. Memang, angkul-angkul sendiri dibuat dengan corak khas Bali, baik bangunannya, pintu kayunya dan juga atapnya.

Bisa dikatakan, angkul-angkul adalah  mirip pintu gerbang kecil yang biasa ada di rumah modern sebagai pintu lalu-lalang orang.

2. Aling-Aling

Dalam rumah adat Bali, membuat aling-aling menjadi keharusan tersendiri walapun aling-aling sebagai pembatas atau penghalang. Tujuannya untuk membatasi mana ruangan private dan mana bagian luar rumah. juga, aling-aling berguna untuk menghalangi aura negatif yang akan memasuki pekarangan rumah.

Bisa dikatakan, aling-aling adalah pagar rumah. Rumah modern perkotaan memang banyak memiliki pagar yang fungsinya hampir sama yaitu sebagai pengaman, menjadikan ruangan sekitar halaman lebih private.

3. Bale Manten

Bale bisa diartikan gedung atau ranjang. Manten kemungkinan bisa diartikan penganten. Tetapi arti bale manten sendiri sesuai kegunaan rumah adat bali adalah bangunan atau rumah yang ditempati sepasang suami-istri. Bisa dikatakan bangunan khusus untuk kepala rumah tangga dan pasangannya.

Namun, di bale manten bisa ditempati seorang anak wanita yang masih perawan.

Biasanya, bangunan rumah sudah mencakup rumah untuk suami-istri dan juga anak-anaknya. Rumah menjadi tempat berkumpul. Tetapi, rumah adat Bali tidak demikian seperti contoh pada kegunaan bale manten.

4. Bale Gede

Salah satu khas rumah adat Bali adalah bale gede. Bale gede bisa disebut juga bale dangin.

Bale ini memilliki ciri khas pada tiangnya yang memiliki jumla 12 tiang. Bangunan tiang ini bisa disebut sakaroras.

Bale gede bangunannya seperti bujur sangkar. Ukuran luas bangunannya sekitar 4,8 meter x 4,8 meter. Sedangkan ketinggian lantainya sekitar 0,8 meter.

Tujuan membangun bale gede di dalam bagian rumah adat Bali adalah untuk kepentingan upacara adat. Di ruangan ini, dihidangkan makanan sesaji khas Bali dalam ada upacara adat.

5. Bale Dauh

Bale dauh sama seperti bale gede yaitu ruang berkumpul. Hanya saja, bale dauh hanya untuk perkumpulan biasa seperti menerima tamu. Makanya, bangunan ini harus jauh lebih rendah dari bale gede dan manten.

Bale dauh masih menggunakan tiang-tiang seperti bale gede. Namun masalah tiang tidak mematok jumlah. Hanya saja, tiap jumlah tiang memiliki penamaannya sendiri. Tiang yang berjumlah 6 dinamakan sakenem. Tiang yang berjumlah 8 dinamakan sakutus atau antasari. Sedangkan bila sampai 9 tiang, dinamakan sangasari.

6. Bale Sekapat

Bila anggota keluarga berkumpul, tempatnya berada di bale sekapat. Terlepas bagaimana bentuk perkumpulannya, yang jelas, bale sekapat melengkapi rumah adat Bali. antar keluarga akan disatukan di dalam bale sekapat untuk bersantai ini.

Ciri khas bale sekapat adalah memiliki jumlah tiang 4 saja. Fungsingnya untuk penyangga. Tentunya, corak desain yang memberikan khas Bali.

7. Pawaregan

Pawaregan berasal dari kata wareg yang artinya kenyang. Pawaregan adalah pawon atau dapur. Pawaregan lebih kepada ruangan untuk memasak dan menyimpan alat masakannya. Bagian dalam bangunan ini, dibagi menjadi dua yaitu dalam dan luar. Bagian dalam untuk kebutuhan menyimpan alat memasak. Sedangkan bagian luar untuk memasak.

Masih ada beberapa lagi bagian dari rumah adat Bali. Namun pembahasan sepertinya cukup.

Rumah adat Bali kalau diterapkan tentu akan memakan banyak lahan. Untuk itu, pembangunan rumah khas rumah adat Bali lebih kepada rumah tunggal dengan tetap mengangkat khas Bali.

Posting Komentar untuk "Rumah Adat Bali Warisan Leluhur yang Mentradisi"