Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Iklan Properti di Media Sosial Diminati Konsumen

Seiring perkembangan properti yang makin banyak karena memang mengikuti perkembangan manusia, banyak pelaku usaha properti, pemilik rumah atau agen yang melakukan pemasangan iklan properti secara onine. Salah satunya di media sosial yang pemasangannya gratis. Tentunya, perlu tips iklan properti di media sosial diminati konsumen.

Sumber: kompas.com


Apakah mempublish iklan properti di medis sosial berpotensi terjadi penjualan bila memang ada konsumen yang tertarik? Tentunya, potensi penjualan dengan potensi ketertarikan sautu hal yang berbeda namun bisa menjurus pada satu hal yaitu mendapat penjualan.


Pahami Keinginan Properti Rumah Para Konsumen

Ada kasus seseorang yang pasang iklan rumah/properti berupa penjualan rumah subsidi yang tidak mendapat respon atau tidak mendapat minat konsumen. Bisa dipastikan karena kondisi properti dan lingkungannya tidak diminati konsumen seperti area teras yang tidak rapih dan lainnya. Masalah ini lebih ke kondisi properti yang dijual.

Beberapa perkiraan mengenai properti rumah yang tampil pada iklan properti yang diminat konsumen:

1. Rumah dan area terasnya sudah beres

Kasus iklan properti rumah yang tidak mendapat respon bagus karena rumah dan area terasnya belum terlihat beres, terutama di area teras yang memang belum diperbaiki, entah sengaja atau tidak. Tetapi, kalau menjual rumah jadi seharusnya sudah rapih sempurna.

2. Ditemani rumah-rumah lainnya di sampingnya

Pemilik rumah juga biasanya memilikirkan tetangga di sampingnya. Kalau yang ditampilkan rumah sendirian, jangan-jangan jarak rumahnya saling berjauhan. Tentunya, memiliki tempat tinggal sendirian yang jauh dari rumah-rumah lainnya kurang diminati banyak orang.

Untuk itu, bila memang ada rumah di sampingnya, harus juga diperlihatkakn walaupun tidak harus utuh. Mereka akan minat melihat iklan propertinya yang berpotensi membeli.

3. Jalan menuju rumahnya tidak sempit

Pengembang memang yang punya hak menentukan jenis arsitektur properti rumahnya. Termasuk membuat jalan menuju properti rumah. Jalan yang luas atau bahasa lainnya bisa rata dengan tanah sekitarnya biasanya yang diminati konsumen. Karena tidak perlu ada tambahan tanah.

Sebagian rumah memang ada yang pembuatan rumahnya dengan disertai bangunan jalan yang sempit namun memiliki undakan atau satu tingkat di sampingnya. Kalau ada anak kecil terjatuh, otomatis bisa sangat berbahaya. Kalau ingin ditambah tanah, tentunya bisa menambah biaya pembelian tanah.

Kemungkinan area samping jalannya sengaja belum diberesi sehingga jalannya sementara tidak luas. Tetapi harusnya sudah beres kalau penjualan rumah jadi.

Pada intinya, pemilik properti harus memperhatikan kondisi propertinya sebelum diiklankan di media sosial. Bila memang kondisinya belum layak, seperti pada umumnya rumah, lebih baik diperbaiki terlebih dahulu.


Membuat Halaman Khusus Iklan Properti

Beriklan di media sosial memang gratis. Tetapi, mereka yang mendapat informasi iklan properti secara rutin hanya orang-orang yang sama. Tentunya, iklan di media sosial dianggap tidak tepat.

Bisa saja anda mengikuti grup untuk memasang iklan properti. Tetapi, kebanyakan grup tidak efektif dalam iklan produk. Dan member yang aktif hanya member yang sekedar posting karena memang tidak ada postingan yang menarik: semua isinya iklan.

Maka dari itu, anda bisa mengambil dua yaitu facebook profil dan facebook fanspage. Di facebook fanspage untuk menarget konsumen terdekat yang sudah dikenal. Bisa jadi, suatu saat,mereka tertarik. Facebook fanspage bertujuan untuk mencari konsumen baru dengan iklan berbayar.

Memakai Foto Kualitas Terbaik dan Lengkap pada Iklan Properti

Foto kualitas terbaik bukan hanya kualitas kameranya. Foto kualitas terbaik juga menyangkut cara memotretnya. Anda harus memperhatikan betul bagaimana cara memfoto.

Bisa jadi, hasil fotonya membuat ruangan silau karena ada ruangan terbuka. Efek silau bisa menggangu kenyamanan melihat iklan properti.

Hasil foto yang gelap juga harus dihindari karena bisa mempengaruhi kualitas pewarnaan. Biasanya foto yang gelap karena memotret di dalam ruangan. Seharusnya, warna yang ditampilkan bisa membuat konsumen tertarik. Namun karena hasil fotonya gelap, jadi kurang diminati.

Membuat Deskripsi Iklan Properti Apa Adanya

Membuat deskripsi iklan properti harus apa adanya. Ya, semua deskripsi produk dan jasa juga harus apa adanya. Apa adanya berarti ada apanya di dalam rumah. Kalau masih ada yang kotor-kotor, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar menjelaskan deskripsi dengan apa adanya.

Posting Komentar untuk "Tips Iklan Properti di Media Sosial Diminati Konsumen"