Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memilih Rumah Lelang yang Aman Sesuai Hukum

Maksudnya bagaimana cara memilih rumah lelang yang aman sesuai hukum? Dalam kasus ini adalah rumah lelang sitaan bank. Pada dasarnya, rumah lelang sitaan bank adalah rumah yang kepemilikannya sudah dikuasai atau disita bank untuk dijual secara lelang. Di sini belum ada penggantian nama. Bisa saja, ke depannya rumah hasil lelang dalam keadaan tidak aman secara hukum.

rumah lelang
Sumber:istockphoto.com

 

Lalu pertimbangan apa saja dalam membeli rumah agar kepemilikan rumah lelang bisa aman secara hukum.

Kesiapan Pengurusan Ganti Nama Sertipikat setelah Menang Lelang

Mengikuti lelang rumah tentu harus siap dengan biaya-biaya dan perlengkapannya. Salah satu yang harus disiapkan adalah upaya untuk mengganti nama setipikat kepemilikan tanah dan bangunannya.

Bisa saja, selama masa pencicilan rumah lelang di bank, anda masih merasa aman dengan kepemilikan rumahnya. Tetapi, kalau cicilan rumah sudah lunas, pemilik rumah sudah meninggal, pihak ahli waris bisa menuntut pengembalian rumahnya. Bisa saja ini terjadi pada rumah hasil lelangan.

Jadi, setelah mendapatkan rumah lelang, alangkah baiknya bersegera untuk mengurusi penggantian nama sertipikat tanah. Bila sudah berpindah tangan ke pada pemilik baru yaitu pemenang rumah lelah, berarti sudah tidak ada hak bagi ahli waris untuk menuntut balik rumahnya.

Melihat Kondisi Rumah Secara Utuh

Membeli rumah bekas, baik secara lelang atau pembelian biasa, harus tetap melihat kondisi rumah secara utuh. Tentu berbeda ketika anda membeli rumah baru. Melihat kondisi rumah bekas secara utuh akan membuat anda merasa yakin, apakah akan berlanjut mengikuti pelelangan atau tidak.

Melihat rumah lelang tentu harus berkunjung secara langsung ke rumah yang dimaksud. Bisa mendatangi sendiri atau menyuruh orang lain untuk memvidiokan.

Pada dasarnya, membeli rumah lelang berarti membeli rumah apa adanya. Rumah belum mengalami proses renovasi ketika penjualan. Tidak seperti penjualan rumah bekas pada umumnya, bisa jadi sudah mengalami renovasi agar menarik perhatian.

Mengecek Biaya Beban Rumah

Setiap daerah memiliki beban pajak yang berbeda-beda. Jangan sampai anda hanya sekedar melihat rumah lelang. Anda perlu juga melihat beban pajaknya, apakah besar atau tidak. Hal ini bisa dilakukan ketika mengecek kondisi rumah.

Namun biaya beban dari rumah lelang bukan persoalan pajak saja. Bisa dilihat mengenai biaya beban lainnya seperti IPL (Iuran pengelolaan lahan), biaya pengosongan dan yang lainnya.

Bila memang dirasa setuju terkait biaya beban pada rumah lelang, bisa dilanjutkan untuk mengikuti pelelangan rumah.

Membeli Rumah Lelang Menyesuaikan dengan Rencana

Sebelum membeli atau memilih rumah lelang, anda sudah memiliki rencana yang pasti, apakah untuk hunian pribadi atau untuk investasi. Karena biasanya, rumah lelang memiliki kondisi yang memungkinkan berbeda untuk dimanfaatkan. Tentunya, anda bisa menganalisis, apakah rumah bisa dimanfaatkan untuk investasi atau kebutuhan tempat tinggal.

Sebagai misal, anda ingin membeli rumah lelang untuk kebutuhan tempat tinggal sebagai rencaannya. Langkah ini cukup mudah. Karena kebanyakan rumah bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal.

Berbeda bila anda memiliki rencana investasi rumah dengan membeli rumah lelang. Tentu, anda harus melihat perkembangan harga propertinya dan yang lainnya yang bisa membantu meningkatkan keuntungan. Bisa juga menilai potensi pasif income-nya bila disertai untuk penyewaan rumah.

Bila memang rumah lelang sesuai dengan rencana anda, bisa untuk melangkah pelelangan.

Seperti itulah cara memilih ruah lelang yang bisa dirasa aman sesuai hukum.

Posting Komentar untuk "Cara Memilih Rumah Lelang yang Aman Sesuai Hukum"