Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Intip Membangun Perumahan Mewah Di Bali Masa Pandemi

Benarkah membangun perumahan mewah di Bali masa pandemi yang dilakukan developer tidak memiliki potensi penjualan yang menggembirakan? Sebagian rumah mewah memang dijual. Namun bagi kaum kaya yang belum memiliki properti mewah, sepertinya akan membeli rumah mewah yang baru di perumahan.

Sumber:Lamudi.com
 

Ciputra meluncurkan beberapa perumahan mewah seperti Nivata, Sedana di Bali. Terakhir Resvara yang menghadirkan rumah mewah dan juga kavling. Hasilnya bagaimana? Responya positif dengan dibuktikan berhasil menjual banyak unit rumah mewah.
    
Karena ternyata di masa pandemi perumahan mewah tetap memiliki banyak peminat dengan bukti adanya pembelian dan pemesanan. Tentu perlu mengintip apa yang sebenarnya terjadi pada kasus Ciputra.

Mewadahi Investasi Rumah untuk Kelas Atas

Pada masa pandemi,banyak kalangan kaya yang tidak bisa beraktifitas kemana-mana, tidak seperti biasanya. Artinya, mereka tidak bisa memanfaatkan uangnya untuk sesuatu yang bisa menghiburnya. Mereka jenuh.

Dengan kemunculan permumahan mewah, justru bisa sebagai bagian untuk menyalurkan uangnya ke dalam barang yang berharga namun wajar dibeli di masa pandemi.

Di dalam laman Kompas, Hendra Hartono, CEO Leads Properti Indonesia, memberikan pernyataan bahwa mereka tidak mencari motor atau mobil mewah. Tentunya, di masa Pandemi, pembelian motor dan mobil mewah tidak tepat. Pemilihan pada investasi di perumahan mewah memang jalannya.

Tetap Optimis dalam Investasi Properti Mewah

Info yang beredar banyak rumah mewah yang dijual saat pandemi. Entah alasannya kenapa. Bisa jadi karena sudah momennya untuk menjual properti mewah. Info lain, sebagian kaum kaya yang menjual properti mewahnya seperti hotel dan lainya karena faktor kesulitan ekonomi. Karena memang tidak ada pemasukan yang biasanya hasil penyewaan.

Namun, mereka yang antusias pada properti baru yang ada di Bali, yang dikembangkan Ciputra, kemungkinan sesuatu hal yang berbeda. Bisa jadi, mereka kaum kaya yang belum ada kesempatan memiliki properti di Bali. Rumah mewah mereka dijual untuk membeli properti di Bali. Bisa saja hal ini menjadi alasan.
.
Namun yang pastinya, kaum kaya memang percaya diri membelanjakan uangnya ke dalam rumah mewah yang dikembangkan ciputra di tahun-tahun pandemi.

Developer Properti Yang Sepadan dengan Kelas Atas

Hal yang terpenting adalah brand si pengembang. Semakin mahal brand si pengembang, tentu akan menjadi incaran para kaum atas yang berkantong tebal. Kalau tanpa harga mahal si pengembang, kaum kaya enggan menjadi bagian investasi di dalamnya. Karena memang ada nilai plus yang harus dimiliki.

Ketika mereka bertanya seputar rumah mewah, kaum kaya bisa merasa percaya diri menyebut perumahan mewahnya yang dibangun pengembang ternama, pengembang/developer yang sudah memiliki harga mahal.

Tentunya, Ciputra memang menjadi salah satu developer kelas mahal, kelas atas di Indonesia. Lewat Ciputra, mereka merasa bangga memiliki aset rumah mewah.

Tidak heran, ketika Ciputra membangun properti di Bali saat pandemi namun tetap memiliki peminat yang tidak sedikit. Hal ini karean faktor kesepadaan antara developer properti dan investor.

Didukung Infrastruktur di Bali

Apapun rumah mewahnya, siapapun developer properti kelas atasnya, perumahan mewah tidak banyak peminatnya kalau tidak didukung infrastruktur yang menyesuaikan diri dengan proyek perumahannya. Tentunya, jalan harus dibangun spesial sesuai kondisi perumahan mewahnya.

Hal ini terjadi pada perumahan mewah yang dikembangkan Ciputra di Bali, yang pembangunan insfrastrukturnya sedang dimaksimalkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Umum dan Permahan Rakyat (PUPR).

Tol Gilimanuk-Denpasar yang memang menjadi salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang mendukung laju kendaraan. Kebutuhanya untuk pengembangan wilayah di Bali bagian Barat.

Jenis Investasi Rumah Tapak Memang Paling Ideal untuk Kelas Atas

Bagi kaum kaya, terpenting adalah uang bisa diinvestasikan di dalam rumah mewah sekalipun tidak menghasilkan pasif income. Tentunya, memilih properti khususnya rumah mewah memang paling ideal dalam investasi kelas atas.

Hal itu tidak akan terjadi bila memilih apartemen. Apartemen mewah sekalipun, kurang memiliki kelebihan yang menyamai rumah tapak, sekalipun sama-sama mewah. Apalagi, apartemen tidak memiliki hak tanah.

Begitu pun ketika berinvestasi di properti komersial. Hal ini bergantung pasar yang meminati huniannya.

Seperti itulah sekiranya penilaian seputar perumahan mewah Ciputra di Bali.

Posting Komentar untuk "Intip Membangun Perumahan Mewah Di Bali Masa Pandemi"