Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Dasar Membuat Proposal Kerjasama Bisnis Properti

Bagaimana cara dasar membuat proposal kerjasama bisnis properti? mengetahui cara ini sebagai cara mengatasi permodalan. Pengembang properti tidak selalu memiliki modal yang mencukupi dalam pembangunan properti. Karena untuk bisnis properti membutuhkan modal yang besar dengan mengajukan porposal ke investor.

Sumber: Tribunnews.com


Banyak pengembang properti yang memang belum tahu bagaimana membuat proposal yang baik dan benar untuk menarik investor menanamkan modal di proyek pengembang. Padahal, membuat proposal sebagai cara resmi untuk mengajak kerjasama bersama investor.

Tetapi, dalam pembahasan cara membuat proposal bisnis properti, di sini hanya menjelaskan pembahasan dasarnya saja. Namun lewat pembahasan dasar cara membuat proposal, bisa sebagai langkah yang benar membuat proposal.

1. Pahami Trust, Safety dan Profiability dalam Membuat Proposal

Ada baiknya, anda mempelajari terlebih dahulu kondisi dan karakter calon investor. Hal ini untuk menghindari pembuatan proposal yang tidak sesuai kondisinya. Membuat proposal yang sesuai dengan kondisi dan karakter investor bisa saja membudahkan mereka untuk bergabung.

Anda perlu mempelajari calon investor dengan memperhatikan 3 hal berikut:

a. Trust

Trust atau kepercayaan perlu ditumbuhkan calon investor kepada pengembang properti agar mereka mau menanamkan modalnya. Jadi, bagi pengembang properti yang belum memiliki atau belum mencukupi memiliki kredibilitas yang baik sebagai pengembang properti di mata orang lain, perlu membuat proposal pada calon investor yang sudah dikenal.

Karena siapa lagi yang akan dijadikan investor dalam bisnis properti kecuali orang yang sudah dikenal?

b. Safety

Safeti berhubungan dengan tingkat keamanan uang investasi.

Pada dasrnya, investor bukan hanya memberikan modal investasi. Investor juga siap menanggung kerugian. Karena itu, sebelum siap menanggung kerugian, anda sebagai pengembang properti perlu menyiapkan sistem keamanan atau dalam investasi sebagai bentuk tanggungjwab anda.

Tanggungjawab pengembang properti memberikan tingkat keamanan investasi perlu menghadirkan pembahasan persoalan prospek properti di dalam proposal yang diajukan, seperti tingkat kebutuhan properti pada market yang ditarget, tingkat keuntungan dan yang lainnya.

Tentunya, perhitungan proyeknya bersifat logis-matematis-legal agar memang seperti itulah propses bisnis properti sampai dengan menghasilkan keuntungan. Perhitungan ini untuk lebih realistis dalam penggunaan dananya.

c. Profitability

Profitability mengenai yang berhubungan dengan keuntungan dari investasi, dari modal yang ditanam para investor. Profitability dalam porposal mengharuskan lebih mengesankan keuntungan yang bisa membuat investor yakin berinvestasi. Karena prinsip yang harus dipegang adalah semakin besar keuntungan yang akan didapatkan, bisa semakin mengundang daya tarik calon investor.

Namun logika keuntungan yang besar harus diatur dalam jumlah kebutuhan investornya. Hal ini juga menyangkut dana yang dibutuhkan. Jangan sampai, investor hanya tahu besaran keuntungan yang diperoleh, tetapi tidak menjelaskan beberapa investor yang dibutuhkan. Alhasil, semakin banyak investor justru bisa mengurangi keuntungan ketika pembagian keuntungan.

2. Membuat Proposal yang Singkat Padat dan Jelas

Investor hanya pemilik modal, bukan akademisi bahkan tidak selalu orang yang memiliki latar belakang akademisi. Bisa jadi, yang menjadi investor adalah pengusaha lulusan SD yang tidak paham bahasa tinggi dan jarang membaca. Karena itu, pembuatan proposal harus singkat tetapi padat dan juga jelas.

Bisa membuat proposal dengan ketentuan halaman sekitar 10 – 15 lembar. Hal ini cukup mewakili apa yang menjadi proyek bisnis propertinya.

3. Membuat Proposal dengan Terstruktur

Pengembang sebenarnya tidak mengharuskan ahli dalam menulis yang terstruktur. Cukup mengandalkan seseorang yang sudah terbiasa membuat proposal.

Banyak contoh untuk menulis proposal. Karena prinsip proposal sebenarnya sama. Namun tentu, harus mencari contoh proposal yang diperuntukkan untuk bisnis properti. Atau, bisa mencari orang yang sudah biasa membuat.

Setidaknya, pembahasannya meliputi:

  • Latar belakang
  • Aspek pemasaran
  • Rencana anggaran
  • Biaya dan analisis finansial
  • Jangka waktu dan pengelolaan proyek


Tentunya, model pembahasannya tidak selalu mengikuti proposal yang jadi contohnya. Masing-masing developer memiliki wacana pembahasan tersendiri yang bisa jadi berbeda.

Demikianlah dasar dari membuat proposal bisnis properti.

Sumber: Asriman.com

Posting Komentar untuk "Cara Dasar Membuat Proposal Kerjasama Bisnis Properti"