Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Kenaikan Harga Properti Per Tahun Tidak Selalu Untung

Apa alasan kenaikan harga properti per tahun tidak selalu untung? Tentunya, ini berfokus pada kepemilikan properti seorang investor yang berharap dengan kenaikan harga properti per tahun bisa melipatgandakan keuntungan. Padahal, kenaikannya tidak selalu memberikan keuntungan.

Sumber:kabaruang.com

 
Memang, ada kesan menguntungkan pada properti ketika terjadi kenaikan harga properti per tahun atau selalu ada kenaikan tiap waktunya. Hal ini yang membuat adanya spekulasi harga masa depan. Namun, ini bisa saja hanya spekulan.

Berikut alasan kenaikan harga properti per tahun yang tidak selalu menguntungkan:

1. Kenaikan Harga Properti Bisa Semakin Berpotensi Tidak Laku

Secara matematika, kenaikan harga properti per tahun akan memberikan kelipatan keuntungan. Harga properti pada awalnya hanya 1 miliar. Tiap tahun mengalami kenaikan misal 500 juta. Waktu menanti selama 10 tahun, harga properti menjadi 5 miliar.

Namun secara ekonomi, semakin tinggi harga properti, semakin sedikit market yang mampu memiliki. Tentunya, orang yang bisa memiliki propertinya akan memiliki kebanggaan tersendiri karena kelasnya di atas orang kebanyakan. Tapi, rasa banga atas harga tinggi sebuah properti karena memiliki nilai keunikan tinggi yang tidak dimiliki properti lain.

Masalahnya, harga properti naik terus karena nilai keunikan atau sebatas kenaikan pasar properti semata?

Kalau karena keunikan, harga yang terlampau tinggi masih ada yang membelinya. Mereka juga membeli keunikannya. Misal, rumah sultan andara Rafi Ahmad dijual. Nilai keunikannya ada yaitu ditempati Rafi Ahmad yang memiliki nilai histori yang tinggi. Tidak ada jenis Rafi Ahmad yang lain tentunya.

Di rumah yang lain dengan harga jual yang sama dengan rumah Rafi Ahmad, belum tentu ada peminatnya. Apa yang dijual selain properti? Orang yang membeli membutuh alasan lebih kuat untuk membelinya. Karena tidak ada alasan, nilai jual properti bisa jatuh ketika proses negosiasi. Apalagi, pembeli merasa butuh untuk menjual rumah.

2. Terjadi Penurunan Kemampuan Finansial

Sekarang ini masa pandemi, banyak orang yang mengalami penurunan finansial seperti tidak ada wisatawan yang datang dan lainnya. Terkhusus, daerah wisata Bali yang mengalami penurunan harga. Padahal, secara nilai properti, seharusnya harga jualnya naik. Apalagi, properti di Bali yang bisa dikatakan kawasan strategis properti.

Akibatnya, banyak properti komersial di Bali seperti hotel, villa yang dijual. Bahkan, harga jualnya sengaja diturunkan.

Kalaupun penjualan properti tetap pada harga properti di masa normal, seperti sebelum era pandemi, banyak orang yang tidak berminat. Alasan mereka ingin membeli dengan harga murah pun bisa menang. Karena di masa pandemi, untuk apa lagi memiliki investasi properti?

Pertanyaannya, apakah kenaikan harga properti per tahun yang sudah berjalan normal sebelum era pandemi bisa menghasilkan keuntungan ketika dijual di masa pandemi?

Kalaupun sudah menghasilkan keuntungan, tentu diluar dari penjualan propertinya. Lebih kepada penyewaan harga properti.

3. Properti hanya Sebagai Barang Hiasan Mewah

Tidak seperti investasi tanah, yang bila dibiarkan semakin bagus. Juga tidak seperti emas, justru emas harus disimpan di tempat yang aman bila ingin berhasil investasinya. Sedangkan properti seperti mobil, bila tidak digunakan, nilai barangnya bisa menurun. Seharusnya, properti harus digunakan agar nilai jual yang menurun bisa terbayar dengan memanfaatkannya.

Sebagian orang bisa saja ada yang menjadikan properti rumahnya sebagai barang hiasan. Artinya, mereka memiliki rumah yang tidak dihuni. Bisa dikatakan rumah villa. Dengan  harapan, rumah ini akan mengalami kenaikan harga.

Apakah benar properti yang hanya menjadi hiasan akan memberikan keuntungan? Bisa jadi tidak. Mengapa?

  • Kenaikan harga propertinya beriringan dengan kenaikan kebutuhan lainnya sehingga dianggap wajar
  • Dibebani dengan biaya listrik dan pajak
  • Membayar penjaga properti bila memang ada
  • Mengalami penurunan kualitas tanpa pemanfaatan setiap tahunnya
  • Dijual dalam kondisi BU (butuh uang)


Seperti itulah beberapa alasan kenaikan harga per tahun tidak selalu menguntungkan karena disertai biaya beban per tahun yang tidak kalah banyak.

Posting Komentar untuk "Alasan Kenaikan Harga Properti Per Tahun Tidak Selalu Untung"