Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Modus Mafia Tanah yang Perlu di Waspadai

Apa saja modus mafia tanah yang perlu diwaspadai? Bisa jadi, anda bagian dari korbannya. Hal ini tidak mustahil. Nirina Zubir contoh kasus orang ternama yang terkena ulah mafia tanah. Bahkan pelakuknya asistem rumah tanggannya. Karena itu, kenali modusnya untuk mengamankan tanahnya tanpa henti.

mafia tanah
Sumber:indozone.id
 

Mengapa terjadi mafia tanah? Tanah milik seseorang. Namun tanahnya tidak dipegang, di simpen di rumah. Di sisi yang lain, di tempat perlindungan hak milik tanahnya memanfaatkan untuk bermain uang. Pada intinya, mafia tanah lebih kepada perebutan hak milik tanah dengan bermain dengan hukum. Karena memang tujuannya adalah uang.

1. Meniru Alas Hak

Seperti yang sudah umum diketahui bahwa alas hak adalah salah satu syarat untuk mendapatkan hak atas tanah. Jadi, bisa dikatakan, alas hak dan hak atas tanah dua hal yang berbeda namun satu kepentingan yang tujuannya kepemilikan tanah.

Nah, mafia tanah memanfaatkan persoalan alas hak tanah yang secara hukum masih dianggap lemah atas kepemilikan tanah, sekalipun sudah menggarap tanah selama lebih dari 20 tahun. Yakni, mafia tanah meniru alas hak.

Entah bagaimana detailnya mengenai peniruan alas hak tanah, yang jelas dalam laman hukum-hukum.com diterangkan, ketika mereka menjadikannya gugatan di pengadilan, mafia tanah akan menang. Karena memang di sidang perdata tidak menguji materiil sehingga berlaku, “siapa yang menggugat, dia yang mendalilkan.”

Masih menurut laman tersebut, tujuan mafia tanah dalam melakukan gugatan atas alas hak di peradilan karena ingin mendapatkan legalitas di pengadilan. Karena itu, seharusnya hakim memeriksa alat bukti, apakah benar atau dipalsukan.

2. Memalsukan Surat Kuasa Tanah

Surat kuasa tanah berbeda dengan sertipikat tanah. Ada beberapa macam mengenai surat kuasa tanah. Surat kuasa tanah ini sebagai bukti peralihan hak tanah yang nantinya dibutuhkan untuk pembuatan sertipikat tanah untuk pemilik yang baru. Surat kuasa juga bisa berupa tanah warisan yang belum memiliki sertipikat tanah.

Karena memiliki kelemahan surat kuasa tanah kalau sudah dipalsukan, mengingat pemiliknya belum memiliki sertipikat, tentunya, banyak mafia tanah memanfaatkan momen ini.

Memang, seharusnya diamankan dengan sertipikat tanah agar ketika terjadi masalah pemalsuan surat kuasa tanah, bisa di cek keasliannya. Hanya saja, banyak masyarakat yang malas membuat sertipikat tanah.

Yang bermasalah ketika hasil pemalsuan surat kuasa tanah sudah dibuat sertipikat baru.

Dalam laman Hukumonline, polisi hanya bisa melakukan penyidikan bila memang surat asli atau bukti permulaan memang ada.

Hanya saja, pelaku bisa saja meng-klaim kalau surat aslinya sudah tidak ada, hanya salinan/potocopy.

Namun hal itu bisa dibuktian dengan saksi, pengujian tanda tangan, dan dokumen sebelumnya seperti PBB dan yang lainya sebelum-sesudah surat palsu dibuat. 

 

3. Mengganti Foto KTP

Entah kenapa, tanah yang berharga mahal, justru lebih mudah diambil oleh mafia tanah. Kasus pengambilan hak tanah oleh mafia tanah memang sudah banyak, tanpa pandang bulu status. Salah satu caranya adalah mengganti foto KTP, seperti yang dilansir Kompas.

Pembuatan KTP palsu dengan mengganti foto memang mudah. Daripada mengganti identitas, justru lebih menyulitkan karena datanya bisa terlacak. KTP inilah yang dijadikan alat penipuan.

Pihak mafia tanah tidak bekerja sendirian. Ia membutuhkan broker hitam dan notaris bodong. Tentunya, mereka melakukan perencanaan matang guna memuluskan kepemilikan hak tanah.

Masih ada beberapa bentuk atau modus yang dilakukan mafia tanah. Anda bisa mengetahui lebih lanjut di media lainnya.

Upaya Pemerintah Guna Mencegah Mafia Tanah

Di lansir dari laman Idntimes.com bahwa kementrian ATR/BPN memang giat melakukan pencehagan terhadap mafia tanah yang mengorbankan banyak pemilik tanah, termasik tanah kalangan bawah.

Beberapa program sebagai upaya pencegahan mafia tanah sebagai berikut:

  • Hak lama diberi masa tenggang waktu selama 5 tahun untuk permohonan hak.
  • Percepatan dalam pembuatan sertipikat tanah
  • Redistribuasi tanah atau reforma agraria
  • Percepatan penyelesaian atas konflik dan sengketa tanah
  • Perbaikan dalam administrasi SDM, promosi, demosi, pemberian hukuman disiplin, dan juga regulasi atau administrasi pertahanan.
  • Pembuatan sertipikat untuk tanah-tanah BUMN, BUMD dan BMN/BMD
  • Membuat digitalisasi dokumen, warkah, gambar ukur dan pelayanan pertahanan lainnya.


Begitulah pembahasan modus mafia tanah dan bagaimana penanganan dari pemerintah untuk meminimalisis tindak kejahatan mafia tanah.

Posting Komentar untuk "3 Modus Mafia Tanah yang Perlu di Waspadai"