Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Kontrakan Mewah di Bali Harga Menengah Ke bawah

Bagaimana tips kontrakan mewah di Bali dengan harga menengah ke bawah? Sepertinya akan menang banyak kalau rumah mewah ikut bersaing dengan perumahan kelas menengah untuk mendapatkan pelanggan kontrakan. Namun, memang ironi kalau harga kontrakan mewah hampir sepadan dengan harga kontrakan standar.

 

Sumber:merdeka.com



Membuat pembahasan kontrakan mewah dilatarbelakangi dengan rumah Anang Ashanty di Bali yang sering terlantar pemiliknya. Pemilik lebih memilih hotel. Padahal, membeli rumah mewah tidak murah. Namun faktanya, setelah rumah dibeli dengan mudah, rumahnya justru seperti tidak ada gunanya.

Bagaimana tips membuka kontrakan mewah di Bali dengan harga menengah ke bawah? Setidaknya agar biaya bebannya terbayar dari hasil kontrakan.

Memiliki Niat untuk Mengkontrakkan Rumah Mewah

Pada awalnya, memang tidak ada niat. Bisa jadi. Rumah mewah kalau dikontrakan, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga harga rumahnya turun. Ini menjadi salah satu kerugian rumah kontrakan. Kasus rumah Anang Ashanti di Bali belum memiliki niat untuk dijadikan kontrakan mewah. Padahal sudah disinggung untuk menjual rumahnya.

Kalau rumah mewah ingin dijadikan kontrakan mewah, harus benar-benar memiliki niat dan siap dengan resiko investasinya. 

Namun jangan khawatir, ada perjanjian kontrak rumah. Ini yang akan memberi perlindungan.

Lokasi Rumah Mewah Berada di Bali

Lokasi yang tepat membuka kontrakan mewah berada di Bali. Karena memang di lokasi wisata Bali banyak kontrakan mewah yakni berupa villa. Harganya lebih dari 500.000 per malam bahkan mencapai 2 juta per malam.

Apa perbedaan villa dan rumah kontrakan? Perbedaannya hanya pada letak atau lokasi pembangunanya. Kebanyakan villa berada di wilayah yang mengunggulkan ketenangan, kenyamanan, dan kesunyian di rumah.

Kontrakan rumah bisa saja disebut villa karena memang tidak ada definisi yang baku. Hanya saja, biasanya rumah kontrakan berada di area pemukiman masyarakat. Walau demikian, kehadirannya memang untuk kebutuhan wisatawan.

Karena itu, memilih rumah atau membangun rumah di Bali yang nantinya bisa untuk kebutuhan kontrakan mewah, masih bisa diperuntukkan untuk wisatawan.

Mengurangi Barang Mewah di Interior Rumah

Tidak ada yang salah dengan kondisi di dalam, di interior rumah kontrakan anda. Karena masing-masing rumah kontrakan memiliki target marketnya masing-masing. Dalam hal ini, anda ingin menarget kalangan menengah juga agar peminatnya banyak.

Bila menginginkan kontrakan mewah dengan harga yang kompetitif, yakni yang sesuai pasaran dengan target pasarnya, tentunya harus memperhatikan bagaimana interior rumahnya, apakah menggunakan barang-barang mewah atau tidak.

Bila ingin mengurangi harga kontrakan mewah dengan harga yang standar, keberadaan barang mewah di dalamnya pun harus dikurangi.

Anda bisa mengatur pengeluaran membeli furnitur dan lainnya yang bagaimana agar kontrakan mewah dengan harga yang ramah.

Nantinya, kontrakan mewah hanya sebatas bangunannya saja yang memberikan kesan mewah.

Namun langkah ini hanya opsional saja. Bisa saja dikalangan atas akan mengurangi minat pada kontrakan mewah anda. Hal ini agak beresiko. Padahal, tujuannya agar anda bisa menarget banyak market. Kecuali anda sudah merasa cukup dengan market dibawahnya, bisa langkah alternatif ini digunakan.

Menarget Market Para Wisatawan

Mengapa kontrakan mewah lebih cocok berada di Bali? Karena marketnya memang bisa mengarah pada wisatawan. Biasanya, yang membutuhkan rumah kontrakan, semisal villa adalah wisatawan keluarga. Mereka ingin disatukan dalam satu ruangan saja. Tentunya, menyewa rumah jalan yang bisa dipilih.

Mengapa menarget para wisatawan? Tentunya ada kepentingan yang lain selain lebih menguntungkan yakni persoalan sistem kontrakan.

Nah, mungkin anda berpikiran, “apakah memilih wisatawan asing?” 

Anda berpikiran seperti itu karena ingin menawarkan kontrakan mewah. Mungkin mereka lebih bisa diandalkan. Kalau menarget wisatawan asing di tengah pandemi, mereka bukan market yang bagus. Apalagi, anda sedang bermain di harga kelas menengah ke bawah.

Kontrakan Sistem Malaman, Harian, Mingguan

Kepentingan lain menarget wisatawan adalah kontrakan yang diterapkan adalah sistem malaman, harian, sistem mingguan. Rumah villa yang diklaim mewah rata-rata dihargai 500.000 per malam dengan satu kamar.

Anda bisa memilih sistem ini. Mungkin anda ingin menarget market lokal. Yang mungkin dirasa tidak cocok, tidak bersahabat kalau harus jangka panjang. Karena anda pun mungkin sekedar memanfaatkan rumah mewah untuk pasif income.

Daripada sekedar untuk hiasan namun memberatkan beban bulanan, lebih baik ada pemasukan bulanan untuk membayar beban dengan menggunakan sistem ini.

Posting Komentar untuk "5 Tips Kontrakan Mewah di Bali Harga Menengah Ke bawah"