Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Solusi Hadapi Pengembang Perumahan yang Saling Bersaing

Bagaimana solusi hadapi pengembang perumahan yang saling bersaing menawarkan produk propertinya? Ada banyak perencanaan agar bisa bersaing dengan pengembang perumahan lainnya. Masalahnya, apa yang dibangun bukan properti komersial yang cukup beberapa unit. Unit-unit perumahan harus terjual dengan harga yang tidak sedikit.

Sumber:build-review.com


Pengembang perumahan memang perlu juga memahami bagaimana perekonomian di suatu wilayah dan sekitarnya. Hal ini sebelum merencanakan strategi pembangunan dan penjualan properti di tengah persaingan antar pengembang perumahan.

Bagaimana Kesiapan Pengembang Membangun Proyek Perumahan?

Resiko menjadi pengembang/developer perumahan bukan sekedar menghadapi kerugian karena perumahan banyak yang tidak terjual. Lebih lanjut, jika perumahan tidak laku  terjual, kerugiannya pada biaya beban itu sendiri seperti pajak, biaya operasional.

Ketika pengembang perumahan gagal mewujudukan perumahan, dampak resikonya bukan hanya mengena pengembang. Lingkungan di area perumahan menjadi tidak bersahabat.

Jadi, pengembang perlu membangun kesiapan untuk meminimalisir potensi kerugian .

  • Kesiapan permodalanb yang besar
  • Kesiapan mematuhi legalitas perumahan dan aturan pemerintah lainnya
  • Kesiapan tim bangunan profesional


Langkah penting sebagai tahap eksekusi tentu para tim bangunan. Termasuk dalam hal ini adalah arsitektur. Ini menjadi tim penting di lapangan. Mengandalkan tim bangunan yang profesional memang perlu diutamakan sekalipun untuk proyek perumahan subsidi.

Memenuhi Inti Dasar Perumahan untuk Beberapa Kelas Konsumen


Banyak peminat properti rumah karena memang membutuhkannya. Ini yang menjadi dasar membangun perumahan. Konsumen kelas bawah, menengah dan atas memiliki kebutuhan yang sama mengenai rumah. ketika pengembang perumahan sudah memenuhi inti dasarnya, pesaingan antar pengembang kemungkinanbesar bisa diatasi.

Masing-masing konsumen memiliki alasan tersendiri memilih lokasi perumahan, di saat rumah tidak bisa berpindah tempat. Ini yang menjadi alasan, bersaing perumahan sampai banting harga sepertinya tidak ada gunanya.

Membuat Konsep Perumahan yang Baru yang Berbeda

Pengembang perumahan bisa dibilang orang yang bisa berpengaruh dalam mengalihfungsi budaya.

Sebagai contoh, membangun rumah di Bali biasanya mengunggulkan arsitektur rumah Bali. Tetapi, pengembang yang kompetitif tidak terpaku pada aturan arsitektur rumah Bali. Perlu konsep perumahan yang baru bila memang sudah ada pesaing perumahan dengan arstektur rumah bali.

Setidaknya, pengembang perumahan masih memasukkan unsur Bali, baik tradisi ataupun konsep bangunanya.

Tetapi, kebanyakan pengembang perumahan memang berfokus pada konsep arsitektur semata, tidak melibatkan tradisi membuat rumah.

Desain Perumahan Disesuaikan Dengan Tipenya

Solusi atas pengembang perumahan yang saling saing adalah memperhatikan desain rumah yang disesuaikan dengan tipe rumahnya. Tipe rumah di sini adalah kondisi marketnya. Sebagai contoh, tipe rumah subsidi untuk kalangan bawah. Nah, perlu memperhatikan tipe rumah dalam mendesain perumahan.

Di dalam laman tribunnews.com, David Ricardo mememberikan arahan mengenai penyesuaian desain dengan tipe rumah. Bila rumah untuk kelas menengah ke bawah, fokus perumahan lebih kepada fungsi dan bentuk standar bangunan. Kalau untuk kelas menengah ke atas, ada pemenuhan menonjolkan brand. Bisa jadi melihat brand pengembangnya.

Hal itu akan mempengaruhi harga jual rumah. semakin berkelas sebuah rumah, harga jual semakin mahal. Sebaliknya, tipe rumah subsidi tentunya berharga murah.

Menawarkan Angsuran Pembayaran

Pengembang properti bisa memberikan penawaran pada konsumen mengenai sistem pembayaran angsuran. Kebanyakan konsumen akan melirik pembayaran seperti ini. Apalagi, pembelian rumah secara kontan membutuhkan banyak biaya.

Resiko sistem angsuran pembayaran jelas bisa mengancam bisnis perumahan. Kredit macet yang paling umum dari pembayaran cicilan. Kebanyakan pengembang perumahan akan melibatkan bank dalam sistem cicilan pembayaran.

Hanya saja, pengembang perlu memperhatikan pesaing. Apakah pesaing menerapkan hal yang sama? Kalau sama,  tentu, menggunakan sistem angsuran pembayaran tidak ada nilau plusnya. Tetapi, sistem ini jauh lebih baik daripada tidak menerapkan. Apalagi, pesaing menerapkannya.

Posting Komentar untuk "Solusi Hadapi Pengembang Perumahan yang Saling Bersaing"