Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rumah Bilik Bambu, Kelebihan dan Kekurangannya

Rumah bilik bambu adalah rumah yang masih sejenis rumah kayu. Namun, rumah bilik bambu jelas lebih berbeda. Karena, proses pembuatan dindingnya membutuhkan bilik bambu atau disebut anyaman bambu. Rumah bilik bambu, kelebihan dan kekurangannya bisa berbeda dengan rumah kayu.

Sumber:larantukagypsum.com

 

Bagaimana rumah bilik bambu dalam hal kelebihan dan kekurangan? Tentunya, pembahasan diperlukan untuk menemukan titik terang persamaan dan perbedaan dengan rumah kayu.

A. Beberapa Kelebihan Rumah Bilik Bambu

1. Bahan baku bilik bambu mudah ditemukan

Bilik bambu mudah ditemukan khuusnya di daerah penghasil bambu.

Sekarang ini, bilik bambu masih diperlukan untuk kebutuhan plafon, rumah panggung dan jenis lainnya. Bahkan, jenis bilik bambu bisa digunakan untuk apa saja.

Tidak seperti kayu, walapun banyak penjual kayu di beberapa toko bangunan, tetapi jarang ada orang yang menjual kayu khusus untuk membuat rumah. Kayu rumah harus kokoh seperti kayu jati.

2. Rumah bilik bambu menghemat biaya tukang bangunan.

Membangun rumah dengan tembok batu-bata membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pemasangan batu-batanya satu persatu. Belum masalah proses membutuhkan pelapisan semen untuk menutupi batu-bata.

Rumah bilik bambu tidak seperti itu. Cukup membeli bilik bambu berukuran besar sudah menutupi sebagian rumah dalam satu atau dua hari. Ini sekedar teknik pemasangan yang memang tidak membutuhkan waktu lama. Karena itu, biaya tukang tidak terlalu besar, apalagi membuat rumah berukuran 3 x 3 meter.

3. Pilihan tepat kulit bambu untuk rumah bilik bambu tahan lama

Umumnya, rumah panggung, saung dan sejenisnya, menggunakan bilik kulit bambu. Kulit bambu memiliki kekuatan yang lebih lama daripada bilik bambu daging. Kulit bambu memiliki daya tahan bisa sampai 20 tahun.

Tentunya, bilik kulit bambu anti rayap atau serangga yang sering ada pada bambu.

Konon, bilik bambu jauh lebih kuat daripada baja. Bisa jadi bilik yang menggunakan kulit bambu.

Bagaimana dengan rumah kayu? Rumah kayu bisa awet puluhan tahun dengan mengalami proses pengawetan terlebih dahulu seperti menggunakan cat anti rayap atau cara manualnya. Atau, bisa menggunakan kayu khusus yang memang anti rayap seperti kayu jati, kayu sengon, kayu ulin.

4. Bangunan rumah ringan anti gempa

Bilik bantu ketika menjati tembok tentu akan lebih ringan dari tembok batu bata. Karena ringan, tidak ada rumah bilik bambu yang mengalami retak pada tembok. Bobotnya yang ringan membuat cocok untuk membuat rumah panggung seperti rumah panggung khas sunda.

Rumah anti gempa pada dasarnya rumah yang anti runtuh. Penyebab runtuh karena ada keretakan. Penyebab retak karena bobotnya sendiri berat namun tidak melekat erat. Tentunya, rumah anti gempa ada pada rumah bilik bambu atau rumah kayu.

B. Beberapa Kekurangan Rumah Bilik Bambu

1. Tidak cocok untuk investasi jangka panjang

Mengapa tidak cocok untuk investasi jangka panjang? Karena memang sulit mencari peminat rumah bilik bambu. Bisa juga karena memang tidak tepat diperuntukkan untuk investasi jangka panjang.

2. Rawan terbakar dan banjir

Untuk masalah terbakar, bisa saja terhindar dengan baik. Namun pada intinya, ketika rumah bilik terbakar, efeknya bisa seluruh rumah mengalami masalah bila tidak dipadamkan. Berbeda bila rumah tembok terkena api, tidak sampai menimbulkan efek terbakar bila tidak ada pemancingnya.

Bagaimana rumah bilik bambu yang rawan banjir? Artinya, anda tidak bisa membangun rumah bilik bambu di wilayah yang berlangganan banjir. Efek rumah ini terkena banjir tentu bisa merusak bangunan. Jadi, rumah bilik bambu hanya cocok dibangun di kawasan anti banjir.

3. Tidak bisa untuk membangun rumah bertingkat

Salah satu kelemahan rumah bilik mambu tentu bisa membuat rumah bertingkat. Karena bangunan pondasinya sendiri hanya sebanas pondasi panggung.

Posting Komentar untuk "Rumah Bilik Bambu, Kelebihan dan Kekurangannya"