Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Tips Investasi Properti Bali untuk Pasca Pandemi

Banyak properti di Bali di jual di masa pandemi, baik properti komersial atau properti non komersial. Tentunya, penjualan properti di Bali di masa seperti ini harus mengalami penurunan harga dari harga normal. Di sisi lain, banyak orang yang kaya yang masih mampu membeli. Lalu, bagaimana tips investasi properti di Bali untuk pasca pandemi?

5 Tips Investasi Properti Bali untuk Pasca Pandemi
Sumber: Bisnis.com


Bila anda termasuk orang mampu membeli properti Bali untuk investasi, berikut penjelasan bagaimana melakukan investasi properti Bali untuk pasca pandemi yang belum ada kepastian pasca pandeminya.

Membeli Properti Bali dengan Pandangan Harga Normal

Semakin banyak properti berharga murah ketika dijual di masa pandemi, bisa dianggap bahwa harga properti kembali turun seperti harga normal umumnya. Artinya, tidak ada kelebihan harga ketika membeli properti. Memang, penjual properti bisa mengalami kerugian. Tetapi bagi pembeli, sama saja seperti membeli properti di harga normalnya.

Ketika membeli properti di Bali untuk kebutuhan investasi, sebagai pembeli harus juga memiliki pandangan normal seputar investasinya. Membeli properti saat di harga normal, keuntungan apa yang akan diperolah?

Karena itu, pembelian properti jangan gegabah, tetap perlu analisis seperti menganalisis properti ketika harga normal. Jangankan menganalisis properti di harga normal, menganalisis properti di harga miring pun masih tetap diperlukan.

Ketika menganalisis properti sebagaimana properti di masa normal, tentunya, anda bisa memahami bahwa pembelian propertinya belum menguntungkan. Ketika dalam waktu dekat ingin dijual kembali, harganya masih murah. Bisa saja anda mengalami kerugian kalau dijual.

Memperhatikan Properti Bali Market Wisatawan Domestik

Walaupun wisatawan asing masih bisa datang ke Bali untuk berlibur, anda perlu mengabaikan analisa investasi properti Bali yang kebutuhannya untuk dimanfaatkan wisatawan asing. Protokol kesehatan masih berlaku seperti menajalani karantina selama 5 hari.

Bila investasi properti di Bali pemanfaatannya diperuntukkan untuk wisatawan lokal, tentunya, masih memberikan harapan yang bagus. Wisatawan lokal tidak diberi persyaratan karantina sehingga proses migrasinya tidak mengalami gangguan. Bukankah ke Bali bertujuan berlibur bukan karantina?

Karena itu, perlu strategi agar wisatawan lokal meningkat berdatangan ke Bali. Bahkan, rencana strategi sendiri disarankan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dalam laman Republika. Menurutnya, pemerintah Provinsi Bali harus mencari strategi agar mampu mendatangkan banyak wisatawan lokal di Bali.

Di mana banyak tempat wisata Bali yang dikunjungi wisatawan lokal, disitulah investasi properti di Bali yang memiliki potensi keuntungan. Anda hanya perlu memilih, apakah memilih properti komersail atau tidak. Namun, karena berfokus pada wisatawan, pada akhirnya investasi properti jauh lebih disarankan dirubah menjadi komersial, menjadi properti sewa.

Memperhatikan Lingkungan dan Pengalaman Properti Bali

Bila investasi properti Bali berasal dari properti non komersial, perlu memperhatikan kondisi lingkungan (lokasi). Lalu kondisi lingkungan diprediksi mengenai kemampuannya sebagai properti komersial. Karena untuk menjadikan properti komersial pasca pandemi, perlu memperhatikan betul kondisi lingkungannya.

Lingkungan yang terbaik untuk merubah proeperti menjadi properti komersial bisa berada di kawasan perumahan yang ada di Bali.

Bila investasi properti Bali berasal dari pengalaman properti komersial, bisa melihat bagaimana potensi sewaannya. Lalu, penyewa darimana yang terbanyak menyewa. Biasanya, properti komersial sudah memiliki pelanggan tersendiri. Kalau lebih banyak pelanggan dari wisatawan lokal, ini kesempatan yang bagus untuk investasi pasca pandemi.

Menempuh Jalur Patungan Modal Pembelian Properti untuk Investasi

Lebih baik patungan modal daripada membeli dengan cara KPR. Karena jatuhnya akan memiliki harga properti yang lebih mahal karena faktor penambahan bunga dan angsurannya. Intinya, pembelian tunai untuk mendapatkan harga murah dengan solusi patungan.

Memang, kendala besar dalam investasi patungan adalah mencari investornya yang akan menjadi bagian pemilik properti. Masalah pembagian hak properti, bisa diatur dalam surat kerjasama atau langsung pada pembagian tanahnya.

Posting Komentar untuk "4 Tips Investasi Properti Bali untuk Pasca Pandemi"