Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beberapa Biaya Dalam Jual Beli Rumah Second

Mungkn anda tidak menyangka bahwa ada beberapa biaya dalam jual beli rumah second yang di luar dari harga rumah second (bekas). Memang, dalam proses jual beli rumah, dibutuhkan biaya-biaya lain selain biaya rumah. 

Sumber: Asriman.com



Biaya yang dimaksud bisa dibayarkan kepada negara atau pemerintah daerah. Namun ada juga biaya yang dibayarkan kepada pejabat yang melaksanakan proses menjual-membeli rumah bekas atau second.

1. Biaya Pengecekan Sertipikat

Biaya yang perlu dilakukan untuk si pembeli rumah adalah biaya pengecekan sertipikat. Jangan sampai terjebak pada jual beli rumah second yang bermasalah.

Pengencekan sertipikat rumah dengan mendatangi kantor pertahanan yang ada di mana tempat tanah berada. Pengecekannya sebelum melakukan proses jual-beli.

Langkah pengecekan sertipikat dilakukan bila jual beli rumah second pada orang yang belum dikenal. Hal ini untuk kepercayaan. Bisa juga pada orang yang sudah dikenal. Tujuan pengecekan tentu untuk memastikan bahwa sertipikat tidak memiliki catatan terblokir, sita dan catatan lainnya yang bermasalah.

2. Biaya Akta Jual Beli (AJB)

Biaya yang perlu dikeluarkan lagi adalah biaya pembuatan Akta Jual Beli. Biaya ini adalah biaya jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga penentuan biayanya bergantung pejabat yang membuat Akta Jual Beli. Tetapi biasanya penetapan biayanya sekitar 1% dari harga jual rumah second dengan disertai negosiasinya.

Pertanyaannya, siapa yang membayar pembuatan Akta Jual Beli?

Sekilas, memang seharusnya yang membeli rumah yang membayar karena memang pembiayaan berada pada pembeli rumah. Namun bila harga rumah second terbilang murah, bisa jadi penjual rumah yang membuatnya. Namun intinya, ini masih dalam pilihan kesepakatan pembayaran.

3. Biaya Akta Kuasa untuk Menjual

Menjual rumah bekas tidak harus mengandalkan pihak pemilik rumah. Bisa saja pemilik rumah atau pemilk sertipikat mengandalkan orang kepercayaannya untuk menjual rumah ke pihak lain. Nah, karena itu, perlu membuat Akta Kuasa untuk menjualkan rumah.

Pembuatan akta kuasa membutuhkan akta notaris. Tidak boleh hanya mengandalkan kuasa di bawah tangan. Tentunya, ini ada biaya yang perlu diperhatikan. Besar kecilnya biaya akta kuasa bergantung notaris.

Namun, biaya ini tidak akan ada kalau pemilik menjual langsung.

4. Biaya Akta Pengikatan Jual Beli

Pembiayaan berikutnya dalam proses jual beli rumah second atau properti apapun adalah masalah Akta Pengikatan Jual Beli (PJB). Namun, pembuatan untuk akta ini bila memang memiliki suatu sebab yang membuat jual beli rumah second belum bisa dilaksanakan.

Pembuat Akta Pengikat Jual Beli dibayarkan kepada PPAT/notaris. Besarannya bisa melakukan negosiasi antara klien dan notaris. Tetapi pada umumnya sekitar 1%, seperti halnya pembuatan AJB.

5. Biaya Balik Nama

Untuk membuat sertipikat balik nama dilakukan di Kantor Pertahanan setempat, dimana rumah berada. Namun pembuatannya sendiri diajukan oleh pejabat PPAT dengan ketentuan biayanya. Biaya diserahkan kepada orang yang membutuhkan balik nama atau kepemilikan sertipikat untuk pemilik baru.

6. Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Biaya PNBP dibayarkan ketika pengajuan Peralihan Hak atau Balik Nama. Biasanya, biaya yang dikeluarkan sekitar “Satu per seribu per mill” dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.

7. Pajak Penghasilan PPh

Penjualan rumah akan dikenakan pajak PPh sebesar 2,5% dari besarnya transaksi. Pembayarannya sebelum pembuatan atau penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Pembayaran PPh dilakukan di bank penerima pembayaran. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan validasi ke kantor pajak.

Bisa juga PPh dibebankan kepada pembeli bila memang ada kesepakatan seperti ini.

8. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB)

Pembiayaan untuk PBHTB dilakukan sebelum pembuatan atau penandatanganan Akta Jual Beli. Biasanya, PBHTB dikenakan ketika melakukan proses jual-beli. Namun, PBHTB bisa juga dikenakan ketika untuk kebutuhan tukar-menukar, hibah, waris, pemasukan tanah ke dalam perseroan dan yang lainnya.

Penerima beban pembayaran PBHTB adalah orang pribadi atau badan yang menerima tanah atau rumah. Begitu juga yang selain jual-beli seperti waris, si ahli warisnya yang menerima.

9. Biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Penjualan rumah bersifat kredit memang memiliki resiko. Untuk itu, perlu pengaman agar tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan. Biaya-biaya yang perlu dikeluarkan antara lain:

  • Biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)
  • Biaya Pemasangan Hak Tanggungan
  • Biaya Provisi
  • Biaya Asuransi Jiwa
  • Biaya Asuransi Kebakaran


Demikianlah perkiraan pembahasan beberapa biaya dalam proses jual beli rumah second yang diambil dari laman Asriman.com

1 komentar untuk "Beberapa Biaya Dalam Jual Beli Rumah Second"

Eksistensi di Dalam situasi Masa Pandemi 16 Februari 2022 11.52 Hapus Komentar
terima kasih info nya , sangat bermanfaat sekali gan