Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Memilih Tanah Rumah yang Baik dan Ala Tradisi Bali

Di sini akan mencoba membahas tips memilih rumah yang baik dan ala tradisi Bali. Memilih tanah dari orang yang sudah dipercaya dan dikenal, tentu tidak membutuhkan tips ini. Namun sekarang banyak penjualan tanah secara online, secara khusus tanah di Bali. Tentunya, hal detail perlu diperhatikan. Apalagi menyangkut tradisi Bali.

memilih tanah di bali
Sumber:tribunnews.com

  

Pembahasan tips memilih tanah yang baik disertai juga dengan pembahasan mengenai memilih tanah ala tradisi Bali. Bisa sebagai upaya memilih tanah disertai dengan upaya pemenuhan hajat.

A. Tips Umum Memilih Tanah yang Baik untuk Rumah

1. Memeriksa legalitas tanah

Tanah yang ada di desa tidak memiliki sertipikat tanah. Ini memang bisa menjadi resiko. Karena itu, pastikan bahwa kondisi tanahnya aman. Bukti yang kuat bisa berupa keterangan PBB untuk tanah tanpa sertipikat.

Walaupun tanah memiliki sertipikat, perlu juga memeriksa apabila pembelian tanahnya dari orang yang belum dikenal. Bisa memeriksa soal keaslian tanah ke lembaga terkait seperti BPN.

2. Memilih tanah di lokasi prospektif

Lokasi yang prospektif untuk rumah adalah lokasi yang berada di kawasan yang dikelilingi tempat-tempat penting yang dibutuhkan seperti kebutuhan sembako, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Namun terpenting, lokasi tanah berada di lokasi pemukiman yang memang terbukti bisa menaikkan harga jual tanah dengan cepat.

3. Memeriksa kepastian tanah untuk rumah

Anda jangan sekedar membeli tanah. Bisa saja anda membeli tanah kavling ke pihak developer. Anda mempercayai begitu saja. Padahal, ada oknum penjualan tanah kavling yang ternyata tidak diperuntukkan untuk rumah, masih sebatas tanah sawah.

Persoalan kepastian penggunaan tanah menyangkut rencana tata kelola kota pada wilayah dimana tanah anda berada, yakni persoalan KLB (Koefisien Lantai Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan).

4. Amankan lokasi tanah

Memilih tanah yang baik berarti memilih untuk mengamankan tanahnya dari penyerobotan tanah. Bila tidak ada upaya mengamankan lokasi, pertanda anda seperti belum memilih tanah seutuhnya. Karena anda membiarkan ke arah penyerobotan tanah

Cara mengamankan tanah cukup dengan diberikan patok pembatas. Bila ada modal, bisa dibuat pagar kawat berduri. Namun bila berkepentingan digunakan jangka panjang, bisa membuat pagar tembok pembatas.

Memilih tanah dengan memeriksa kepastian tanah untuk rumah berkaitan juga dengan jenis jenis tanah yang cocok untuk membangun rumah 

B. Memilih Tanah yang Baik untuk Rumah ala Tradisi Bali

Berikut penjelasan tips memilih tanah yang baik ala tradisi atau budaya Bali, yang dijelaskan dari laman Cvastro.com:

Pertama, calon pemilik rumah dianjurkan memilih tanah yang miring ke timur atau miring ke utara.

Sesuai primbon jawa, tanah yang miring ke timur dipercaya untuk terhindar dari penyakit, mengalirkan energi baik, dan juga penarikan rezeki. Sedangkan tanah yang miring ke utara dipercaya membawa keberuntungan, dan kekayaannya bisa diwariskan.

Pemilihan tanah yang lain yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Pelemahan datar,
  • Perumahan lalah,
  • Pelemahan barubu, dan
  • Pelemahan inang.


Kedua, calon pemilik rumah perlu menghindari tanah-tanah yang tidak dianjurkan untuk dibangun rumah seperti tanah: karubuhan, sendang lawe, sulanyapi, buta kabanda, boros wong, buta salah wetu, tengete, teledu nginyah, suduk angga, dan gerah.

Namun tanah yang tidak dianjurkan untuk membangun rumah masih bisa ditoleransi untuk membangun rumah jika dilakukan terlebih dahulu upacara agama.
Dibuatkan juga palinggih dengan pelengkap upacara pamarisuda.

Begitulah pembahasan tips memilih tanah yang baik untuk rumah, baik secara umum atau secara tradisi, budaya Bali.

Posting Komentar untuk "Tips Memilih Tanah Rumah yang Baik dan Ala Tradisi Bali"