Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Penjualan Tanah Perusahaan Sebagai Peralihan Aset

Bagaimana cara penjualan tanah perusahaan sebagai peralihan aset memang perlu dibahas. Pembahasanya berfokus pada tanah sebagai aset yang akan dialihkan. Penjualan tanah yang dilakukan perusahaan bukan hal yang baru. Walaupun demikian, tidak semua orang paham cara penjualan aset tanah atau properti perusahaan.

Cara Perusahaan Menjual Tanah Sebagai Peralihan Aset
Sumber: Baca.co.id

 
Memang, mengenai aturan penjualan aset tanah atau properti milik perusahaan atau PT sudah diatur dalam Undang-undang Nomer 40 Tahun 2007 yakni seputar perseran terbatas. Ada penegasan lagi yakni di dalam akta pendirian perseroan. Artinya, perusahaan perlu izin RUPS dala pelepasan asetnya.

Cara Penjualan Tanah Perusahaan untuk Peralihan Aset Ke Pihak Lain

1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Penjualan tanah perusahaan perlu adanya rapat yang dilakukan para pemegang saham atau disebut RUPS. Karena pemilik perusahaan properti bukan hanya developer tetapi investor-investor intern yang mendukung permodalan perusahaan. Bisa dikatakan, RUPS adalah keputusan tertinggi dalam perusahaan yakni PT.

Ada pembatasan aset properti yang dijual dengan membutuhkan persetujuan RUPS yaitu aset yang sudah melebihi 50% dari jumlah total kekayaan bersih perseroan. Anggap saja, harga tanahnya melebihi kekayaan perusahaan.

Namun, kesulitan yang terjadi ketika penjualan tanah perusahaan membutuhkan persetujuan RUPS yakni ketika banyak para investor atau pemilik saham yang bernaung dalam perusahaan. Kesulitannya tentu ketika terjadi perbedaan pandangan persoalan penjualan tanah perusahaan yang akan dilakukan.

Namun kalau sudah diputuskan dalam RUPS, semua  pemegang saham atau investor harus tunduk.

2. Surat Pernyataan Jual (SPJ)

Para broker sudah pasti mengenal istilah SPJ atau disebut juga Surat Pernyataan Jual. Isi suratnya mengenai kebenaran mengenai niat pelepasan tanah atau menjual tanah bernilai besar yang dilakukan perusahaan. Surat ini sebagai bukti legalitas sehingga pelepasan tanahnya dianggap legal.

Di dalam SPJ juga menyertakan mengenai kepastian harga tanah. Karena pada umumnya, Surat Pernyataan Jual atau SPJ berisikan daftar harga tanah.

Walau SPJ tidak berada dalam posisi proses jual-beli tanah, namun kehadiran SPJ yang sah jika sudah ditandatangani oleh direksi perusahaan. Direksi memang memiliki kewenangan atas nama perusahaan yang memang sudah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007.

Tetapi perlu diingat, SPJ memang bisa dibatalkan secara sepihak oleh si pembuat SPJ walaupun pembuatan SPJ atas dasar persetujuan RUPS dan juga tanda tangan direksi. Bahkan, pembatalannya tidak ada dampak hukumnya.

Namun pembatalan SPJ bisa dilakukan jika memang belum ada pendatangan AJB dihadapan PPAT, dalam arti belum ada serah terima hak tanah.

Berbeda bila sudah ada kesepakatan dalam AJB atau sudah ada pembuatan AJB, si pemilik aset tanah yakni perusahaan, tidak bisa lagi membatalkan SPJ. Bila ini terjadi, tentunya ada masalah hukum yang bisa menimpa pihak yang membatalkan, seperti mendapatkan sanksi-sanksi yang tercantum dalam AJB.

Artinya, sebagai broker harus memperhatikan dua hal, yaitu SPJ dan juga RUPS. Namun seorang broker harus lebih mementingkan RUPS karena di dalamnya berisi persetujuan-persetujuan para pemegang saham seputar penjualan tanah.

SPJ Abal-abal dan RUPS Sebagai Pedoman Dasar Penjualan Tanah

Konon, seperti yang yang diungkapkan Asriman, seorang pakar properti, bahwa SPJ abal-abak konon pernah bahkan sering terjadi. Tentunya, SPJ sebenarnya adalah legalitas perusahaan melakukan SPJ. Karena ada pemalsuan SPJ atau SPJ abal-abal sehingga ini bisa merugikan perusahaan.

Pihak direksi yang mendatangani SPJ ternyata tidak merasa melakukan penandatanganan, dengan kata lain, pihak direksi tidak tahu kalau ada penjualan tanah milik perusahaan.

Karena sudah ada kasus, bahkan konon sering terjadi, alangkah baiknya seorang broker yang bertugas melakukan penjualan tanah, lebih memperhatikan RUPS daripada SPJ. Karena RUPS adalalah suara bulat untuk pembuatan SPJ.

Sumber: Asriman.com

Posting Komentar untuk "Cara Penjualan Tanah Perusahaan Sebagai Peralihan Aset"