Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rumah Komersil Dan Subsidi untuk Pilihan Tepat

Membahas rumah komersil dan subsidi untuk pilihan tepat harus berangkat dari memahami bagaimana kedua rumah ini. Karena tidak semua orang bisa menempati rumah komersil, pun menempati rumah subsidi. Bisa jadi, pemahaman persoalan ini dikembalikan juga dengan aturan pemerintah daerah karena kaitannya dengan UMR.

Sumber:investopedia.com

Pengertian Properti Komersil, Rumah Komersil dan Rumah Subsidi

Pengertian properti komersil atau komersial (kata baku) memang perlu dihadirkan untuk masalah keterkaitan dengan pengertian rumah komersil dan juga rumah subsidi. Hal ini untuk mencarikan perbedaan komersil dan tidaknya, antara properti sebagai cakupan umum dan rumah sebagai cakupan khusus.

1. Pengertian properti komersil

Properti komersil adalah bangunan yang memiliki kepentingan untuk mencari keuntungan untuk si pemilik properti atau orang yang terlibat dalam kerjasama. Ini mendandakan, properti rumah komersil bisa masuk bila memang rumah dijadikan media mencari keuntungan.

2. Pengertian rumah komersil dan rumah subsidi

Pada dasarnya, pengertian rumah komersil bisa masuk pada pengertian properti komersil. Karena banyak rumah yang ditujukkan untuk kontrakan, kos-kosan, yang intinya ada nilai komersil tiap waktunya. Biasanya, rumah komersil banyak terdapat di tempat wisata seperti Bali.

Hanya saja, bila dikaitkan dengan rumah subsidi, rumah komersil memiliki arti yang berbeda sebagai perbandingan dengan rumah subsidi.

Rumah komersil disini memiliki pengertian rumah yang ditujukan untuk orang yang memang mampu membelinya, baik secara kontan atau kredit tanpa bantuan dari pemerintah.

Bila berkaitan dengan KPR, definisi mampunya tentu yang memenuhi syarat diterimanya KPR non subsidi.

Sedangkan pengertian rumah subsidi adalah rumah yang disertai bantuan dari pemerintah dan ditujukkan untuk orang yang masuk dalam kategori “Masyarakat Berpenghasilan Rendah” dengan beberapa persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Perbedaan Rumah Komersil dan Subsidi

Persamaan yang mencolok antara rumah komersil dan rumah subsidi adalah sama-sama dikembangkan oleh pengembang perumahan dan sama-sama layak huni. Karena perbedaan ini nampak setelah adanya pembangunan perumahan yang membedakan antara rumah komersi dan subsidi.

Beberapa perbedaan rumah komersil dan subsidi:

1. Perbedaan dari segi luas bangunan

Rumah komersil pada dasarnya memiliki variasi tipe rumah, terlepas luas atau tidak. Namun setelah terbentuknya bantuan pemerintah soal rumah bersubsidi, ada tipe khusus yang masuk pada golongan rumah yang bisa disubsidi. Karena itu, rumah komersil akan jauh lebih luas daripada rumah subsidi.

Tentunya, masalah luas pada rumah komersil bisa didefinisikan lain yakni memiliki keluasan pada lahannya. Karena ada beberapa tipe rumah berukuran 13/60 m2 namun bukan tergolong rumah subsidi.Hal ini karena penjualan rumahnya masih semi kavling. Sedangkan syarat mendapatkan subsidi rumah yaitu minimal tipe 21/60 atau tipe 36/200 bukan dalam jenis tanah kavling.

2. Perbedaan dari segi kualitas di area bangunan

Rumah komersil biasanya sudah siap pakai tanpa renovasi, baik rumah dan sekitarnya. Hal ini wajar, mengingat harga jualnya yang diatas rumah subsidi.

Tetapi, untuk standar rumah layak huni, rumah subsidi juga sudah siap pakai. Hanya saja, bisa jadi masih belum diurus masalah area luar rumah, seperti teras dan jalan. Karena ada sebagian rumah subsidi yang bagian terasnya tidak diurus dengan baik.

3. Perbedaan dari segi harga

Umumnya, pembelian rumah subsidi menggunakan pembayaran kredit atau KPR subsidi karena melibatkan bantuan pemerintah. Jelas, harga tunai dengan harga kredit jauh lebih mahal harga kredit. Karena itu, pembandingan harga dengan rumah komersial harus-sama-sama menggunakan pembayaran kredit.

Antara rumah komersil dan rumah subsidi, harga jualnya jauh lebih murah rumah subsidi. Biasanya, harga jualnya tidak lebih dari 200 juta. Ada rumah subsidi yang dihargai 150+ juta untuk tipe 30/60.

Punya Gaji Rp5 Juta, Beli Rumah Komersial atau Subsidi?

Pada dasarnya, tidak semua masyarakat yang berhak mendapatkan rumah subsidi, tidak bisa membeli rumah komersil. Patokan gaji untuk bisa mendapatkan rumah subsidi yaitu di bawah 8 juta, terlepas berlaku untuk semua wilayah atau berlaku untuk wilayah tertentu.

Kalau gaji/penghasilan bulanan anda sebesar 5 juta, masih termasuk yang berhak mendapat subsidi.

Kalau misalkan anda memiliki tanah warisan seharga 100 juta, tentu saja bisa mendapatkan rumah komersial. Pihak bank pun masih mau menerima. Alasan ingin rumah komersil karena anda sudah memiliki beberapa anak yang tidak mungkin mengandalkan rumah subsidi, yang hanya berkisar pada tipe 21 sampai 36.

Berbeda bila gaji anda sudah mencapai di atas 8 juta, tidak bisa membeli rumah subsidi. Karena itu, solusi satu-satunya tentu harus membeli rumah komersil.

Posting Komentar untuk "Rumah Komersil Dan Subsidi untuk Pilihan Tepat"