Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang

Bagaimana cara mengurus sertifikat tanah yang hilang? Sertifikat tanah yang hilang masih bisa dibuat kembali. Hanya saja, perlu mencari terlebih dahulu sampai tidak ada titik temu. Selagi belum dibutuhkan, lebih baik jangan terlebih dahulu mengurus sertifikat tanah yang sudah hilang.

Sumber: Tribunnews.com

 

Memiliki sertifikat tanah memang menjadi bukti sah secara hukum mengenai kepemilikan tanah. Namun sertifikat tanah hanyalah kertas seperti kertas pada umumnya yang biasanya juga tercampur dengan kertas lainnya. Adakalanya, tanpa sadar, pemilik sertifikat membuang tumpukan yang ada kertas sertipikiat tanahnya.

Berikut beberapa cara mengurus sertifikat yang hilang dengan melakukan penggantian yang dilansir Lamudi pada Agustus 2021 dan Kompas pada September 2021.

Membuat Surat Pengantar Sertifikat Hilang dari Keluarahan (Desa)

Kehilangan setifikat tanah yang hilang sepertinya tidak sama seperti kehilangan ATM bank yang membutuhkan surat pengantar sebelum ke pihak kepolisian. Bila surat tanah yang hilang, perlu lapor ke kelurahan untuk meminta surat pengantar kehilangan.

Proses pembuatan surat keterangan berawal dari meminta dibuatkan surat pengantar dari RT/RW untuk kelurahan. Lalu setelah itu diantar ke kelurahan untuk membuat surat pengantar yang akan diantarkan ke pihak kepolisian.

Biaya: gratis.

Membuat Surat Kehilangan Sertifikat Tanah ke Kantor Polisi

Setelah anda membuat surat pengantar dari kelurahan, biasanya sekali duduk sudah jadi surat pengantarnya, selanjutnya menuju ke kantor polisi tingkat polres yakni polisi tingkat kecamatan.

Syarat yang perlu dibawa adalah KTP asli untuk pendataan.

Bila memang pemilik sertifikat berhalangan hadir, bisa membuat surat kuasa mengenai kehilangan sertifikat tanah. Pemilik bisa mengarahkan pada wakilnya mengenai kehilangan sertifikat tanah.

Namun alangkah baiknya bila mendatangi langsung sendiri karena tidak ada kebutuhan mendesak dalam pembuatan sertifikat tanah yang baru.

Biaya: gratis

Melapor Soal Sertifikat yang Hilang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk Dibuat yang Baru

Setelah membuat surat kehilangan sertifikat tanah, bisa langsung menuju kantor Badan Pertahanan Nasional untuk memberikan surat kehilangan sertifikat tanah agar bisa dibuatkan sertifikat tanah yang baru.

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi, sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP dan KK (sebelumnya sudah dicocokkan dengan KTP dan KK asli)
  • Fotokopi lunas PBB terakhir
  • Fotokopi sertifikat jika memang sudah menyediakan
  • Mengisi formulir permohonan, baik langsung atau dikuasakan
  • Surat kuasa apabila dikuasakan
  • Fotokopi surat akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang sudah dicocokan dengan aslinya
  • Surat pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak, yakni orang yang menghilangkan sertipikat, dalam arti si pemiliknya.
  • Surat kehilangan dari kepolisian

Dalam mengajukan di kantor BPN, perlu juga menyertakan surat ini:

  • Identitas diri
  • Tentang luas, letak dan juga masalah penggunaan tanah yang tengah dimohonkan.
  • Pernyataan bebas dari sengketa pada tanah
  • Pernyataan penguasaan tanah/bangunan secara fisik

 

Pembuatan Iklan Penggunaan di Media Cetak

Nantinya, pihak BPN akan membuat pengumuman persoalan sumpah si pemilik tanah melalui media cetak. Ini bertujuan untuk melakukan sanggahan pihak lain yang mengklaim surat tanah yang dimaksudkan.

Biaya: 850.000

Penerbitan Sertifikat Pengganti

Pembuatan sertifikat pengganti yang baru tentu ditentukan setelah penayangan pengumuman iklan berakhir, yakni sekitar sebulan atau 40 hari. Bila memang tidak ada sanggahan setelah berakhir pengumumannya, maka BPN akan membuat sertifikat tanah pengganti.

Biaya yang diperlukan untuk membuat sertifikat pengganti adalah sebesar 350.000.

Demikianlah, cara membuat sertifikat yan hilang. Bila sudah tahu caranya, tentu anda akan mempersiapkan arsip yang dibutuhkan.

Posting Komentar untuk "Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang"