Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertimbangan Apa Saja Dalam Membeli Rumah?

Pertimbangan apa saja dalam membeli rumah? Banyak orang mempertimbangkan ketika mau membeli rumah. Wajar saja. Rumah bukan barang murah sekalipun membeli dengan harga paling murah. Kalau salah membeli atau tidak sanggup membayar, tentu bisa memperburuk kehidupan berkeluarga.

Sumber: Kompas.com
 

Lantas, pertimbangan apa saja dalam membeli rumah? Ada banyak pertimbangan. Namun di sini lebih kepada pertimbangan atas perbandingan yang ada ketika mau membeli rumah.

Pertimbangan Membeli Rumah antara Membeli dengan KPR atau Tunai

Banyak orang yang memilih membeli rumah dengan KPR daripada dengan tunai. Masalahnya, pembayarannya ringan. Sekilas, ini bisa sebagai solusi. Tetapi, tidak semua kondisi seseorang harus mengandalkan KPR. Masalahnya, pembayaran KPR mengharuskan membutuhkan waktu lama.

Bila memang bisa berpotensi rutin mendapatkan penghasilan, bisa mengandalkan KPR dalam membeli rumah.

Namun bila memang bisa membayar tunai, apalagi untuk kepentingan investasi juga, lebih baik membeli rumah dengan cara tunai. Harganya tentu jauh lebih murah.

Alasan membeli rumah dengan cara tunai bisa jadi karena faktor ketidakpastian jangka waktu bertempat tinggal di sebuah lokasi. Ketika berpindah tempat, sudah tidak ada urusan lagi dengan membayar cicilan. Pemilik hanya berfokus penjualan rumah bekas saja.

Pertimbangan antara Membeli Rumah Bekas dengan Rumah Baru

Penjulaan rumah bekas seperti berbanding lurus dengan penjualan rumah baru. Bisa saja, lebih banyak penjualan rumah bekas daripada rumah baru. Sekiranya anda mau membeli rumah, apakah mau membeli rumah bekas atau baru?

Mungkin anda beranggapan, membeli rumah bekas jauh lebih murah daripada rumah baru. Tetapi, hal ini tidak selamanya benar. Maka dari itu ketika mau membeli rumah bekas, peminat perlu juga memperhatikan perbandingan harga. Bisa melakukan perbandingan harga rumah lewat situs jual-beli. Pemilik rumah kemungkinan tidak mau menyebut harga awal kepemilikan rumah.

Ada baiknya, membeli rumah bekas dijadikan pilihan ketika pemilik menjual dengan harga miring, minimal sekitar 30% diskon. Tujuannya, agar anda mendapatkan keuntungan investasinya. Asalkan bangunannya belum ada kerusakan.

Bagaimana dengan rumah baru? Bisa menjadi pilihan. Namun, penjualan rumah baru akan menunggu waktu yang bisa jadi lama, yang entah kapan kepastiannya. Biasanya, penjualan rumah baru berasal dari developer yang membangun perumahan. Padahal, anda membutuhkan rumah segera.

Membeli rumah baru bila memang antara keinginan membeli rumah dengan kehadiran rumah tidak berlangsung lama. Ketika anda membutuhkan rumah, ada informasi penjualan rumah. Di sinilah anda harus memantapkan pembelian di saat hal lainnya mendukung untuk menempati rumah baru.

Bila memang tidak ada kepastian atau tidak memungkinkan membeli rumah baru, lebih baik untuk membangun rumah baru daripada membeli, bila tersedia lahan. Atau, setidaknya kembali membeli rumah bekas.

Pertimbangan Membeli Rumah Inden atau Rumah Jadi

Pertimbangan apa saja dalam membeli rumah untuk anda? Bisa saja, anda memiliki pertimbangan antara membeli rumah inden dan ruma jadi. Ya, pengembang sekarang memang menghadirkan dua jenis rumah dalam penjualan. Bahkan, demi keselamatan bisnis, banyak pengembang lebih memilih membangun rumah inden daripada rumah jadi.

Pertimbangan apa saja dalam membeli rumah inden? Pertimbangannya tentu yang utama adalah biaya membeli rumah. Rumah inden jauh lebih murah daripada membeli rumah jadi. Apalagi, rumah inden memang berlaku pembayaran cicilan, entah melibatkan bank atau tidak.

Membeli rumah inden apabila sebelumnya sudah memiliki rumah sebagai tempat tinggal walaupun di rumah mertua atau orang tua.

Bila sudah ada rumah kontrakan atau berniat ngontral, sebaiknya tidak memilih rumah inden karena akan dobel angsuran. Terkecuali tidak ada biaya tambahan dari kontrakan rumah, misal sudah membayar sebelumnya.

Pertimbangan membeli rumah jadi tentunya lebih didukung bank. Biasanya, bank hanya menerima pinjaman rumah jadi. Hanya bank tertentu yang menerima rumah inden. Walaupun harga jauh lebih mahal, setidaknya aman dalam cicilan.

Apa saja pertimbangan memilih rumah jadi? Pertimbangan memilih rumah jadi tentu karena ingin bersegera menempati rumah. Rumah ini cocok untuk mereka yang berpindah ke kota yang jauh.

Membeli Rumah Susun atau Rumah Tapak Bersubsidi

Antara rumah susun dengan rumah tapak bersubsidi memang sama saja target pembelinya yaitu mereka yang memiliki penghasilan rendah. Pembedanya antara lain, rumah susun biasanya ada di lokasi sibuk dan perkotaan. Sedangkan rumah tapak subsidi tersebar di mana-mana, baik desa dan juga kota.

Rumah susun hanya terpusat di perkotaan walaupun harganya jauh lebih terjangkau. Sedangkan kebutuhan rumah harus menyeluruh ke semua lapisan perkotaan dan pedesaaan. Anda bisa saja memilih rumah susun kalau berada dekat rumah susun. Namun anda akan merasa kesulitan bila harus memilih rumah susun jika lokasinya jauh dari perkotaan.

Banyak orang yang lebih memilih rumah tapak. Sehingga kalau ditawari antara rumah susun dan rumah tapak, mereka akan memilih rumah tapak. Walaupun kondisinya sulit untuk mendapatkan rumah tapak bersubsidi.

Posting Komentar untuk "Pertimbangan Apa Saja Dalam Membeli Rumah?"