Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Potret Rumah Anang Ashanty di Bali

Memiliki rumah mewah di Bali tentu menyenangkan. Ketika keluarga berlibur ke Bali, bisa memanfaatkan rumahnya untuk penginapan. Begitu rumah Anang Ashanty di Bali, yang dimanfaatkan ketika berlibur di Bali walaupun hanya satu tahun sekali, sampai akhirnya mengalami kerusakan-kerusakan.

Sumber:detik.com


 



Tentunya, rumah Anang Ashanty di Bali menarik untuk dibahas sebagai koreksi dalam hal membeli rumah mewah, baik sudah lama atau masih baru.

Kerusakan Pada Rumah Anang Ashanty di Bali

Rumah Anang Ashanty di Jimbaran Bali, ternyata adalah rumah Baru. Namun sayang sekali, kondisinya sudah seperti rumah lama. Masalahnya, rumah yang dibeli sering mengalami bocor. Hanya karena terkena air hujan, kayu di rumahnya lapuk. Yang terparah tentu keretakan tembok. Tembok retak kemungkinan saat ada gempa di Bali sebelum covid-19.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi harusnya bukan pada rumah baru. Sepertinya, pembangunannya yang tidak memakai bahan kualitas terbaik dengan tukang terbaik.

1. Tembok retak karena gempa di Bali

Gempa dibali yang menyebabkan retak pada tembok, sepertinya bukan menjadi alasan tembok rusak. Karena kalau rusak, banyak rumah di Bali yang mengalami hal yang sama. Kekuatan rumah mewah jauh lebih baik seharusnya bila terkena gempa.

2. Cat mengelupas

Rumah mewah Anang Ashanty di Bali seharusnya memakai cat anti air. Karena memang menyeimbangi kemewahan. Ternyata, catnya mudah terkelupas. Cat anti air tidak akan mudah terkelupas dalam waktu bertahun-tahun

3. Kayu lapuk

Kayu akan lapuk kalau terus-terusan terkena air hujan. Namun kelapukan akan terjadi ketika sudah beberapa tahun. Kayu yang masih baru masih bisa bertahan dari kelapukan. Apalagi, kayu memiliki kualitas yang kuat, tidak mudah lapuk. Lebih kuat lagi kalau diberi cat untuk menutupi pori-pori.

Apa yang terjadi pada rumah Anang Ashanty di Bali yang katanya kayu rumahnya sudah lapuk, bisa jadi karena sudah bertahun-tahun terkena air hujan. Atau, penggunaan kayu yang berkualitas rendah.

4. Atap bocor

Ashanty mengutarakan kalau rumah barunya sering bocor. Sudah beberapa kali diberbaiki namun masih tetap bocor. Mengapa rumah baru namun kondisinya sudah sering bocor? Patut diduga pemasangan sambungan atapnya yang tidak beres. Faktanya, berkali-kali diperbaiki namun masih tetap bocor.

Secara investasi, rumah seperti ini nilai jualnya menurun. Karena kebocorannya sulit diperbaiki.

Begitulah potret rumah Anang Ashanty di Bali dari sisi kerusakan. Dilihat dari kerusakannya, itu bukan faktor karena jarang ditempati. Lebih tepatnya, rumah Anang Ashanty memang ada sisi yang kurang berkualitas, tidak mewakili kesan “mewah” secara keseluruhan.

Seputar Kondisi Interior Rumah Anang Ashanty di Bali

Beberapa potret yang ada di interior rumah Anang Ashanty yang mungkin bisa menjadi inspirasi dalam membuat rumah.

1. Menggunakan gaya arsitektur modern minimalis

Rumah minimalis bukan identik rumah kecil. Rumah megah seperti rumah milik Anang Ashanty pun bisa dianggap dengan rumah minimalis. Tentunya, kesan mewah rumah Anang Ashanty tetap ada, dalam segi keindahan, keluasan dan ketinggian bangunan.

Tetapi, rumah modern minimalis bukan istilah yang baru. Pada dasarnya, rumah modern minimalis adalah istilah yang sama dengan gaya arsitektur modern. Karena untuk lebih mudah pengucapan, biasa disebut rumah minimalis atau modern minimalis.

Di dalam rumah Anang Ashanty, tidak banyak prabotan. Di rumahnya, hanya ada sofa, TV, set meja dan kursi makan di lantai dasar. Inilah salah satu yang memberi kesan minimalis.

2. Ruang makan dan dapur

Ruang makan dan dapur tentu menjadi pelengkap rumah Anang Ashanty di Bali. Meja makannya terbuat dari kayu cokelat besar karena memang tidak ada sambungan di atasnya. Sedangkan kursi tidak murni terbuat dari kayu karna ada gabus dibagian tempat sandaran.

3. Pintu berkuran khas Bali

Rumah di Bali, alangkah bagusnya bila memiliki desain, ornamen, ukiran khas Bali karena seperti menyatu. Begitu juga di rumah Anang Ashanty di Bali yang memiliki pintu ukiran khas Bali. Sayangnya, khas Bali hanya ada di bagian pintu saja.

Posting Komentar untuk "Potret Rumah Anang Ashanty di Bali"